, 10 tweets, 2 min read Read on Twitter
Nyari pasangan yang tajir melintir? Yang kaya banyak harta? Hati-hati, bisa jadi dia sangatlah miskin.

Sebuah thread #EmotionalHealingBarengAdjie | Tolong RT biar bisa berbagi buat yang membutuhkan.

Seperti biasanya. Nulisku pelan. Jadi, kamu bacanya jangan tergesa ya ☕️
Setelah disalip mobil mewah, sopir taksi online ngomong ke saya, “Kaya enggak dapat diukur dari mobil yang dipunyai ya Pak. Enggak dapat diukur dari banyak hartanya”.
.
“Maksudnya gimana Pak?”
.
“Ya belum tentu orang yang punya banyak harta dapat dikatakan kaya ...
Bisa saja orang yang tajir melintir gitu, dia malah orang termiskin di dunia.”
.
“Kok bisa Pak?” Tanya saya penasaran.
.
“Contohnya temen saya Pak. Dia udah kaya, bisa dikatakan apa-apa dia punya. Istrinya baik, anaknya juga pintar. Kok ya dia masih selingkuh, main perempuan.”
“Kebalikannya, orang yang hidupnya pas-pasan, tak terlalu kaya, mungkin malah enggak punya mobil, makan hanya secukupnya, malah bisa disebut sebagai orang yang beneran kaya.”
.
“Bener juga ya Pak”
“Sebenarnya, kaya atau miskin itu enggak terletak pada banyaknya harta ya Pak. Tapi pada perasaan cukup.” Katanya mengakhiri obrolan.
.
Setelah beberapa hari ini mendengar curhatan teman-teman yang mendambakan punya pasangan yang kaya, kata-kata sopir ini mengingatkan saya ...
pada salah satu cerita pendek yang menggambarkan betapa mendalamnya pemikiran Ibrahim bin Adham
.
Seringkali apa yang dipikirkan Ibrahim bin Adham ini luput dari perhatian kita. Buat yang belum tau Ibrahim bin Adham itu siapa, Ibrahim bin Adham itu termasuk sufi angkatan pertama.
Seorang lelaki, suatu kali membawakan Ibrahim sekantong uang senilai seribu dinar (mungkin zaman dulu ini udah banyak banget)
.
“Tuan, aku ingin memberikan uang ini kepadamu. Mohon diterima,” katanya
.
“Maaf, aku tak dapat menerima apapun dari pengemis,” jawab Ibrahim.
“Tampaknya engkau salah sangka, Tuan. Aku bukan pengemis. Aku orang kaya, bahkan yang terkaya di daerah sini,” tukas lelaki itu seakan tak puas dengan kata-kata Ibrahim
.
“Apakah engkau ingin mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang engkau miliki saat ini?” Ibrahim malah bertanya
“Tentu saja!” Jawab lelaki itu tanpa ragu.
.
“Kalau begitu, bawalah uangmu kembali,” kata Ibrahim.
.
“Engkau adalah raja para pengemis. Sesungguhnya engkau bukan hanya miskin, melainkan sangat miskin.”
Hikmah cerita ini: Orang miskin bukanlah yg enggak punya harta, tapi yg enggak pernah merasa cukup dengan apapun yg sudah dia punya

Punya pasangan enggak harus yg kaya. Terlebih indah adalah pasangan yg mampu merasa cukup, tak ingin mendapatkan seseorang yg lebih darimu
- Sekian
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Adjie Santosoputro
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member and get exclusive features!

Premium member ($3.00/month or $30.00/year)

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!