Profile picture
Prastowo Yustinus @prastow
, 17 tweets, 6 min read Read on Twitter
Penjelasan gamblang Menkeu Sri Mulyani atas pernyataan Ketua MPR @ZUL_Hasan tentang pembayaran utang RI m.facebook.com/story.php?stor…
Pernyataan Ketua MPR @ZUL_Hasan dalam Pidato Sidang Kenegaraan 16 Agustus 2018 memang perlu diluruskan. Selain kurang elok, banyak kesalahan pemahaman dan rawan menyesatkan publik. Mari kita bahas....
Ketua MPR @ZUL_Hasan menyampaikan bahwa besar pembayaran pokok utang Pemerintah yg jatuh tempo tahun 2018 sebesar Rp400 T, 7x Dana Desa dan 6x anggaran kesehatan - tidak wajar. Benarkah pernyataan ini? Mari kita uji. @mprgoid @KemenkeuRI
Pembayaran pokok utang th 2018 Rp396T, dihitung berdasarkan posisi utang per 31 Des 2017. Dari jumlah tsb, 44% adl utang yang dibuat sebelum 2015 (sebelum Presiden Jokowi, dan Ketua MPR adalah bagian kabinet saat itu). Wah, menepuk air didulang, tepercik muka sendiri...
Sementara itu 31,5% pembayaran pokok utang adl utk instrumen SPN/SPN-S yg bertenor di bawah satu tahun yg merupakan instrumen pengelola arus kas. Jadi pembayaran utang saat ini adl kewajiban yg harus dipenuhi, sebagian besar utang masa lalu. Kenapa @ZUL_Hasan musti meributkan?
Mari kritisi dan ikuti logika perbandingan yg dibuat @ZUL_Hasan : 2009 pokok utang Rp117,1T - anggaran kesehatan Rp25,6T (perbandingannya 4,57 kali lipat). Tahun 2018, pembayaran pokok utang Rp396T - anggaran kesehatan Rp107,4T (3,68 kali lipat). Membaik 19,4% kan?
Bahkan di thn 2019 anggaran kesehatan meningkat jadi Rp122T atau 4,77 kali anggaran kesehatan thn 2009, dan rasionya menurun 26,7%. Mengapa saat itu Ketua MPR tidak menyampaikan protes karena rasio yang tidak wajar, dan baru sekarang bicara, padahal alokasi lbh baik?
Kenaikan anggaran kesehatan hingga 4 kali lipat dari 2009 ke 2018 jelas pencapaian Pemerintahan @jokowi yang layak diapresiasi, suka atau tidak suka. Prioritas RAPBN 2019 ke pembangunan manusia jg sewajarnya didukung, bukan malah dinyinyirin berbungkus kritik sbg pejabat negara.
Ketua MPR @ZUL_Hasan membandingkan pembayaran pokok utang dg Dana Desa. Buat Yang Mulia, Dana Desa baru ada 2015, rasio utang 10,9 x lipat. Tahun 2018 menurun 39,3% atau 6,6 kali lipat. Lagi2, kenaikan Dana Desa jauh lebih tinggi dan cepat dibanding kenaikan pembayaran utang.
Jika arahnya menurun pakai tajam, bukankah ini perbaikan Pak @ZUL_Hasan ? Benci boleh, tapi sebaiknya tetap dijaga validitas kritik, apalagi menggunakan mimbar Ketua MPR di Sidang Tahunan lho. Mari cerahi publik dg info yang baik, dg cara bajik.
Pengelolaan utang jg dilakukan hati-hati (prudent) dan terukur (akuntabel). Defisit APBN dijaga di bawah 3% thd PDB. Bahkan menurun terus dari 2,59% (2015), 2,51 (2017), perkiraan 2,12% (2018), dan 2019 ditargetkan 1,84%. Sae mboten Pak @ZUL_Hasan ?
Info tambahan buat Ketua @mprgoid @ZUL_Hasan : defisit keseimbangan primer terus menurun menuju surplus. dari (Rp142,5T) thn 2015, (Rp 129,3T) thn 2017, outlook 2018 (Rp64,8T), dan target 2019 (Rp21,74T). Membaik, ayo dukung supaya lebih baik, jangan justru digangguin dong Pak
Dan ini juga penting Pak @ZUL_Hasan : selama 2015-2018 pertumbuhan pembiayaan APBN melalui utang justru negatif. Ini berarti penambahan utang diupayakan turun seiring meningkatnya penerimaan perpajakan. 49% (2015) menjadi 9,7% (2018). Maklum 2015 ada tekanan harga komoditas.
Kalau Pak @ZUL_Hasan mengkritik pedas dengan analisis yang bengkok, sayangnya lima lembaga pemeringkat utang bereputasi internasional justru menaikkan peringkat kita menjadi 'investment grade'. Nah, gimana ini Pak, nggak malu dengan lembaga2 itu?
APBN ini kan instrumen utk mencapai cita-cita Republik, menciptakan masyarakat adil, makmur, cerdas, hidup damai. Komitmen dan kredibilitas pengelolaan APBN sdh teruji oleh sejarah. Mari gandeng tangan, satukan langkah, maju bersama. Jangan sesatkan publik demi ambisi politik.
Jangan pula hanya lantaran Pak @ZUL_Hasan memilih tdk bersama Presiden Jokowi lagi, lantas penilaian menjadi tidak objektif. Mari berpolitik dengan mengedepankan fatsoen dan akal sehat. Kemarin ada satu menteri jg kok di Kabinet Kerja, dan sy apresiasi kinerjanya bagus.
Analisis lain seputar APBN dan RAPBN 2019 akan saya lanjutkan nanti, termasuk di sektor pendapatan dan belanja di luar yang dipersoalkan Pak @ZUL_Hasan . Biar hiruk pikuk Pembukaan AG lewat dulu. Sudah 2 emas mosok blm move on sih....
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Prastowo Yustinus
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member and get exclusive features!

Premium member ($3.00/month or $30.00/year)

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!