My Authors
Read all threads
Seperti janji 1 jam yg lalu. Sekarang mau berbagi obrolan bareng swami di Shiva mandir yg saya kunjungi tahun lalu saat depresi.

Setengah jam kami ngobrol tentang cinta. Cinta kepada alam, diri sendiri dan Tuhan. Bagaimana ini semua pada akhirnya merubah sudut pandang saya.
Tahun lalu hati saya patah, kembali masuk ke fase depresi. Mencoba menghabisi nyawa sendiri, bahkan ga inget keberadaan anak2 yg selalu jd alasan sy buat bertahan. tapi kemudian kawan2 baik membantu menenangkan.

Kerjaan saya cuma nangis dan diam.
Sampai satu hari saya bangun dan googling alamat sebuah kuil di Jakarta.

Memesan taksi menuju alamat yang tertera di google. Sampai di mandir saya cuma berdoa dan nangis di depan dewa Shiva.

Sampai ada satu orang menghampiri, yg ternyata adalah salah satu swami disana.
Saya diajak duduk ke pinggir. Beliau bertanya kenapa saya nangis, saya cerita semua sambil sesekali menghapus air mata. Saya bicara seperti robot yang terbata-bata. Beliau memperhatikan selama saya bicara dan tidak berkomentar, hanya mengangguk.
Akhir dari saya berbicar beliau cuma bilang

“Hmm I see...”

Kami diam lumayan lama. Kemudian beliau bilang ke saya. Bilang hal yang menurut saya ketika itu ga nyambung dari obrolan saya ttg masalah saya. Sambil bingung tetap saya mendengarkan.
Swami nanya ke saya, apa saya tau umur bumi? Saya cuma diam karena engga tau.

Swami mengerti kl sy ga tau, lalu menjawab pertanyaannya sendiri dgn bilang bhw science membuktikan umur bumi sudah mencapai 4 milyar thn lebih.

G nyambung kan masalah sy apa malah bahas umur bumi 😅
Itu yg diketahui science umur bumi 4 milyar thn, tapi tidak ada yg tau secara pasti umur bumi yg sebenarnya. Dan selama 4 milyar thn lebih bumi dan alam bertahan. Selama 4 milyar thn our mother nature memberikan kehidupan untuk semua mahkluk hidup didalamnya.
Dan selama 4 milyar thn pula mahkluk hidup didalamnya yang dilindungi dan diberikan kehidupan justru menyakitinya.

Swami bilang apa bumi menyerah? Tidak. Karena bumi dan alam tau bahwa masih ada mahkluk hidup yg menyayangi dan menjaga mereka. Karena bumi dan alam yakin.
Sering kali kita berdoa untuk kepentingan diri sendiri, kita lupa berdoa untuk alam & bumi, padahal alam memberikan banyak kehidupan utk kita nikmati.

Kita sering lupa berterima kasih pada alam ini. Dan sering kali kita lupa bahwa alam mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan.
Alam mencintai kita dengan memberikan banyak kehidupan tapi kita mengabaikan.

Alam mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan luka batin kita, tapi kita tidak mempercayai.
Apa pernah kita berdoa sebentar saja untuk alam dan berterima kasih pada alam? Tidak pernah.

Kita berdoa untuk karir, uang, sukses dan untuk orang lain agar mencintai kita. Lihat betapa ego manusia membuat manusia semakin serakah.

Saya diem,
Kesindir.
😔
Padahal apa yg kita butuhkan semua ada di Alam ini.

Kamu patah hati? Go take a walk outside, u see the trees, berdiri sekian tahun diterpa hujan, angin dan panas. Kdang di batangnya diukir nama orang menggunakan pisau tapi pohon tetap memilih untuk rindang menaungi.
Pohon yang kamu lihat memilih untuk bertahan dan menyembuhkan dirinya sendiri.

Jik Alam ini mempunyai kekuatan untuk memberikan kehidupan kepada setiap mahkluk hidup didalamnya, maka alam ini juga punya kekuatan untuk menyembuhkan.
“My child if u’r heart in doubt, please connect to our mother earth and our nature, they have a power to help and heal u. Maybe u’ll say i’m crazy, how come nature will heal my pain? The answer is connect with earth.”

Dr omongan swami saya sadar sesuatu...
Sy inget ketika itu tahun 2018 sy pernah share di ig story gimana ketika saya dulu pernah mengalami patah hati terdahsyat sy memutuskan lari di daerah dago atas. Sampai akhirnya sy kecapean dan diam ngeliatin pohon2 tinggi dan seketika itu saya merasa tenang banget.
Dan sy baru nyambung ke omongan swami bahwa saat itu mother nature sedang menyembuhkan saya dengan membuat saya ngerasa tenang ngeliatin pohon2 besar yg tinggi dan angin yang lewat.

Kok ya gw ga sadar ketika itu, ya krn belum tau 😔
“Feel this earth & nature, give love to earth & nature then u’ll notice something different after u give the love to them.”

Ga kepikiran sebelumnya, terlalu sibuk mencintai org lain yg ga memberikan apa2 selain sakit hati lalu lupa mencintai alam yg memberikan banyak hal :’)
Btw 2 minggu yg pas kena lg depresi pun akhirnya sy ngikutin saran swami untuk connect to earth lewat earthing, ya merasa lebih tenang aja setelah earthing dan di share di igs ketika itu.
Selesai?

