My Authors
Read all threads
- T e r s e s a t -

THREAD

aku tersesat di alam "mereka", tanpa tahu caranya kembali.

#horrorstory
#bacahorror
@ceritaht
Tahun 2007

Ah rasanya begitu sakit kepala ini, Aku terbangun. Kulihat jam di meja ku pukul 02.00 dini hari. Huh...Lagi gumamku dg menahan sakit yg tak tertahankan dikepalaku. Ya, Hampir sebulan ini aku sering terbangun malam karena rasa sakit dikepalaku akibat kecelakaan.
Aku cukup bersyukur dapat terbangun setiap sepertiga malam. Alhamdulillah bisa sholat malam. Walau aku sering tak bisa tertidur lagi, hingga membuatku sering tertidur dijam belajar di sekolah. Hari ini masih ku lihat "mereka2" yang sama yg kulihat setiap aku terbangun malam.
Malam ini aku keluar rumah duduk di Teras rumah menatap jalan yg begitu sunyi. Ya, sama seperti malam2 sebelumnya. Dengan menahan rasa sakit dikepala yg membuatku tak bisa terlelap, aku sering menghabiskan malam ku diteras atau sekedar berjalan kesana kemari didepan rumah.
Pukul 2.00 dinihari, masih kulihat "mereka" yg tak kasat mata, berbondong melayang menuju arah barat. Beberapa diantara mereka tersenyum padaku. beberapa pula ada yg mengajakku mengikuti mereka. Kadang aku hanya tersenyum, kadang hanya mengangguk mempersilakan, kadang juga
dikagetkan oleh mereka yg mengusiliku, kadang ada juga yg mampir menemaniku duduk diteras. Aku tahu kemana saja mereka akan pergi. Mereka akan pergi menyebar mengganggu orang2 yg kurang iman dan menjahili orang2 dengan kebodohan.
"Mereka ini penghuni lahan yang tak jauh dari
rumahku, dilahan itu seperti rawa karena bekas sawah yg ditinggalkan. Ada beberapa pohon besar disekitarnya (seperti pohon randu yg sampai sekarang masih ada). Pohon bambu pun tampak sangat rimbun dan banyak hewan reptil tinggal di lahan ini, paling banyak ular.
Yah mereka suka
lahan ini yang kotor,lembab,sulit dijangkau manusia dan banyak hewan buas. Setiap pukul 1-3 pagi mereka akan berbondong keluar dari tempat itu dan menakuti bbrpa tempat di kampungku.Seringnya mereka keluar tepat pukul 2 pagi.Dan akan kembali menjelang subuh sekitar pukul 3-4 pagi
Lahan ini memang ada disisi timur rumah ku. Hanya berjarak 2 rumah, dengan sela kebun ayahku yang terdapat jalan setapak yg selalu tampak gelap karena tak bisa dipasang lampu(selalu mati) karena ada sosok kakak beradik yg tak suka terang berada dipohon nangka besar dikebun ayahku
Di tahun 2007, dikampungku masih terasa mistis. Seperti cerita ku sebelumnya pada pernikahan kakakku tahun 2006. Dikampungku masih banyak yg suka melakukan hal mistis untuk hal2 yg kurang pas. Kadang ada yg bersemedi di bukit belakang rumahku hanya untuk mendapatkan nomer untuk
judi togel. Masih ada orang2 yg mencari cara instan dengan pesugihan tuyul atau babi ngepet, tentu saja pesugihan ini dilakukan tiap malam pula. Terkadang juga ada pencurian di rumah warga. Karena hal2 seperti ini warga berinisiatif menggalakan ronda setiap malam. Pernah satu
kejadian bapak2 yg sedang ronda ditakuti dengan kejadian mistis, mereka awalnya mencium ubi bakar dari arah bukit. Bapak2 ini mendatangi arah bau karena takut kalo itu pencuri yg akan beraksi. Tapi ketika berada diaekitar bukit, meraka tak menemukan apapun. Sampai mereka melihat
sosok wanita bergaun putih berambut panjang berjalan dari arah berlawanan dari mereka. Bapak2 ini mencoba memastikan itu manusia atau bukan, didekatilah tapi lama kelamaan wanita ini terbang melayang dan trtawa cekikikan khasnya. Sontak bapak2 ini berlari bersama sekencang mngkin
Yah wanita cekikikan ini termasuk satu anggota gerombolan yg keluar setiap jam 2 dinihari.
Aku masih ingat, ditahun itu ada pula seorang bapak paruh baya yg pulang kerja larut malam. Dia melewati satu jalan kampung yg memang jarang dilewati warga karena banyak rumor menakutkan.
Entah kenapa hari itu dia melewati jalan itu. Padahal dia seringnya jalan memutar.
Memang sih jalan itu lebih dekat dari rumahnya,mungkin sdh lelah ingin segera sampai.
Jalan ini membentuk pertigaan yg tepat disudut pertigaan ada Pos Ronda yg lama tidak terpakai karena rumor2
dibelakang pos ini Ada sungai dengan pohon bambu yg begitu rimbun. Memang dulu disitu sering ku lihat banyak genderuwo di bambu2 itu. Rumor menakutkan semakin dibuat setelah ada seorang anak kecil yg meninggal digorong2 tepat dibawah pos trsebut yg aliran airnya menuju sungai itu
anak itu meninggal karena terpeleset saat hujan deras dan masuk hanyut ke selokan menuju gorong2 di bawah pos ronda itu. Walaupun anak itu hanyut sampai ke laut. Tapi warga kampung banyak yg berspekulasi kalau anak itu meninggal akibat kepalanya terbentur batu besar yg berada
tepat lubang keluar gorong2 itu. Itu diperkuat dengan kepala anak itu yg masih banyak mengeluarkan darah segar saat dimandikan jenazahnya.

