, 14 tweets, 2 min read
My Authors
Read all threads
Yang disebut sebagai "Bandarmologi" dimulai dari seseorang bernama Irwanto Tedja di milis yahoogroup saham sekitar tahun 1999. Dia sering menyebut diri Embah Saham.

Asumsi waktu itu adalah: Yang disebut "bandar" mengendalikan pergerakan suatu saham melalui beberapa broker.
Dengan menggunakan beberapa broker berbeda, maka "bandar" diasumsikan dapat mengatur kenaikan dan penurunan harga saham. Pendek kata "bandar" melakukan manipulasi persepsi atas likuiditas suatu saham.

Disebut manipulasi karena yang beli dan jual sebenarnya dia-dia juga.
Irwanto Tedja percaya bahwa dengan "mengabsen" volume beli dan jual suatu saham berdasarkan broker - maka kita akan dapat mendapati pola yang bisa menggambarkan akumulasi suatu saham - dan kapan "bandar" akan membuang suatu saham ke pasar sampai ludes.
Dari akumulasi kegiatan jual vs beli ini, Irwanto percaya kita dapat mengetahui rencana suatu bandar - mulai dari tahap mengumpulkan sampai dengan suatu saat membuang.

Inilah yang disebut sebagai Bandarmologi.

Di milis banyak yang sependapat - juga yang tak sependapat.
Karena kecewa banyak orang yang nggak sependapat - lalu Irwanto Tedja membuat milis tersendiri.

Namanya milis "Obrolan Bandar" - isinya ya tentang gambaran di saham mana bandar sedang mengumpulkan barang dan kapan bandar akan buang barang.
Dari milis "Obrolan Bandar" ini kemudian Irwanto Tedja membuat bisnis bernama JSX Consultant, lengkap dengan layanan "wangsit" tentang apa yang kira-kira direncanakan oleh bandar.

Biaya langganan dapat wangsit sekitar Rp 1,5 juta per tahun. Sampai bikin website segala.
Karena penjelasannya simpel, maka banyak yang ikut obrolan bandar.

Tujuannya supaya bisa dapat gambaran kapan harus ikut saat bandar melakukan akumulasi saham - dan kapan harus keluar.

Peduli setan dengan kemampuan baca laporan keuangan ataupun technical analysis.
Bagian ini yang menurut saya nggak logis: Kalau yang disebut bandar bisa buka rekening di berbagai broker berbeda - apa susahnya buat dia memindahkan sahamnya ke broker-broker berbeda? Akibatnya bisa saja akumulasi ada di broker A - sementara distribusi di broker B.
Dan juga bisa sebaliknya. Atau bisa berganti-gantian. Atau menggunakan saham lain sebagai jembatan. Atau melakukan pindah buku lewat kustodian. Banyak langkah varian.

Intinya: nggak ada gun "mengabsen" broker mengumpulkan atau melepas saham X, Y, atau Z.
Tapi ya Irwanto Tedja nggak mau denger. Dan dia sudah punya audiens plus bisnis "wangsit bandar". Yang percaya pada metodologinya mungkin ribuan orang.

Terakhir yang saya tahu Irwanto Tedja sendiri jeblok di saham perusahaan kertas. Nggak tahu siapa saja yang ikut kena.
Atas hal itu sampai sekarang saya ketawa dengar orang-orang ngomong "Bandarmologi" tanpa tahu sejarahnya bagaimana dan apa asumsinya.

Bandarmologi makin absurd sesudah ada Trading ID, di mana setiap investor punya trading ID tunggal. Dan saham pun bisa disimpan di kustodian.
Karena bisa disimpan di kustodian maka broker beli atau jual menjadi irrelevan.

Bandarmologi nggak berguna, karena bisa terjadi ada broker yang kerjanya cuma jual melulu. Nggak pernah beli. Kok bisa? Karena barangnya diambil dari kustodian.
Tapi ya begitu deh, 20 tahun berlalu - orang masih juga percaya bandarmologi.

Juga sedemikian banyak orang ingin jadi "Irwanto Tedja" berikutnya, dapat bayaran dari "wangsit" dan bisa mengendalikan perdagangan lewat banyak orang.
Jalan pintas seperti begini yang bikin saya kesal.

Di satu sisi ada yang ingin "menyetir" banyak orang - di sisi lain ada saja yang mau-maunya mengekor dan tidak mau repot-repot belajar menganalisis dan mengambil keputusan secara mandiri.

Mau kaya tapi nggak mau susah.
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with Poltak Hotradero

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!