, 63 tweets, 10 min read Read on Twitter
"Enak ya jadi dokter, bisa langsung spesialis, cepet balik modal, kerjanya enak, duduk periksa cuman ngomong tok dibayar"
Familiar dengan ungkapan diatas?

Framing Profesi Dokter di Indonesia
A thread
Sebelumnya agak malas bahas ini karena sudah cukup eneg kalo ketemu orang macam diatas. Cuman hari ini gondok banget. Berawal dari basa basi makan bersama (staff non medis) menjerumus bahas profesi, jadi kita bahas aja. Here we go
Pertanyaan yang paling sering muncul, berapa sih biaya kuliah di kedokteran? Ya klo keterima di univ negeri biaya "mungkin" bisa lebih murah. Tapi kalau ga? Ya pasti lari ke swasta. Biaya? Variatif
Mulai jutaan, belasan-puluhan juta, bahkan ratusan juga bisa nyampe kalau swasta. Ini sudah rahasia umum. Kalian klo ga percaya googling aja sendiri. Atau gampangnya tanya teman kalian yang kuliah kedokteran berapa biayanya
Rincian biaya tadi dibagi , ada uang masuknya (uang gedung istilahnya) dan per semesternya. Dua Itu yang pokok. Biaya lainnya? Ya ada juga. Tergantung univnya masing masing. Jumlahnya sama ? Ya tentu beda
Yang mau masuk FK swasta pasti paham betul berdarah darahnya urusan duit di awal pendidikan (kecuali klo ente kaya banget sih). Itupun kalau tesnya lolos. Tapi selalu ada "jalan" lain bukan? :)
Makanya sebagian besar yang mau masuk FK itu selalu BERUSAHA keras mati matian bimbel sana sini belajar siang malam supaya keterima di UNIV NEGERI. Ya salah satunya menekan biaya, selain juga faktor gengsi. Wajarlah kalo ini
Kalo ga percaya boleh survey, saya sih yakin hampir semua maunya keterima di univ negeri. Sayangnya kan ga begitu. Selalu ada yg diterima dan yang ngga. Ujung ujungnya klo ngotot masih mau di FK ya alternatif tetap ke swasta. Nunda setahun biasanya pada ga mau krna kelamaan
Buat yang keterima univ negeri jalur smbptn / snmptn ya selamat, anda memang pintar (pada saat itu). Buat yang keterima diswasta ya gapapa juga, ga perlu merasa bodoh. Dan yang keterima di negeri sih ga perlu overproud lah apalagi menjelek jelekan yang swasta
Lagipula , yang masuk di negeri itu tidak semua melalui snmptn / smbptn (ya sejenisnya lah). Ingat, selalu ada "jalan" kan? :) Asal mau berusaha "lebih" aja
Itu baru diawal pendidikan. Dramanya aja udah banyak :) Setelah keterima pendidikan sarjana sekitar 3.5 - 4 tahun. Bisa molor juga dengan berbagai macam faktor. Skripsi macet , inhal praktikum , nilai blok anjlok ya macem" seperti mahasiswa pada umumnya lah. Tergantung orangnya
Habis lulus skripsi selesai? Ya belum lah. Lanjut pendidikan profesi 1,5 - 2 tahun. Di tahap ini puncak puncaknya drama kehidupan. Sedih juga klo diceritakan :) ooh jangan lupa, biaya semesteran lanjut terus dan... harga naik he he he .. hehe
Mulai drama yang simpel , overshift jaga (cape jon) , dimarahin konsulen (dokter spesialis pendamping) depan pasien, dibilang bego, goblok, meh... udah biasa . Istilahnya 2 tahun itu ya klo bahasa Jawanya manut ae wes :) hanya 3 kata aja : maaf, iya, dan terimakasih
Udah ni kira kira hampir 6 thn pendidikan. Terus? Selesai? Nanti dulu. Ada yang namanya Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) dan Objective Structure Clinical Examination (OSCE). Dua jenis ujian ini harus lulus ga peduli kamu swasta atau negeri, prosesnya sama harus lewati ini
UKDI itu ujian teori lah , soal pilihan ganda . Kalau OSCE itu soal simulasi kasus klinis dengan pasien bohongan (biasanya asdos atau volunter disuruh akting jadi pasien). Dua ujian ini sering bikin badan panas dingin, bisa sampe stress juga sih