Kembali ke bapak paruh baya yg pulang larut malam tadi. Bapak itu berjalan kaki dan melewati pos ronda. Yang dipos ronda dia melihat ada
seorang gadis menangis tertunduk. Bapak itu menghampiri gadis itu karena merasa kasihan sudah larut malam masih disini, mengira gadis itu mungkin tersesat. Tapi saat ditanya, gadis itu menoleh dengan muka yg hancur berlumuran darah.
Bapak itu seketika lari terbirit2 menuju rumah.
Yang bikin gempar, sampai 2 mingguan bapak itu sampai tidak mau makan, tidak mau bicara dan tidak mau beraktifitas sama sekali. Dia seperti sangat trauma. Sampai dibawa berobat kemana saja. Dia baru mau cerita setelah ditenangkan oleh seorang ustadz dikampungku.
Ya, gadis berlumur darah ini masih sama dari gerombolan gang pukul 2 dinihari.
Dulu aku tidak begitu paham. Tapi setelah hampir sebulan aku selalu memperhatikan gerombolan mahluk2 ini aku baru menyadari sosok gadis ini benar2 dia yg menakuti si bapak.

Malam ini aku masih
terduduk di teras, ada satu anak kecil dari "mereka" yg menghampiriku dan mengajakku bermain petak umpet. Karena aku bosan, aku mengiyakannya. Aku bermain dg anak ini, sesaat aku terpejam untuk memberi ksempatan padanya untuk brsembunyi. Tapi saat aku terpejam aku merasa berada
di tempat lain yg tak kukenali. Aku sontak terkejut dan berusaha membuka mata. Tak kulihat lagi anak kecil tadi. "Ah, apa tadi?" gumamku merasa bingung dg yg kurasakan tadi sepertinya aku mengikuti anak tadi bersembunyi di alamnya. Aku merasa sedikit takut. Ku putuskan
masuk rumah dan kekamar.
Aku berbaring ditempat tidur dan mencoba memejamkan mata agar tertidur kembali.
Tapi saat aku pejamkan mata, aku seperti kembali ketempat yg tak kukenal tadi. Aku terkejut lagi, jantungku berdetak kencang. Akhirnya aku tetap membuka mata dan mengingat
mata pelajaran yg akan kupelajari hari ini disekolah.
Tak lama kudengar suara langkah kaki menuju kamarku. Pasti itu ibu. Ya ibu ku memang selalu menengok anak2nya dikamar masing2 tiap malam. Ibu ku membuka pintu kamarku dan melihat ku tidak tidur. Aku mengatakan pada beliau,
kepalaku terasa sangat sakit. Yang kemudian membuat ibu ku duduk di sampingku dan memijat kepalaku. Sebenarnya aku malu, sudah jadi anak STM masih seperti anak kecil yg dininabobokan.
Aku juga sedih saat itu aku sempat tak mengenalinya.
Dan membuatnya menangis.
Maaf ibu, bukan
aku sengaja.
Ibu ku memijat kepalaku sambil menawarkan besok mau kedokter lagi atau tidak.
Aku katakan tidak, besok mau sekolah saja.
"Wong.e sing nabrak kog rak tanggung jawab ngene ya?kog langsung gak iso ditelpon,alamate digoleki jebul kog orak omahe asli."(orang yang nabrak
ini kog gak tanggung jawab gini ya? langsung gak bisa di telfon, alamat yg diberikan ternyta juga bukan rumah aslinya): Kata ibu ku kepada ku.
Aku hanya mengangkat bahuku tanda tidak tahu.
Bagaimana aku tahu, bahkan aku mengalami kecelakaan pun aku tak ingat sampai sekarang.
Aku hanya mendengar cerita dari ibuku dan teman2 ku bahwa aku mengalami kecelakaan.
Kata mereka hari itu sepulang sekolah aku bersama ketiga teman dekatku pergi kerumah temanku utk mengerjakan tugas. Sepulangnya, aku dan satu temanku naik angkot yg sama dan yg satu naik bus.
Aku turun terlebih dahulu untuk transit angkot yg menuju rumahku. Ketika aku akan menyeberang, Aku ditabrak oleh satu sepeda motor yg melaju kencang dari sisi kananku, yg ternyta sipenabrak ini mengantuk dan sudah menabrak tukang becak sebelumnya. Aku tak sadarkan diri.
Beruntung saat itu ada kakak kelasku yg melintas rumahnya dekat kejadian. Melihat ada kerumunan dan mendekat, dia mengatakan pada orang2 kalau dia mengenalku. Segera aku dibawa kerumah sakit. Dan kakak kelas ku menghubungi beberapa temanku agar bisa menghubungi keluargaku.
Karena seperti tidak ada cedera luar dan aku sudah sadarkan diri. Akupun diajak pulang. Dalam perjalanan aku sempat tertidur sejenak. Saat aku membuka mata aku melihat banyk orang mengerumuniku di tempat tidur.Aku merasa sangat asing pada mereka. Dan menanyakan siapa mereka semua
