Profile picture
Brii.. @hantu_33
, 103 tweets, 14 min read Read on Twitter
Malam ini gw akan cerita pengalaman waktu masih SD, ditandai dengan tagar #briikecil..

Maafkan detail-detail yang mungkin kurang akurat secara urutan waktu, dikarenakan peristiwanya sudah terjadi cukup lama..☺️

Yuk..

#memetwit
@InfoMemeTwit
Masih ingat dengan pak Wasidi? Beliau adalah guru wali kelas gw sewaktu SD, salah satu guru paling asik dan lucu.

Tapi kadang lugunya gak kira-kira kami muridnya sering mengerjai beliau karena keluguannya.

Maafkan ya Pak..
Pak Wasidi ini pula yg bercerita banyak tentang hal-hal seram yg ada di sekolah dan sekitarnya.

Yang membuat gw sedikit kesal adalah dia baru cerita ketika kami sudah di akhir masa sekolah. Beliau bilang sengaja, kalau cerita lebih awal dia takut semua muridnya akan ketakutan.
Beberapa cerita seram yang Pak Wasidi ceritakan memang terbukti kebenarannya, karena sebelum beliau cerita, gw sudah merasakan sendiri kejadiannya.
Malam ini, gw akan cerita tentang mobil carry putih ghaib yang kadang melintas di jalan depan sekolah.

Menurut pak Wasidi, pengendara mobil ini kadang suka mengajak anak-anak untuk ikut masuk ke dalam mobil.

~~
Siang itu, sekitar jam sebelas, gw mengayuh sepeda dengan hati gembira.

Kenapa begitu? Karena hari itu sekolah selesai lebih cepat dari biasanya, dikarenakan para guru akan mengadakan rapat.
Cilegon adalah kota industri yg cukup besar, industri Baja tepatnya, beberapa bagian kota adalah kawasan yang gak sembarang orang boleh masuk.
Nah, SD gw ini termasuk di dalam kawasan industri, jadi suasananya tergolong sepi.

Pada masa-masa itu, angkutan umum gak ada yg melewati dan memasuki kawasan ini, karena memang dilarang. Kalo sekarang tampaknya sudah boleh, jadi sudah gak terlalu sepi lagi.
Cilegon termasuk kawasan yang dekat dengan pantai, jadi udaranya cukup panas, ditambah dengan statusnya sebagai kota industri. Jadi, udara panas terik pada siang hari sudah biasa buat penduduknya.
Pohon-pohon dan hutan kecil memang ada di beberapa sudut kota, tapi kurang bantu untuk membuat udara menjadi sejuk, tetap panas, apalagi kalau siang hari.
Sama, siang itu juga udaranya cukup panas, ditambah dengan debu beterbangan terbawa angin yang bertiup gak terlalu kencang.
Kayuhan pada pedal sepeda gak terlalu cepat, saat itu gw cukup santai mengendarai BMX silver kesayangan.

Dengan tas gendong cukup besar di punggung, lengkap dengan topi merah putihnya, #briikecil dengan tampang lucunya menyusuri jalan kawasan industri yg siang itu sangat sepi.
Panas matahari mulai semakin terik menyengat kulit, angin yg menerpa wajah dan tubuh gak sanggup menghentikan keringat yg mulai keluar membasahi seragam putih merah.

Sebelah kiri jalan ada hutan kecil dengan pepohonan rindang yang dibawahnya beralas rumput liar.
Di balik pepohonan itu ada kawasan perumahan, yang dihuni oleh petinggi perusahaan baja, rumahnya gak terlalu banyak, mungkin hanya 30 rumah, tetapi besar-besar.

Lingkungannya juga asri dan teduh, karena di pinggir jalan perumahan ditumbuhi pohon-pohon besar.
Oh iya, gw mau cerita sedikit tentang perumahan ini, kawasan yang menurut gw cukup menyeramkan.

Ada satu orang teman sekelas yg tinggal di perumahan itu, Samsul namanya. Gw sering main ke rumah Samsul, karena memang letaknya gak terlalu jauh dari sekolah.
Gak jauh dari rumah Samsul ada taman bermain, taman ini dikelilingi pagar besi yg tetap berdiri kokoh walaupun karat sudah banyak menutupi beberapa bagiannya.

Di dalam taman, pohon-pohon rindang berdiri hampir di setiap sudutnya.
Beberapa sarana bermain ada di dalamnya, ada perosotan, ayunan, jungkat jungkit, dan lain sebagainya.

