, 10 tweets, 2 min read Read on Twitter
#ngajitafsir

فَٱذۡكُرُونِیۤ أَذۡكُرۡكُمۡ
[Al-Baqarah 152]

Sudahkah mengingat-Ku?

Ayat tersebut berisi perintah sekaligus jawaban, yaitu perintah untuk berdzikir mengingat Allah, maka Allah akan mengingat hamba yg berdzikir tsb.
Dzikir scra bahasa mengingat. Mengingat sesuatu bisa dgn menyebut namanya, atau jg bsa mnghdirkanny di dlm hati dan pikiran. Maka dzikir seorang hamba kpd Tuhannya, bisa dilakukan melalui lisannya, yaitu dgn slalu bertahmid, bertasbih, mmbca kalamNya sambil mrenungkn keagunganNya
Atau bisa juga dzikir dgn hati yaitu dgn bertafakkur atas dalil2 wujudNya, sifat2Nya, perintah dan laranganNya, rahasia di balik ciptaanNya, dsb. Selain itu juga bisa melalui anggota badan yaitu dgn mencurahkan sgala perbuatannya untk mnjlnkn perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Menurut Sa'Id bin Jubair begitu juga Ibnu Abbas, maksd dr ayat ini adalah Ingatlah Aku (Allah) dgn ketaatan, maka Aku (Allah) akan mengingatmu dgn memberi pahala dan ampunan, sehingga dzikir di sini artinya taat kepada Allah dlm sgala perbuatannya.
Maka jika ia tidak taat kepadaNya, sekalipun ia telah banyak bertasbih, bertahlil atau membaca Al-Qur'an, maka Allah jga tidak akan mengingatnya dengan memberi pahala atau ampunan-Nya.
Keutamaan dzikir kepada Allah juga diterangkan di beberapa hadis Nabi.
Seperti hadis yg diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Abu Daud dgn jalur yg berbeda, diceritakan bahwa ada seseorang yg meminta amalan untuk dijadikan pegangan smpai akhir hayatnya, maka Rasulullah menjawab: "Hendaklah lisanmu basah karena berdzikir kepada Allah".
Selain itu hadis yg diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari jalur Abu Hurairah, ia mengatakan, Rasulullah saw bersabda: "Allah swt berfirman: 'Aku berdasarkan pada perasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan selalu bersamanya selama mereka mengingat-Ku".
Menurut Muhammad Abduh dalam tafsirnya Al-Manar, ayat ini mempunyai makna yg sangat besar. Seakan-akan Allah mengatakan kepada kita "Hamba-Ku, Aku akan berinteraksi dgnmu sebagaimana kamu berinteraksi kepada-Ku".
Jika dilihat dari posisinya, Allah adalah Tuhan, dan kita hanyalah hamba-Nya. Allah juga tidak butuh kita, tpi kitalah yg butuh kepadaNya. Maka suatu keisitimewaan jika Allah dengan Maha Besar-Nya berkenan berinteraksi dengan hamba-Nya yg lemah ini.
Ayat ini juga sbgai pengajaran paling mulia dari Allah kpd hambaNya, bhwa jika mereka mengingat Allah maka Allah pun akan mngingtny dgn memberi nikmat yg tak ada hentinya, tapi jika mereka mlupakan dan lalai kpda Allah, mka Allah jg akan melupakan dan mmblasny sesuai perbuatannya
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Azkiya
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!