Dari raut wajah mereka, tampak mereka sangat terkejut dengan pertanyaanku.
Lalu seorang wanita paruh baya mendekat kepadaku dan mengelus kepalaku dan menanyakan dirinya kepadaku. Aku hanya menggelengkan kepala tanda tidak tahu. Sontak wanita ini langsung menangis sesenggukan dan
memelukku erat. (yg skrg aku tahu bahwa wanita itu ibu ku)
Saat itu kudengar suara adzan dari masjid. Aku bertanya itu adzan untuk sholat apa? ibuku menjawab itu adzan sholat isya.
Kata ibuku, saat itu aku segera turun dari tempat tidur dan mengambil wudhu. Kemudian sholat isya.
Tapi baru saja aku mneyelesaikan 4 rakaat sholat isya dan sudah salam. Aku menanyakan lagi pada orang2 apakah aku sudah sholat isya apa belum?.
kemudian aku bangun dan sholat lagi. Hingga berulang2. Entah berapa kali aku sholat isya. Sampai aku dihentikan oleh ibuku dan disuruh
istirahat kembali dan akupun tertidur.
Dari cerita ibuku. Pagi hari aku melakukan aktifitas seperti biasa yg aku lakukan setiap hari ketika akan berangkat sekolah. Aku juga menaiki bis seprti biasa, sampai ibuku mengikutiku sampai kesekolah dan menyampaikan kepada guruku apa yg
kualami kemarin.
Hari itu aku ingat. Guru wanita menggandengku menuju kelas. tapi aku tak ingat sama sekali siapa guru itu. Aku dsuruh duduk dibangku oaling depan dari kelas itu. Yang kemudian beberapa teman menghampiriku dan mengerumuniku menanyakan banyak hal kepadaku.
Sungguh aku ketakutan. Karena Aku tak mengingat mereka satu pun, aku pun menangis. Guru ku wanita datamg lagi kepadaku. Menanyakan bagaimana keadaanku dan menanyakan namaku. Aku sungguh kebingungan saat itu. Aku baru menyadari, aku pun tak ingat siapa namaku. 😭
Aku melihat teman
teman sekitarku. Kulihat nickname di baju mereka semua. Respon aku langsung menunjuk nickname yg menempel dibajuku. Sungguh saat itu aku mulai sangat kebingungan dengan yg terjadi kepadaku. Aku bahkan tidak ingat aku biasa sampai ke sekolah. Ku lihat sekelilingku untuk memastikan
aku mengenali suasana dan orang2 dikelas. Tapi aku tak juga ingat.(ngetik ini dengan sedih mengingat kejadiannya 😣)
Kulihat beberapa siswi dikelas tampak tertunduk dan menangis. Aku tak mengenali mereka.(yg stelahnya ku tahu mereka teman dekatku yg bersamaku sebelum kecelakaan)
Untuk beberapa waktu aku tak mengingat orang2, juga kejadian2 sebelum kecelakaan.
Butuh berbulan2 untuk aku mengingat kembali orang2, itupun ada yg berkenalan kembali karena benar2 tdk bisa mengingat. Bahkan banyak memory kenangan sebelum kecelakaan menghilang sampai saat ini.
Tak hanya pada ingatanku.
Kecelakaan ini juga berdampak pada sisi supranatural ku. Awalnya aku tak menyadari. Bahkan saat awal2 aku berusaha mengingat, aku juga tak ingat aku bisa melihat "mereka" yg tak kasat mata. Yang kadang membuatku tidak bisa membedakan mana yg manusia dan
mana yg mahluk halus.
Aku jadi sering bermain dengan "mereka", yg tanpa kusadari bahwa mereka bukan manusia. Lama kelamaan aku ingat tentang "mereka2", karena seringnya penampakan mereka yg tidak layaknya manusia. Aku mulai menjauh dan tidak bermain dengan "merek". Tapi hal itu
menjadi jalan menembus kesadaranku untuk membuatku bingung mana alam ku dan mana alam "mereka". Hanya dengan aku memejamkan mata, mereka sudah bisa mengajakku menuju alam mereka. Seringkali saat latihan pencak silat aku tak sadarkan diri karena terbawa ke alam mereka.
Karena dipencak silat ada gerakan pernafasan dengan memejamkan mata. ketika melakukannya, aku jadi seperti sering keluar dari badan ku sendiri. Yang mengakibatkan tubuhku ambruk tak berdaya karena ragaku yg pergi dari tubuhku.
Bahkan dalam posisi berdiri, aku akan tiba2 trjatuh
tak sadarkan diri. Aku selalu dibantu pelatih dan teman2 silat agar sadar dan kembali pada tubuhku. Saat aku merasa raga ku pergi dari tubuhku. Aku selalu diajak oleh sosok2 mahluk halus yg berbeda. Ditempat2 yg berbeda pula.