Kenapa begitu? Ya secara perjuangan selama 6 tahun ditentukan 2 ujian itu. Biarpun IPKmu 4 bulat sih klo ga lulus ujian itu ya ga lulus. Karena kelulusan berdasarkan 2 ujian itu
Setelah melalui ujian itu baru klo dinyatakan lulus resmi jadi dokter setelah angkat sumpah. Terus bisa langsung dapat duit dong? Buka praktek sana sini? Jawabannya GA BISA. Harus internship dulu :) eeh belum selesai juga ternyata
Jadi yang lulus mau univ swasta / negeri tidak ada istilah bodoh. Semua SUDAH TERSTANDAR SESUAI KOMPETENSI. Sudah layak menjadi dokter dan dapat bekerja dengan profesional. Nah dari sini biasanya mulai ke trigger framing sana sini dari org non medis :)
"aah enak ini udah lulus tinggal praktek, cap cip cup buka resep dapat duit banyak". Saya kasihtau ya, pasien mau sebanyak apapun gaji dokter saat masa internship itu sama. Berapa? Blak blakan aja ya angkanya 3,1 - 3,6 jt tergantung tempat bertugas. Puas?
Buat yang belum tau internship itu adalah program kerja wajib dokter 1 tahun dibawah pemerintah (menkes) dan jajarannya. Selama program ini satu tahun dokter tsb hanya bisa berpraktek di satu tempat saja. Ga bisa praktek mandiri. Dan sifatnya wajib
Kalau ngeyel ga ikut? Boleh aja. Ttp dokter kok, tapi ga bisa praktek karena Surat Tanda Registrasi (STR) ga terbit. Sedangkan untuk buka praktek pribadi dibutuhkan Surat Ijin Praktek (SIP), dan syaratnya harus punya STR
Balik lagi ke internship, dengan gaji 3,1 - 3,6jt harus bisa hidup. Potong kos kosan, makan transport ya hitung hitung sendiri aja. Kadang bbrp RS membantu dgn bbrp fasilitas, tapi lebih sering dokter berjuang sendiri dengan uang sebesar nominal diatas. Layak? Anda nilai sendiri
Biasanya di twit ini akan muncul SJW ngehek yang bilang "Bersyukur, masi banyak yang gajinya dibawah, jadi dokter kan pengabdian" sounds familiar?
Kata "Pengabdian" sering jadi pamungkas para SJW ngehe ini. Seakan akan dokter itu pokoknya pasrah aja, tapi klo kerja oooh pokoknya harus PROFESIONAL :)
Kalau mau dipakai logika, sedikit aja, pikirkan aja baik baik hal ini. Apa bisa seorang tenaga profesional bekerja secara profesional bila jasanya kurang dihargai ? Silahkan jawab buat SJW ngehe yang merasa dirinya hakim hakim sorga
Seakan akan dokter itu dewa, ga bisa sakit ga bisa lapar :) Kadang berpikir orang orang ngehe ini mungkin sedang halu (maap emosi)
Saya kasihtau ya, profesi apapun itu sama lah. Prinsip hak dan kewajiban selalu ada. Yang dokter tidak perlu overproud, yang jadi pasien juga tolonglah menempatkan diri. Sama sama ajalah saling pengertian. Kami digaji kecil pun tetap profesional memberi terapi sesuai kompetensi
Kalau pun anda berobat menggunakan BPJS pun tetap kami layani. Kalau memang itu ribet atau obat terbatas ataupun dibatasi ya itu peraturan dari BPJSnya. Nih ya biar paham kalian
Nih dibaca sendiri biar paham
google.com/url?sa=i&sourc…
Buka linknya dibaca, berapa gaji dokter, berapa yang didapat dari BPJS . Ada semua ditulis disitu
Jadi jangan heran biasa para dokter yang habis internship biasanya akan langsung mencari kerja, wajar aja kok namanya jg manusia. Beberapa malah bahkan berbisnis, wirausaha, dll. Sudah lumrah ini
Terus habis ini pasti ada lagi "ahh itu kan kamu dok, orang yang jiwanya pengabdian ga seperti itu, tulus bekerja mengabdi bahkan sampai ke Papua!". SJW dilawan justru makin beringas makanya namanya SJW :)
Kami mau ke Papua atau kemanapun itu hak kami yang memilih, tidak perlu anda menghakimi. Sebagian tidak memilih ke daerah pedalaman tentu beberapa alasan, salah satunya keselamatan. Dan ini sudah ada korbannya
Dokter dan Perawat meninggal saat bertugas. Happy now?
