, 10 tweets, 2 min read Read on Twitter
PT. POS Indonesia terancam kolaps. Gaji karyawan sering telat dibayar tanda cash flow negatif.

Agak ironis jg krn bisnis antaran paket barang booming krn ledakan ecommerce.

Kalah bersaing dg JNE, JNT, Tiki dkk.

Pos Indonesia jg tidak efisien. Kebanyakan karyawan.
Kantor Pos ini hadapi dua problem utama. Yakni anjloknya bisnis antaran dokumen/surat krn semua makin serba digital (think email).

Bisnis antaran dokumen marginnya lbh gede drpd antara paket barang.

Namun gara2 internet, makin bnyk dokumen yg go digital.
Krn bisnis antara surat/dokumen stagnan gara2 internet, otomatis bisnis pos jadi stagnan juga.

Problem lainnya : booming antaran paket tidak bisa dikuasai scra maksimal gara2 kalah bersaing dg JNE dkk.

POS kalah bersaing krn dianggap kurang andal dan kurang cepat.
Knp dalam antara paket barang, Pos kalah bersaing dg JNE dkk?

Mungkin krn dianggap konsumen layanannya kurang memuaskan.

Atau mungkin branding dan promosinya kurang bagus.

Mungkin jg kurang sigap lakukan aliansi dg big ecommerce.
Agar dapat bisnis antara paket olshop, harus mau kerjasama dg Tokopedia, Shopee dkk. Kalau gak mau, ya ditendang.

Nah para ecommerce itu biasanya minta fee sekian persen.

Kalau gak mau kasih fee gede, ya siap2 ditendang sama Big Ecommerce Players.
Sekarang makin jarang lihat ada opsi Kantor Pos kalau pas belanja di Tokopedia atau Shopee.

Kemungkinannya ada 2 : krn emang makin gak diminati pelanggan. Atau gak mau bayar fee ke ecommerce krn takut rugi. Akhirnya dihilangkan dari layar.
Para merchants di ecommerce jg makin banyak yg enggan pakai Kantor Pos. Mrka sengaja gak masukkan Kntor Pos sbg opsi antaran paketnya.

Kalau JNE itu punya program bonus buat para merchants yg jualan di Tokped dkk. Kantor Pos lamban dlm hal2 kayak gini.
Selain antaran paket dan dokumen, bisnis lain Pos adalah layanan keuangan. Tempat untuk bayar ini itu. Atau salurkan dana ini itu.

Namun OJK bikin aturan kini semua orang bisa jadi agen keuangan.

Mati deh Kantor Posnya. Pasarnya tergerus scra signifikan.
Semua tantangan di atas harusnya bisa diatasi kalau Pos inovatif dan adaptif.

Problemnya : kultur kerja mrka birokratis, lamban, dan tidak efisien.

Dlm kompetisi yg ketat, kultur kerja spt itu hanya akan bikin bisnis pelan2 mati; terkubur dlm kesunyian yg perih.
Kantor Pos.
Krakatau Steel.
Garuda Indonesia.

Ketiganya butuh turn around agar tidak kolaps.

Kisah sukses Lord Jonan dlm transformasi PT KAI harusnya bisa direplikasi.
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Strategi + Bisnis
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!