Hal ini juga berlaku ketika aku tidur malam.
Sampai setiap tidur, aku selalu memeluk kitab suci Al Qur'an. Karena aku takut diajak ke alam mereka saat tertidur. Pernah ketika akan tidur, baru memejamkan mata sejenak tiba2 aku terkejut bukan main, entah kenapa. Saat membuka mata kembali ada sesosok wanita muda sudah berada
didekatku menggandeng anak kecil laki2. Mereka berpakaian seperti prajurit jawa. Wanita mengenakan baju kemben hitam dengan bawahan jarik lurik hitam putih, kepalanya seperti diikat sanggul khas prajurit jaman kerajaan dulu dengan hiasan kepala berwarna emas berukir melingkar
dikepalanya, dengan beberapa aksesoris tembaga khas jaman dulu, dia juga membawa senjata seperti tombak. Begitupun dengan anak laki2 disampingnya, bertelanjang dada,bawahan berjarik, kepalanya berhias tembaga yg lebih indah dari wanita tadi, anak ini begitu tampan juga tersenyum
padaku.
Yang kemudian si sosok wanita. Mempersilakan aku untuk ikut mereka menaiki sebuah delman indah yg mereka bawa. Anak laki2 tadi tampak sangat senang dan berusaha menggandeng tanganku.
Tapi karena aku sadar mereka bukan manusia. Aku menolak ajakan mereka secara halus.
Bahkan aku mengatakan pada mereka, kalau aku ikut mereka nanti orang tuaku mencariku. Sambil ku tunjukan ayah ibu ku yg sedang nonton tv diruang keluarga. Si wanita hanya diam, tapi si anak laki2 kecil tampak sedih dan kecewa. Lalu mereka hanya mengangguk kepadaku dan pamit pergi
Hal ini sering ku alami setelah kecelakaan itu. Kadang mereka minta ijin mengajakku pergi. Kadang ada juga yg memaksa yang artinya tiba2 raga ku dibawa ke alam mereka tanpa ijinku.
Dari kecelakaan ini. Aku juga sering dan bisa melihat warna2 dari seseorang. Yang dikatakan itu
itu warna aura seseorang. Aku sering melihat kondisi hati dan pikiran seseorang yg muncul disekitar tubuhnya.

Tapi dari hal2 ini. Tak kusadari pula banyak mahluk2 yg mudah ikut kebadanku. Sampai ada beberapa (cukup banyak lebih dari 5 sosok)yg kulihat menempel dibadanku.
Karena terlalu sering aku terbawa ke alam mereka. Akhirnya aku jadi makin tertarik pada alam mereka yg terlihat sunyi dan terkesan tenang. Terkadang aku sengaja masuk kealam mereka untuk menenangkan diri saat banyak hal yg terpikirkan. Aku seperti menemukan satu tempat yg tenang
sunyi, penuh pepohonan besar, sejuk yg sedikit lembab, tapi tak terlihat jalan keluar dari tempat itu. Yang kulihat satu cahaya hitam diujung pepohonan yg semakin dilihat semakin tak berujung.
Jika aku masuk ketempat itu dg kemauanku sendiri, aku bisa tersadar dengan sendirinya.
Karena aku hanya melihat tempat itu dg berdiri disatu titik, tanpa menyusuri tempat itu.
Namun ini membuatku terlena, tanpa memikirkan bahaya yg akan terjadi.

Satu ketika...
Kelas 2 STM masih tahun 2007, beberapa bulan setelah kecelakaan.
Hari itu aku dan beberapa temanku sekelas yg mengikuti ekskul pencak silat diberi dispensasi untuk ijin keluar
terlebih dahulu, karena akan mengikuti kejuaraan pertandingan silat tingkat jawa tengah (kalo tidak salah ingat) yg di selenggarakan di salah satu universitas islam di Semarang. Siang itu kami anggota silat datang ke universitas tempat diselenggarakannya pertandingan dengan
naik bus angkutan kota. Kami sampai disana menjelang sholat Ashar. Dari halaman masuk universitas kami menuju masjid untuk sholat trlebih dahulu. Jalan menuju masjid cukup jauh, sekitar ku lihat banyak pohon2 besar yg sangat rimbun. Membuat halaman universitas ini tampak sejuk
namun agak gelap karena rimbunnya pepohonan. Dibelakang universitas ini terdapat rawa2 dan tambak2 yg cukup luas. Itu karena Universitas ini tak jauh dari laut. Ada beberapa bangunan yg tak terpakai karena tampak sudah hancur dan akan roboh.