m.detik.com/news/berita/d-…
Ya sebenarnya bukan cuman di Papua, masih banyak di tempat lain dengan segala permasalahannya. SJW sih mana tau yang begini :) taunya kan nyinyir aja
Lebih gilanya lagi ada yang ngomong seperti ini "dokter enak banyak tmn sesama dokter bisa join bikin RS, kan mahal biaya berobat, pasti cepat balik modal". RS disamain kayak rumah makan :) keliatan lah ya level berpikirnya sampai dimana
Sebagian besar RS sudah bekerja sama dengan BPJS, and guess what. BPJS defisit dari tahun ke tahun m.detik.com/finance/monete…
Lah terus klo nunggak? Yang korban siapa? Ya RSnya juga. Isinya RS? Ya dokter dan perawat juga. Klo udah defisit segitu pasti proses claim RS terganggu, duit terpaksa RS nombok. Pernah bbrp TS terhambat haknya krna ini. Dikira ngatur rumah sakit kayak ngatur warteg :) dasar SJW
Gimana klo dokter atau perawat yang kerja di RS itu butuh uang buat anak istri atau keluarga? Untuk sehari hari? Sedangkan haknya terhambat alias dana ga cair. Bisa ga berpikir sampai kesana?
"klo begitu ya jangan jadi umum , langsung spesialis!". Klo ini paling ngakak sih. Dikira masuk spesialis tinggal setor berkas aja :) Saya kasihtau ya, masuk spesialis itu kadang perlu "keberuntungan" dan ooh tentu saja biayanya tidak murah
Yang mau intip intip biaya spesialis bisa lihat disini. Oh buat yang belum tau, sekolah spesialis itu jadi "tenaga" gratis di RS, mereka ga digaji. Adanya malah mbayar :)
swara.tunaiku.com/kariersukses/i…
Tentu biayanya bisa bervariatif tergantung tahun, univ dan spesialisasi apa yang diambil. Bisa berubah angkanya. Terus SJW lagi "ya kan udah keterima, nanti pasti lulus juga". Dikiranya gampang sekolah spesialis :)
kehidupan PPDS : Shift jaga yang overshift, mengawasi pasien , laporkan perkembangan, beri terapi, bikin laporan case, journal reading, belum lagi harus ngajari koas koasnya yg lain, keliling bangsal, urus ini itu ... Tidak digaji ya. Bisa bayangkan?
Begitu sudah lulus dari proses berdarah darah itu biasanya umur sudah kepala 3. Mulai kerja di RS buka praktek spesialis lagi eeh dinyinyir lagi sama SJW "cuman konsultasi kok mbayar" :)
Pokoknya klo dokter kerja cari duit itu salah aja, intinya begitu. Ga pernah bener pokoknya. Teman teman dokter mau pilih yang mana? Ikut tuntutan SJW? Ya terserah masing masing aja sih
Ya saya ga pernah bilang ga usah pergi praktek ke tempat terpencil. Anda tetap pergi pun silahkan. Yang penting memilih dengan konsekuensinya masing masing. Justru saya salut klo memang ada dokter yang berjiwa superhero. Sesama dokterpun tidak perlu saling menghakimi
Buat teman teman para dokter dan paramedis yang sedang mengabdi di tempat terpencil tetap semangat, kalian orang orang hebat !