Sayangnya, taman ini gak terawat, sama sekali gak terawat. Daun-daun kering banyak berserakan, sarana permainannya banyak yg rusak. Jadi tampak seram, walaupun siang hari.
Di sisi kanan taman ada danau kecil. Seharusnya danau ini juga terlihat bagus, tapi karena gak ada perawatan, jadi tampak seperti rawa-rawa, terlihat cukup menyeramkan juga.
Gw ada pengalaman seram di taman dan danau ini, pengalaman yg membuat gw gak mau main di tempat itu lagi.

Sebegitu traumanya, sampai gw juga gak mau lagi main ke rumah Samsul, kalo gak terpaksa.

Kapan-kapan gw cerita tentang kejadian itu, bukan sekarang...

~~
Kembali ke cerita awal ya..

Sebelah kanan jalan yang tengah gw susuri siang itu adalah tembok tinggi yang dibaliknya ada pabrik-pabrik.

Di ujung tembok ada pos keamanan yg letaknya tinggi di atas, yang pernah gw ceritakan di thread #briikecil sebelumnya.
Pos ini masih tampak seram walaupun dilihat pada siang hari.

Agak trauma melewatinya lagi setelah kejadian yg pernah gw alami. Tapi tetap aja, mata ini ingin melirik ke arah atas tempat pos itu berada. Pos yg gak terawat karena memang sudah sejak lama gak pernah difungsikan.
Gw lanjut mengayuh sepeda untuk menjauhi tempat itu, arah pulang..
Jalanan tetap sepi, belum ada satupun terlihat kendaraan yang melintas, hanya gw seorang..
Jam sudah menunjukkan hampir di pukul 11.30 siang, ketika suasana tiba-tiba berubah menjadi sedikit mencekam.

Terik panas sinar matahari gak mampu mengalihkan perasaan gw yang merasakan hal yang aneh, ada yang berbeda.

Ditambah dengan tiupan angin yang tiba-tiba berhenti.
Gw menghentikan laju sepeda, berhenti gak jauh dari pos kosong yg tadi terlewati.

Memperhatikan sekitar, memandang ke arah sekeliling, mencari keanehan yang mungkin sedang terjadi, dan luput dari perhatian.
Akhirnya gw menoleh ke arah belakang, ke arah jalan yg sudah dilewati sebelumnya.

Dan ternyata ada yg menarik perhatian...
Ada sesuatu yang terlihat..

Walaupun bercampur dengan fatamorgana, yang terjadi akibat suhu udara panas, dengan jelas gw dapat melihat ada mobil di kejauhan.

Mobil yg berjalan gak terlalu cepat menuju ke arah gw berdiri.
Semakin lama mobil itu semakin mendekat, semakin jelas terlihat bentuk dan warnanya..

Mobil carry putih, dengan lampu bulat dan grill hitam. Kaca mobil gak gelap, terlihat bening, membuat gw dapat melihat cukup jelas ke dalam ketika mobil sudah benar-benar melintas di hadapan.
Seorang laki-laki yang gak terlalu tua duduk di belakang kemudi, di sebelahnya duduk perempuan dewasa berambut panjang.

Keduanya melihat ke arah depan dengan tatapan kosong.
Sekilas gw lihat ada dua orang lagi yg duduk di kursi tengah, gak sempat memperhatikan dengan seksama, karena mobil sudah keburu melintas.

Setelahnya, mobil terlihat melaju menyusuri jalan itu, dan kemudian menghilang setelah berbelok ke arah kanan.
Tiba-tiba suasana kembali seperti semula, angin kembali bertiup sepoy-sepoy. Satu dua kendaraan kembali terlihat melintas.

Normal kembali..

Tapi gw gak ambil pusing dengan kejadian aneh itu, dan malah langsung melanjutkan perjalanan pulang..
Itulah kali pertama gw melihat mobil carry putih yg dikemudian hari nantinya diceritakan oleh pak Wasidi.

Gak terlintas sedikitpun keanehan ketika melihatnya, gw hanya menganggap mobil biasa yg sedang melintas.

Iya, karena saat itu memang gw belum tau apa-apa.

Padahal..

~~~
Setelah kejadian siang itu, beberapa kali gw kembali berpapasan dengan mobil tersebut.

Kebanyakan gw melihatnya pada malam hari, bisa dihitung dengan jari satu tangan ketika gw melihatnya pada siang hari.

~~~
Ada satu kejadian berkaitan dengan mobil itu yang gw ingat sangat detail sampai sekarang..