Sampai di masjid, kami sholat ashar
Selesai sholat kami menuju aula pertandingan. Aula ini terletak di lantai 3 di satu gedung universitas ini. Lantai 1 dan 2 sepertinya digunakan untuk kelas. Kami harus menaikki tangga 2 lantai untuk sampai kearena pertandingan silat.
Sampai diatas kulihat sudah sangat ramai dan
para pesilat sudah bersiap untuk bertanding sesuai jadwal pertandingan mereka.
Sedangkan jadwal bertanding ku baru esok hari. Ku lihat sekeliling tampak penuh orang, juga penuh mahluk halus bawaan dari pesilat2 yg ada disitu. Aku belum melihat mahluk yg asli ada di bangunan ini.
Aku segera menuju tempat bersiap untuk anggota pencak silat dari sekolah kami.
Ku lihat jam di hp ku, saat itu sudah hampir setengah 5 sore.
Setelah brefing sebentar untuk mengetahui peraturan pertandingan. Aku menyempatkan diri sebentar untuk melihat pertandingan di aula besar.
Sempat ku lihat sosok yg amat besar berwarna hitam,didekat seorang pesilat yg akan bertanding, entah dari mana asal pesilat itu. Ku tanyakan pada pelatihku mahluk apa itu. Sepertinya itu mahluk pembantu pesilat itu. Entah apa maksudnya saat itu aku juga kurang paham.
Hampir jam 5 sore.
Hpku bergetar, sms masuk dari satu teman dekatku.
Dia dan satu lagi temanku datang ke universitas tempat pertandingan, mereka sudah menunggu di depan masjid universitas. Aku segera turun untuk menemui mereka berdua.
"Kog kalian kesini? kenapa?" tanyaku.
"gakpapa, nemenin kamu aja kasih semangat, kan kalo besok kita sekolah gak bisa datang" jawab mereka sambil tersenyum.
Dibarengi satu teman sekelasku yg juga anggota silat menyenggolku dan berucap "cie...besok kan kamu ulangtahun"

Ah....aku baru ingat. Besok hari kelahiranku yg
juga bebarengan dg hari kelahiran satu teman dekatku, tapi saat itu dia tidak ikut ke universitas karena rumahnya terlalu jauh.
Aku tersenyum pada ke dua teman dekatku "oh kalian kesini karena itu?" cletuku pada mereka berdua.
"Hahahaha" .mereka hanya tertawa menandakan kata iya
Sampai menjelang magrib kami berbincang di teras masjid. Adzan magrib pun segera berkumandang. Aku dan teman2ku segera ambil wudhu dan sholat.
Selesai sholat kedua temanku berpamitan untuk pulang kerumah. Aku mengantar mereka menuju gerbang unibersitas.Jalan menuju gerbang harus
melewati pepohonan besar dan beberapa bangunan kampus yg sdh tak terpakai, juga melewati deretan kantin kampus yg semuanya hampir sudah menutup lapak mereka. Memang agak jauh, karena masjid universitas berada jauh dibelakang. Suasana kampus begitu sunyi dan semakin gelap.
Ditambah penerangan lampu tk begitu banyak dan dbuat jarak yg lumayan berjauhan.
Rimbunannya dedaunan dari pohon2 besar ini semakin membuat cahaya seakan meredup. Aku cukup merasa nyaman dengan kesunyian ini. Sampai kusadari "mereka" mulai menampakkan diri hampir di semua tempat.
Beberapa wanita berbaju putih berambut panjang,tampak melihat ke arahku dan melambai padaku dari atas pepohonan. Sesekali terdengar suara tawa mereka.

Di beberapa sudut bangunan yg gelap nampak mahluk besar, hitam berbulu lebat dan bermata merah.
Dan mahluk2 lain yg terlihat
tidak utuh tubuhnya. Aku hanya melewati mereka tanpa memperdulikan mereka. Tak ku katakan pula pada kedua temanku apa yg kulihat saat itu. Ku antarkan temanku kegerbang dan segera aku naik kembali ke gedung tempat pertandingan. Aku berlari kecil menaiki tangga dari lntai satu ke
lantai 2, tiba2 ada yg menabrakku tembus badanku. Aku berhenti dan menoleh. Satu sosok berbalut kain putih yg terikat dibeberapa bagian tubuhnya dengan mata yg berdarah(pocong),melayang pelan menjauh dari ku setelah menabrak menembus tubuhku. "Hah, Astagfirullah" ucapku.
Aku berlari lebih cepat menuju atas. Sampai terengah engah aku berlari. Semua teman pencak silat sampai mengalihkan pandangan mereka kepadaku. Pelatihku bertanya :
Pltih : "Ono opo kog nganti menggeh2 ngno?".(ada apa kog sampe terengah engah begitu?)
Aku :"iku...iku...pocong
(sambil menunjuk kearah belakang dan masih terengah2)
Semua tertawa terbahak melihat ku. Aku mengernyitkan dahi dan duduk didepan mereka semua.
"Lha ono opo to? kog malah do nggyu?"(lha ada apa to? kog malah pada ketawa?), tanyaku pada mereka.
Mereka bercerita, ternyta mereka jg
sudah di jahili dg penampakan pocong ini. Entah kenapa, mungkin pocong itu hanya ingin iseng.
Aku jadi ikut tertawa, ternyta pocong itu tak hanya cari perhatian padaku tapi pada banyak orang. haha.
Sampai pukul 9 malam,keadaan masih baik dan pertandingan berjalan dg lncar.
Aku putuskan untuk pulang dulu ke rumah dengan diantar salah satu anggota pencak silat. Esok hari datang lagi untuk bertanding.
Pagi hari yang kuingat waktu itu hari jum'at. Hari ini usia ku tepat 17 tahun. Sangat kebetulan saat itu tepat sekali dg hari aku dilahirkan dari rahim ibuku. Hari jum'at weton jawa yg sama dan ditanggal yang sama pula.