Buat teman teman dokter yang masih internship, semangat! kalian sudah membantu orang orang yang membutuhkan. Sabar aja, cuman setahun. Ditahan tahan aja pokoknya ya
Buat teman teman yang masih koas, ga usah aneh aneh, selesaikan aja refkasmu , bikin presentasi yg bagus. Jangan lupa sepik sepik dikit biar konsulen luluh 😌
Buat kalian kalian SJW :) ditunggu ayat ayat sucinya. Mau debat juga boleh. Tapi saran saya beli dlu paket data yang banyak ya, supaya bisa buka link di thread ini . Modal dikit dong, jangan bacot doang yang digedein 😌
Buat kalian silent reader, semoga dengan twit ini bisa menghilangkan framing framing dokter di kepala kalian seperti sudah saya bilang diatas. Tapi klo masih ya... Ya udah terserah sih
Udah ah. Cape. Cari dollar dlu 😌
Rame juga ya ternyata 😁 ada satu yang ketinggalan, lupa dibahas. Tapi sebetulnya menarik. Dokter jadi akademisi. Lho, kena nyinyir juga? Pastinya lah 😌 kita bahas ya
Akademisi yang dimaksud disini adalah memilih menjadi peneliti ataupun menjadi dosen di kampus. Untuk TS dokter hal ini sudah biasa, tapi sebagian orang awam biasanya belum begitu paham. Sayangnya sebagian yang tidak paham ini justru koar koar dan nyinyir. Lagi lagi, SJW ngehe :)
"Dokter itu kan ya harusnya praktek, periksa pasien. Dokter klo ga praktek ya bukan dokter" atau "dokter kok ga praktek sih? Ga bisa pegang pasien ya? jijik ya sama orang sakit?" Sounds familiar? Pedes kan nyinyirannya :)
Katanya klo ga praktek kurang "profesional" :) lagi lagi, orang yang berkata seperti ini hanya kurang pemahaman saja. Saya bayangkan sih teman teman dokter yg akademisi ini pasti sabarnya luar biasa ketemu SJW ngehe ini 😁
Padahal kan ya hak dokternya juga memilih jalan karir seperti apa. Jadi ya bebas aja memilih. Dan lagi, pemerintah sejak tahun 2013 sudah menaruh perhatian terhadap hal ini . m.detik.com/health/berita-…
Bahkan faktanya, skrg sudah mulai banyak dokter yang mempelajari cabang ilmu lain. Karena trend perkembangan ilmu kedokteran meluas. Dan sudah dibahas oleh dokter @ryuhasan . Boleh baca thread beliau dibawah ini. Mohon ijin ya dok, semoga berkenan 🙏
Pernah saya bertemu salah satu dokter yang memilih menjadi akademisi. Karena saya sudah kenal saya modal nekat aja tanya. Padahal takut juga awalnya, karena beliau senior jauh 🙈 "dok, maaf, kenapa dokter ga praktek aja?"
Beliau cuman senyum dan jawab begini "disaat semua orang memilih menjadi bunga dan buah, saya lebih suka menjadi akar" . Langsung saya diam, speechless, sekaligus kagum dengan cara berpikirnya
Saya paham betul apa maksud kata kata beliau dengan jawaban tersebut. Sambil ngomong dalam hati juga untung kagak disambat balik "kenapa kamu tanya begitu? Heh? Siapa yang suruh nanya begitu?" 🙈
Buat teman teman dokter yang memilih untuk menjadi akademisi saya mau bilang anda bukan cuman hebat, anda juga visioner. Salam hormat dari saya
Threadnya selesai disini. Masi banyak hal dunia medis yang menarik yang mau saya bahas, tapi akan saya buatkan thread tersendiri nantinya. Terimakasih buat yang sudah support thread ini 🙏
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to IG: jerrytanmd
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!