, 16 tweets, 2 min read Read on Twitter
Beberapa tahun lalu, aku ada di fase baru punya anak 2 dengan selisih usia 19 bulan.
Saat itu suami aku baru punya "genk" baru buat main game online yang kelihatannya seru banget sampai aku merasa tersisihkan.
Aku berusaha "menyelesaikan" diriku dulu. Karena menanggapi semua masalah dengan jiwa yang ga bener itu hasilnya ga bisa bagus.
Di samping itu, aku tetap harus merawat bayi baru lahir dan batita yang lagi suka-sukanya eksplorasi.
Pas aku sudah mulai dapat ritme yang pas dengan hidup baruku, aku baru sadar:

"LHO. AKU GA PUNYA TEMAN DEWASA SAMA SEKALI."
:)))))))))
Kalau di film Milly dan Mamet ada adegan di mana Milly ngelarang temennya pulang, "Ih. Udah lama ga ngobrol sama orang dewasa."

NAH ITU TUH!
Pas banget untuk menggambarkan tuh.
Aku cuma ngobrol sama suami maksimal 5 jam setiap hari. Karena kesibukan kami masing-masing.

Aku sampai merasa kehilangan kemampuanku untuk ngomong dengan orang dewasa. Merasa bodoh dan kudet pula.
Percaya diri udah amblas deh kalau di depan orang dewasa. 😂
Apalagi lihat suami bisa pegang HP sambil haha-hihi chat sama teman-temannya.
Aku antara iri, marah, cemburu, merasa tidak menarik, tidak berguna, tidak berharga, bodoh, dll dsb. Tapi aku ga tau harus mulai berteman dengan siapa dan dengan cara apa.
Wanita emang aneh.

Nggak, Mih. Cuma kamu, Mih.
Ini aku masih ga bilang suami nih, aku lagi kenapa.
Sampai suatu saat aku ngamuk dan bilang, "Kamu enak punya temen, aku cuma hidup sendiri sama anak-anak kecil yang bahkan hidupnya pun harus bergantung sama aku."
Suami baru sadar kalau selama ini istrinya sok kuat dan sok bisa selesaikan masalah sendiri.

Dia lalu mengenalkan teman-temannya, membawa kedunianya.

Oh, okay. Aku masih dibutuhkan ternyata. :')
Hingga beberapa hari kemudian saat aku ulang tahun, banyak ucapan selamat di sosial media. Bahkan SMS. Dan pesan di chat.
Banyak banget.
Banyaaaaaaak banget.
Rata-rata aku ga kenal.
Sebagian besar isinya:
"Hai, aku xxx temennya Rahan. Selamat ulang tahun ya. Semoga blablablabla."

Dari pagi sampai malam.
:')
Ternyata sehari sebelum ulang tahunku, suami meminta semua temannya untuk ngucapin selamat ke aku.

Biar aku merasa ga sendiri dan punya banyak teman orang dewasa. :))))))
Manis tapi epleketek emang Rahan itu. :')
Beberapa tahun berlalu, si bayi yang dulu lahir itu udah gede.
Waktu aku jemput dia di sekolah, aku disambut dengan guru dan ibu-ibu yang mengucapkan selamat ulang tahun buat aku.

Aku pikir mereka tau dari sosial media. Tapi gurunya berkata lain.
"Tadi Anshel bilang ke saya, 'Ma'am Mamih aku ulang tahun, kasih selamat ya. Cuma Daddy yang kasih selamat. Dia cuma punya tas baru, kado dari Tante Irma. Gpp ga kasih kado, tapi kasih selamat ya. Bilang ibu-ibu lain ya.'"
Anshel ini benar-benar diambil dari sari pati Rahan. 👌
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to IG: mrseuscha
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls (>4 tweets) are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!