Setelah bersiap, Aku segera berangkat ke universitas tempat
diselenggarakannya pertandingan silat. Aku merasa cukup brsemangat karena hari ini hari lahirku. Walaupun belum ada teman2 silat yg memberiku selamat. Tampaknya mereka sedang fokus pada pertandingan hari ini. Karena hampir semua dari kami akan bertanding maraton atau bergantian.
Pagi itu cuaca sangat cerah. Terik matahari juga semakin menyengat seiring waktu yg berjalan. Hari itu aku akan bertanding bada' dzuhur. Jadi pagi aku masih cukup waktu untuk pemanasan sebelum bertanding. Sekitar jam 9 pagi aku melihat dari depan masjid kampus ada sesuatu yang
terbang melayang. Tak Tampak jelas. Aku agak penasaran dan coba kuperhatikan kembali. Ada satu pasukan dayang,mengiringi satu delman yg mewah. Mungkin ada lebih dari 10 sosok dayang berpakaian khas jawa seperti Ratu Panti Selatan (Nyi Roro Kidul). Aku hanya melihat selendang
berwarna hijau menyulur panjang dari delman sampai ke atap masjid. Aku tak cukup bisa melihat sosok yg berada di dalam delman itu, karena posisi ku yg hanya mendongak keatas dari halaman masjid.
Aku bertanya kepada temanku FR yg juga bs melihat mahluk tak kasat mata. Apakah dia
juga melihat apa yg aku lihat.
Aku :"Ndut, itu! Lihat" (ppnggilan ksayangan dari ku untuk FR yg brbadan gembul, sambil mengarahkan kepalaku keatas atap masjid)
FR :"ih...iyo.. kamu juga lihat? seneng to kamu warnanya ijo"(kebetulan warna kesukaan ku memang hijau)
Aku :"Hahaaha,
ya bukan yg kyk gitu juga ndut". Naik yuk!"

Setelah sholat dhuha, Aku dan teman yg lain memutuskan naik kembali ke lantai 3 gedung pertandingan. Sesuai jadwal beberapa diantara kami sudah ada yg maju untuk bertanding pagi itu.
Giliranku maju kearena pun segera tiba. Aku merasa
gugup. Aku duduk didepan jendela dengan kaca yg sangat besar dengan arah pemandangan dari jendela kebawah nampak halaman kampus yg luas nan rimbun serta masih bisa melihat masjid terutama atapnya.(karena dilntai 3). Dan yg sampai sekarang aku merasa itu kesalahanku adalah
saat itu aku merasa gugup dan aku mencoba mengatasi kegugupanku dg memasuki dunia "mereka" yg sunyi dan terlihat tenang.
Aku duduk bersila menghadap kaca dan memejamkn mata. Kurasakan ketenangan.
Aku ingat sebelum menutup mata, aku melihat sosok yg berada didalam delman yg
diiringi dayang tadi. Dia tampak cantik dengan selendang hijaunya. Melintas terbang dengan suara delmannya yg gemrincing di telingaku. Wanita itu tersenyum kepadaku. Aku balik tersenyum dan menyaksikanya hilang berlalu ke arah laut.
Aku tidak begitu menghiraukannya. Dan segera
menutup mata. Beberapa saat aku menghilangkan rasa gugupku. Aku tersadar sudah dalam keadaan terbaring dari awal posisiku duduk.
Aku segera bangun dan melakukan gerak pemanasan sebelum bertanding. Lalu aku berlari aula pertandingan, duduk samping pelatih menunggu giliranku.
Giliranku pun tiba. Aku mulai pertandingan cukup baik. Tapi ditengah pertandingan aku merasa tubuhku agak lemas, mataku agak kabur melihat lawan maupun sekitar. Tangan ku sesekali melakukan gerakan seperti menari. Tanpa aku menyadarinya. Aku masih cukup sadar. Tapi badan ku
seperti sudah dikendalikan. Kadang aku sambil tersenyum2 membuat kembangan dengan tangan yg menari gemulai. Ditengah2 break sebentar untuk ronde kedua aku sempat mengatakan kondsi badanku yg sulit ku kendalikan pd pelatihku. Pelatihku mengatakan untuk fokus trlbih dahulu.fokus!
Oke.Aku harus fokus, pikirku saat itu. Pertandingan dilanjutkan, tapi sungguh ini bukan diriku. Tubuhku semakin tk bisa dikendalikan. Aku semakin menari gemulai. bahkan menggoyangkan kepalaku. Aku sangat sadar ini bukan diriku. Ya kali kn, boro2 aku bisa nari selues itu, tidur aj
aku gak bisa lues.
Selesai pertandingan aku menuju tempat istirahat dan berganti baju. Sambil memakan dan menawarkan pda teman2 permen lolipop kesukaanku yg diberi FR tadi pagi. Setelah istirahat sejenak, aku kembali ke aula untuk menyaksikan pertandingan. Sekitar 10 menit
aku menyaksikan pertandingan. Aku kembali lagi ke tempat istirahat. Baru aku berbincang sambil berdiri. Tubuhku tiba2 merasa lemas. Aku jatuh tk sadarkan diri.
Dari cerita pelatih dan teman2ku yg saat itu berada disitu. Setelah jatuh dan tk sadarkan diri. Tubuhku terus bergerak
seperti terus menari, dari mataku keluar air mata yg terus mengalir.
Dan aku tidak merasakan berada dalam tubuhku. Raga ku sudah berada disuatu tempat yg megah seperti kerajaan. Kulihat laut yg begitu luas. Aku merasa aku berada dsuatu tempat yg jauh didalam laut. Entah bgmn
aku bisa sampai kesana.
Waktu itu didalam istana aku seperti disuruh menari tanpa henti bersama beberapa dayang berpakaian jawa.
Kami menari dihadapan wanita cantik berselendang hijau. Sepertinya wanita ini Ratu Pantai Selatan (Nyi Roro Kidul). Karena dari penampilannya sama
seperti yg digambarkan oleh orang2.
Wanita ini tersenyum padaku. Aku masih menari tanpa bisa mnghentikan gerakanku. Kusadari tak seharusnya aku disini. Bagaimana bisa aku sampai disini?. Aku menari dengan berurai air mata. Aku tidak tahu bagaimana caranya kembali ke tubuhku.
Yang kurasakan saat itu hanya ingin berteriak minta tolong pada siapa saja. Dalam hati dan pikiranku aku sudah sekuat tenaga untuk berteriak tolong. Tapi mulutku seperti terkunci, tak bisa bergerak. Raga ku yg diajak secara paksa ke alam bawah laut yg tak kasat mata ini, terus
bergerak gemulai mengikuti alunan gamelan. Sungguh aku merasa sangat takut, aku takut tak bisa kembali. Aku takut tak bisa melihat keluarga dan teman2ku lagi. Airmata tak berhenti mengalir dari mataku. Aku menyerah. "Aku pasrah Ya Allah, tolong bantu aku kembali" doaku dalam raga
tanpa tubuhku.
Aku terus berdoa kepada-Nya.Yg setelah bbrapa lama.Allah mendengar doaku dan mengabulkannya.