Belum.

Percakapan kami berlanjut kepada cinta yang sering banget kita lupa; cinta terhadap diri sendiri.

Part ini bikin saya kaya kebentur2 maha dahsyat sama omongan swami.
Swami nanya seberapa besar saya mencintai diri saya sendiri? Sy bilang besar banget, buktinya sy merawat diri.

Swami ketawa dan blg bahwa sy tidak mencintai diri sendiri sepenuhnya. Terbukti dari sy mengijinkan orang lain menyakiti hati, perasaan dan mental sy hingga sy menangis
“Learn how to love yourself. It is important because at the end of the time no one can help you except yourself.”

Swami melanjutkan kok bisa g cinta sama diri sendiri malah cinta orang lain yang akhirnya menyakiti diri sementara yg berjuang selama ini kan diri kita bukan mereka
Sy jawab ya “i will but it takes time to love my self.”

“So u think it’s all about time? U think time will heal ur pain? U think time will heal ur broken heart? U think time will make u to love urself? NO. It’s not about time. It’s about ur mind. Ur mind.”
Omongan ini jd bikin keingat sama @Lunarie_Ang sama Fey yg dibulan Juli 2019 udah ngingetin sy ttg mencintai dan fokus ke diri sendiri. Tapi ya sy bandel ttp aja fokusnya ke yg lain sampai akhirnya nyakitin diri sendiri dan disadarkan kembali oleh swami beberapa bulan kemudian.
Swami melanjutkan bahwa waktu tidak akan menyembuhkan apapun. Tapi cinta terhadap diri kita sendiri, kemauan dan pikiran kita yang bisa menyembuhkan “luka”

Jika kita pikir waktu akan menyembuhkan, maka selama kita tdk mencintai diri kita maka luka itu tdk akan pernah sembuh.
Kadang kita kepikiran kan kok udah sekian tahun ga sembuh2 dan kita bertanya2, Apa yg salah? Kok malah makin jadi “sakit”nya?

Ya karena pikiran kita mengijinkan rasa sakit itu bersemayam dalam diri kita, karena kita ga cinta ke diri sendiri. Waktu tidak menyembuhkan.
“Free urself from anger, hatred, lust, jealousy, envy and negative energy. Surround ur self with positive energy, make urself happy. u are matter, know ur worth because when u know ur worth then no one can make u feel worthless my child.”

Saya nangis ketika mendengar ini.
Semua energi negatif yg kita serap di diri kita dan kita bagikan ke orang lain tidak akan membawa pada kebahagiaan bcs we will feel empty inside of us soon or later. We sow what we reap. We bring our karma in this life and in our next life.

So how to make it right? LOVE URSELF
Saya makin nangis, sibuk ngelap air mata dan menyeka ingus. Udara semakin panas diluar tapi hati saya tenang didalam mandir.

Swami cuma ngeliatin saya sambil senyum.

“Be kind to urself, dont let any negative thoughts and every negative ppl bring u down.”
Swami mulai pamit karena beliau harus bergegas pergi. Tapi sebelum pamit Swami mengingatkan saya untuk mencintai alam yang bisa menyembuhkan luka batin, mencintai diri sendiri krn diri saya berharga dan satu hal lagi;

“Surrender to God. Pray to God. He will help u, He loves u.”
Swami blg kalau berdoa sesekali ucapkan terima kasih pd Tuhan. Terima kasih atas cinta yg Tuhan berikan yg sudah menguatkan kita untuk bertahan. Kadang kita lupa berterima kasih pada Tuhan dan malah meminta doa yang lain padahal Tuhan selalu mengawasi dan menjaga.
Kita selalu merasa ditinggalkan Tuhan padahal kita sendiri yg lupa menyapa

Kita selalu merasa Tuhan jauh, padahal Tuhan bersemayam di hati kita

Kita mencintai ilusi dunia, tapi melupakan cinta pada Tuhan

Swami pamit, saya masih duduk dan merasa lebih baik. Jauh sangat baik :’)
Saya merasa lebih baik, diingatkan dan diberikan nasihat terbaik :’)
Btw connect to earth yg diajarin swami ke saya adalah

1. Rasakan
Kalo lagi jalan kemanapun perhatikan pohon, tanah, angin berhembus, sinar matahari, tarik nafas dan rasakan semuanya dan nikmati udara. Waktu terbaik itu pagi2. Tapi kapan aja bisa sih ga harus pagi.
2. Earthing
Jalan tanpa alas kaki, rasakan bumi pada telapak kaki. Baiknya di tanah, pasir laut, rumput atau bebatuan. Ya kl adanya aspal ya baiknya sih tanah :)) tp kl g ada yg gpp

Karena bumi akan mengirim energinya melalui telapak kaki kita untuk diterima tubuh.
3. Ngeliatin langit

Ga tau maksudnya apa krn ga sempet dijelaskan, coba nanti aku tanya maksudnya apa yah

Semoga membantu 🙏🏼☺️
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with IG: Hujandisenja.naj

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!