Waktu itu, seperti biasa gw pulang selepas Isya, kali ini dari rumah Samsul. Jalan pulang yang harus dilalui juga sama, lewat jalan industri yang sepi itu.
BMX silver kesayangan masih tetap setia menemani, menyusuri jalan aspal yg gak terlalu gelap, karena dibantu oleh lampu penerangan jalan yang terlihat sudah cukup tua umurnya.
Kalau dari rumah Doni, gw harus lewat jembatan besi dan hutan kecil yg menyeramkan itu, tapi kalau dari rumah Samsul gw gak melewatinya.

Tapi sebagai gantinya, gw harus melewati satu taman bermain beserta danaunya yg cukup menyeramkan, yang gw kasih kisi-kisinya di awal tadi.
Taman bermain itu terlihat sangat gelap ketika gw melintasinya, menyusuri pagar besi yang memisahkannya dengan jalan.
Walapun di sebelah kiri jalan ada rumah-rumah yg berpenghuni, tapi tetap saja keadaan sangat sepi, karena gak terlihat seorangpun yg berada di luar rumah.
Tiba-tiba, sayup-sayup gw mendengar suara yang cukup menakutkan, yang membuat gw semakin mempercepat laju sepeda.

~Suara apa Brii?

Nanti kapan-kapan gw cerita..

~~
Gak berapa lama kemudian, sekitar 50 meter di depan, terlihat ujung jalan perumahan tempat Samsul tinggal.

Setelahnya, gw harus belok ke kiri dan memasuki jalan Industri yang sudah biasa gw dilalui itu.
Sebelum masuk ke jalan itu, perasaan gw mengatakan kalau ada yang aneh.

Semakin cepatlah gw mengayuh pedal sepeda, menyusuri jalan aspal yang sudah sangat sepi itu.
Dan benar, tiba-tiba suasana mencekam yg pernah gw rasakan pada siang hari beberapa waktu sebelumnya, terjadi lagi.

Waktu terasa seperti berhenti, gak ada pergerakan angin sama sekali, dedaunan pada pepohonan terdiam, gak ada yang bergerak.
Kali ini gw gak mau menghentikan sepeda, tetap melanjutkan perjalanan, gak menghiraukan keadaan sekitar.

Tapi..

Ketika sepeda sedang melaju cukup kencang..

Gw melihat sesuatu,
Sekitar 50 meter di depan, gw melihat ada dua anak kecil yg berdiri di atas trotoar sisi jalan. Mereka tepat berdiri di bawah lampu jalan.

Gw langsung memperlambat laju sepeda..
Seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Yang laki-laki lebih besar badannya, terlihat sebaya dengan gw waktu itu, kira-kira berumur sebelas tahunan. Yang perempuan badannya lebih kecil.

Gw ambil kesimpulan, kalau mereka kakak beradik..
Tadinya mereka berdiri menghadap ke depan, menatap ke tengah jalan. Tetapi kemudian padangannya seperti teralihkan menjadi ke arah gw, yang tiba-tiba muncul dari dalam gelap.

Turun dari sepeda, gw memutuskan untuk menuntunnya sambil terus berjalan mendekati kedua anak itu.
Ketika posisi sudah semakin mendekat, semakin jelas terlihat penampilan mereka.

Yang laki-laki berpakaian rapih, dengan kemeja lengan pendek yang bawahnya dimasukkan kedalam celana panjang kain berwarna gelap, rabut belah pinggir yang tersisir rapih.
Yang perempuan mengenakan baju putih terusan panjang sebatas lutut, rambut dikepang dua.

Kedua anak itu tampak seperti akan menghadiri sebuah pesta atau acara pernikahan.
Oh iya, anak yang perempuan terlihat menangis pelan sambil menundukkan kepalanya. Pada detik itu gw gak tau kenapa dia menangis..

~~

Ketika sudah tepat berdiri di depan mereka, tanpa ada perasaan aneh atau takut sedikitpun, gw berhenti..
"Kalian ngapain malam-malam berdiri di sini?" Tanya gw dengan polosnya.

"Kami sedang menunggu papa mama menjemput.." jawab sang kakak datar tanpa senyum, dengan mata menatap ke arah gw.

Sang adik tetap menangis pelan sambil menunduk tanpa berkata apapun..
Suasana sangat hening dan sepi, gak ada suara apapun di gelapnya malam itu.

Gak ada hembusan angin, gak ada...