Tiba2 satu orang yg ku kenal, termasuk petinggi dari perguruan pencak silat yg ku ikuti. Beliau adalah orang yg membantuku dari awal sejak aku mengenal jin turunan yg
selalu bersamaku.
Beliau datang tepat dihadapan Ratu Pantai Selatan. Berdiskusi sebentar dengannya. Kemudian menarik tanganku dan membawa raga ku pergi. Terbang menaiki satu kuda berwarna putih. Kuda ini bertanduk satu, Bersayap lebar seakan dapat terbang tinggi dan jauh.
Tanpa bicara aku hanya terdiam dibelakang beliau dan berpegang erat. Aku sudah tak bisa berpikir apapun. Beliau mengantarku sampai ke ruangan dimana aku jatuh dan tak sadarkan diri sebelumnya. Raga ku turun dari kuda putih itu, memijakan kaki keruangan dengan menembus kaca besar
yg berada diruangan itu. "Matursuwun, marursuwun sanget" ucapku pada beliau. Beliau hanya mengangguk, kemudian pergi terbang dan menghilang.

Kebingunganku belum usai. Setelah raga ku dibantu kembali keruangan itu. Aku belum bisa kembali ketubuhku.
Aku hanya berdiri dipojok
ruangan itu disamping kaca besar. "Ya Allah, Ya Allah..bagaimana masuk ke tubuhku sendiri?" aku berucap dan menangis tersedu.
Ketakutanku memuncak saat melihat tubuhku sendiri bergerak masih terus menari dan mengeluarkan airmata dg mata terpejam. Kulihat pelatihku duduk bersila
dihadapanku dan terdiam seperti fokus. Teman2 ku sibuk memegangiku agar tak terus bergerak. Beberapa terus membantu berdoa agar aku segera sadar. Sungguh merepotkannya aku saat itu. Rasanya ingin minta maaf saat itu juga. Tapi aku belum menemukan cara untuk masuk ke tubuhku.
Diruangan itu juga ku temui pocong yg sebelumnya meneror kami. Dia hanya berjarak sekitar 3 meter dari ragaku yg berada dipojok. Dia menatapku penuh kesedihan. Seakan dia pernah merasakan apa yg kurasakan saat itu. Aku tak menghiraukannya hanya menatapnya sesaat dan menunduk.
Cukup lama aku belum bisa masuk ketubuhku. Sampai kulihat cahaya putih yg sangat terang dan menyilaukan dihadapanku. Tiba2 aku sudah kembali ketubuhku dan tersadar membuka mataku. Kudengar semua mengucapkan "Alhamdulillah" mereka sangat bersyukur. Aku pun bersyukur dalam hatiku.
Tapi aku tak belum bisa mengucapkan sepatah katapun. Tubuhku sangat lemas. Benar2 lemas, bahkan aku hanya bisa mengedipkan mata. Menggerakan jari pun aku belum bisa. Energi ku terkuras habis. Habis tak tersisa. Pasalnya aku tak sadarkan diri dan terus bergerak sangat lama.
Aku mulai jatuh dan tak sadarkan diri dari sekitar pukul setengah 2 siang. Ragaku terus bergerak di alam "mereka" sampai menjelang magrib. Sedangkan tubuhku masih terus lanjut bergerak sekitar 2 jam setelah ragaku kembali keruangan. Setengah 8- jam 8 malam, aku baru tersadar.
Tubuhku tak bisa digerakkan sama sekali. Aku menjawab pertanyaan pelatih ku dg kedipan mata beberapa kali. Sampai pukul 10 malam aku baru bisa menggerakan jari2 tanganku dan mulai sedikit bicara. Aku ditawari pulang agar ibuku tidak khawatir. Tapi aku meminta waktu sebentar lagi
agar setidaknya dapat duduk. Hampir jam 11 malam aku masih belum bisa bangun dan duduk sendiri dg tegak. Tapi aku tetap meminta diantar pulang, karena dirumah tidak ada yg bisa mengabari kondisi ku. Aku juga tidak mau menginap ditempat ini,rasa takutku masih tak bisa kusingkirkan
Aku dipapah pelatihku dan satu kakak kelasku untuk jalan turun ketempat parkir. Rasanya aku berjalan bagai melayang karena seperti menggantungkan badanku ke dua orang, bahkan kepalaku tk dpt tegak sempurna.
Aku diantar kerumah yang sudah ditunggu ibuku didepan rumah.
Pelatihku menjelaskan singkat tentang kondisiku kepada ibuku. Aku segera bantu masuk ke kamar untuk istirahat. Aku terbaring dan memejamkn mata dan langsung tertidur.

Pagi hari aku masih sangat lemas, namun aku sangat terkejut dg kondisi kamarku yg sangat berantakan.
seprai sudah lepas dan jatuh ke lantai, selimut juga sdh dibawah, begity juga dg bantal dan guling yg sudah dilantai dan sudah tk bersarung.
"Ada apa denganku dalam tidurku tadi malam?" gumamku keheranan.
Apa aku bergerak lagi tak sadar.
Ini sungguh tak biasanya. Sama persis
seperti hari aku pertama kali mengikuti ruqyah disekolah, esok harinya setelah tidur malam, kamarku juga berantakan seperti ini.
Aku sangat yakin ini diluar kesadaranku. Karena biasanya aku tidurpun jarang bergerak. Tetap pada posisi berbaring awal sampai aku terbangun sendiri.
Segera ku rapikan kembali kamarku. Sampai siang tiba dan aku sudah tertidur lagi beberapa kali. Kudengar suara teman2 dekatku datang kerumah. Membawakan sebuah kue hari lahir dan sebungkus kado. Dengan tubuh yg masih lemas aku menyambut mereka dg gembira. Ternyta mereka sudah
tahu kondisiku dan keadaanku kemarin. Mereka juga bercerita kalau teman sekelas FR yg juga anggota silat hari itu kesurupan disekolah, Yang membuat heboh seisi kelas dan merepotkan beberapa guru.
Aku hanya tersenyum dan berdoa semoga tidak ada lagi hal seperti itu.
Aku tidak mau lagi datang ke universitas itu. Aku tak mau lagi "t e r s e s a t" di alam mereka. Cukup sekali dan tak akan ada lagi.
Dari kejadian itu, Aku sangat trauma pada pantai. Aku bisa melihat pantai atau laut. Tapi aku tak pernah mau mendekati air di pantai.
Saking traumanya, pernah waktu karyawisata kampus ke Pantai Parangtritis Jogja. Aku dipaksa temanku untuk masuk ke air dipinggir pantai. Aku sudah mengatakan takut dan menolak. Tapi aku dipegangi kedua temanku. Saat air pantai terkena kakiku, jantungku langsung berdegup kencang
aku menangis ketakutan dan tk bisa bergerak. Mereka lalu menyadari aku memang benar2 takut. Sangat trauma.
Aku tidak mau pergi lagi ke alam mereka, apapun bujuk rayunnya. Aku tak mau tersesat dan disesatkan.
- ##### -

Ku Akhiri cerita ini.
Semoga yg membaca bisa mengambil hikmahnya.
kalian boleh percaya boleh tidak. Karena aku hanya menceritakan apa yg aku rasakan dan yg kuingat apa yg kualami. Untuk yg bisa melihat "mereka" kalian pasti paham, hal ghaib yg kelihatan mustahil ini
memang benar ada.
Terimakasih yg mengapresiasi ceritaku yg lumayan garing ini. Makasih yg sudah baca, retweet, yg like dan semua.
terimakasih. 😊😙

Mari hanya percaya Allah. DIA yg menciptakan dan mengetahui semua yg ghaib.

#bacahorror
@ceritaht
#truestory
#gundulsilir
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with inTan_T

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!