Hanya suara sesegrukan tangis pelan anak perempuan itu.
Tiba-tiba mata keduanya kompak melihat ke arah belakang gw, ke arah jalan yang sebelumnya sudah gw lalui..
Reflek, akhirnya gw juga ikut melihat ke arah pandangan mereka. Gw menoleh ke belakang.

Ternyata, dari kejauhan terlihat ada mobil yang berjalan mendekat. Mobil itu berjalan dengan kecepatan sedang, melaju membelah gelapnya malam.
Ketika semakin mendekat, mobil itu terlihat memperlambat lajunya..

"Itu papa mama sudah datang..." ucap sang kakak memecah kesunyian.

Sang adik terlihat langsung berhenti menangis, dan muncul sedikit senyum mengembang pada wajahnya.
Oh...termyata anak perempuan itu menangis karena menunggu orang tuanya..
Iya, teman-teman semua pasti sudah bisa menebak, mobil yang datang itu adalah mobil carry putih yang pernah gw lihat sebelumnya.
Mobil itu bethenti tepat di depan kami berdiri.

Masih orang yang sama yang duduk di belakang kemudi, seorang lelaki dewasa mengenakan jas berdasi, belum terlalu tua.

Di sebelahnya, duduk seorang ibu barbaju putih yang juga belum terlalu tua, dengan rambut panjangnya.
Kenapa gw bisa dengan jelas melihat bapak dan ibu itu di dalam mobil? Karena kaca jendela depan terbuka.

~~

"Oh...ternyata ini orang tua mereka" gumam gw dalam hati,

Kemudian kedua anak itu langsung masuk ke dalam mobil dan menutup pintu.
Ada yang aneh, kedua orang tua mereka tetap mengarahkan padangannya ke depan, tanpa menoleh sedikitpun ke arah gw, atau ke arah anak-anaknya.
Kemudian mobil kembali melaju,

Gw lihat kedua anak itu melambaikan tangan ke arah gw dari kursi belakang..

Gw membalas lambaian tangan mereka..

Mobil menghilang setelah terlihat berbelok ke arah kanan,
Tiba-tiba suasana kembali normal, angin kembali berhembus, suasana gak mencekam lagi.

Gw kembali menaiki sepeda dan mengayuhnya, melanjutkan perjalanan pulang..

~~~
Rehat dulu bentar...
Capek..

Minum dulu..
Lanjut...

Stage three...!!!
Pada suatu hari, gw harus mengerjakan tugas kelompok di rumah Doni, kami melaksanakannya sepulang sekolah.

Gw lupa alasannya apa, tapi waktu itu kebetulan gw gak membawa sepeda. Berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.
Pada saat itu gw sudah kelas enam, saat-saat mendekati ujian kelulusan.

Seperti biasanya, kalau ke rumah Doni walaupun tujuan awalnya untuk mengerjakan tugas kelompok, pada akhirnya kami lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca komik.

...
Gak terasa, waktu sudah mendekati maghrib.

Saat itu kelompok kami beranggotakan enam orang.

Kebetulan juga, empat teman gw yang lain rumahnya gak terlalu jauh dari rumah Doni, karena itulah mereka tenang-tenang aja ketika hari sudah mulai gelap.
Sedangkan rumah gw cukup jauh dari rumah Doni, ditambah kali itu harus berjalan kaki pula.

Maka dari itulah, gw sudah mulai membereskan buku-buku dan perlengkapan lainnya, dan memutuskan akan pulang setelah maghrib.

...
Sekitar jam tujuh malam gw pamit pulang. Sebelumnya, gak lupa untuk meminjam telpon rumah Doni dan memberitahu bapak dan ibu di rumah, kalau gw sudah mau pulang.

Dan dimulailah perjalanan gw malam itu..

Perjalanan pulang yang akan gw ingat sepanjang hidup..
Oh iya, setelah peristiwa pertemuan dengan hantu perempuan berbaju merah penunggu jembatan besi, gw gak pernah lagi lewat jembatan itu pada sore atau malam hari, lebih memilih mengambil jalan memutar mengelilinginya, memang lebih jauh, tapi lebih tenang.
Malam itu sama juga, gw memutuskan untuk berjalan berputar menghindar hutan kecil dan jembatan besi.
Setelahnya, gw memasuki jalan yang cukup penerangannya, jalan industri.

Jalan lurus yang cukup panjang, dengan trotoar yang rapih dan bersih pada kanan kirinya, gw berjalan di atas trotoar sebelah kiri jalan.

Jalan sepi itu harus gw lewati, karena memang gak ada jalan lain.
Gw yang waktu itu hampir berumur 12 tahun, memang sudah terbiasa pergi seorang diri kemanapun. Walau beberapa kali mengalami kejadian-kejadian yang cukup seram, gak membuat gw kapok untuk melakukan "petualangan-petualangan" baru.

~~
Angin berhembus pelan menerpa wajah, udara hangat cenderung panas yang memang menjadi ciri khas kota cilegon membuat keringat cepat bercucuran membasahi badan.
Suara gesekan Kasogi hitam dengan trotoar terdengar dominan mengiringi langkah, diiringi suara pepohonan di kanan kiri jalan yang ditiup angin.

Sepi..

Gw kembali melirik jam tangan, sudah mendekati jam delapan malam, dan gw belum juga merampungkan setengah perjalanan.

...
Perasaan gw mulai gak enak, ketika suasana yang cukup aneh itu mulai terasa kembali.

Suasana yang sudah beberapa kali gw rasakan ketika melintas di jalan itu..

Angin berhenti bertiup, pepohonan berhenti bergerak, waktu seperti berhenti berputar..

Hening..
Hanya suara langkah kaki sendiri yang terdengar..

Perasaan gak enak berubah menjadi rasa takut, gw langsung mempercepat laju berjalan.

Sesuatu akan terjadi beberapa saat lagi..

...
Ketika sedang fokus berjalan setengah berlari dalam ketakutan, gw melihat ada kilatan cahaya menyinari jalan, cahaya itu bersumber dari arah belakang..

Gw langsung menghentikan langkah dan perlahan menoleh ke arah sumber cahaya..
Ternyata, di kejauhan gw melihat ada sepasang lampu mobil yang menyala cukup terang, pada saat itu gw belum bisa memastikan itu mobil apa.

Mobil berjalan dengan kecepatan sedang, menembus gelapnya malam, mendekat ke arah gw yang berdiri diam memperhatikan.
Setelah sudah cukup dekat, akhirnya gw dapat melihat dengan jelas kalau itu adalah mobil carry putih yang sudah beberapa kali gw lihat sebelumnya.

Mobil terlihat mengurangi kecepatan ketika semakin mendekat..

Dan berhenti tepat di hadapan..
Gw hanya berdiri diam, ketika Ibu yang duduk di depan berkata:

"Kamu mau pulang kemana? Ini sudah malam.."

"Ramanuju bu..." jawab gw dengan polosnya.

"Nah, kebetulan, satu arah.., ayo naik kami antar pulang.." jawab ibu itu lagi,
Awalnya gw sempat ragu, karena Bapak selalu berpesan kalau jangan sekalipun ikut ajakan orang yang gak dikenal, siapapun itu.
Gw melirik ke tempat duduk bagian belakang mobil, ternyata di situ ada anak laki-laki dan perempuan, gw mengenalinya, mereka yang pernah gw temui di pinggir jalan beberapa waktu sebelumnya.

Mereka tersenyum ke arah gw,
Kemudian gw melihat jam tangan, sudah menunjukkan pukul delapan malam lewat sedikit.

"Ayo naik.." Suara ajakan ibu itu membuyarkan lamunan gw yang diam dalam kebimbangan.

Beberapa detik kemudian, gw ambil keputusan untuk masuk ke dalam mobil..

~~
Kemudian mobil berjalan perlahan meninggalkan tempat gw terakhir berdiri.

Di dalam mobil, gw memperhatikan sekitar. Bapak yang mengemudikan mobil mengenakan jas, ibu yang duduk di sebelahnya menggunakan baju putih.
Gw duduk di belakang bersama kedua anak mereka.

Anak laki-laki dan perempuan itu pakaiannya persis seperti pakaian yang mereka gunakan pada waktu gw melihat mereka pertama kali.

Mereka berempat tampak berbaju rapih, layaknya orang yang akan menghadiri suatu pesta.
Keanehan mulai gw rasakan ketika tersadar kalau mereka berempat hanya diam tanpa berkata sepatah katapun. Pandangan mengarah ke depan dengan tatapan kosong.

Gw semakin merinding ketika tiba-tiba mencium bau wangi, seperti wangi bunga, yang gw gak tau bunga apa pastinya.
Puncak titik ketakutan terjadi ketika gw tersadar, kalau ternyata mobil itu berjalan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, berjalan dengan hening, berjalan seperti melayang tanpa menyentuh aspal.

Gw semakin merinding ketakutan..

😖
Tiba-tiba anak laki-laki yang duduk tepat di sebelah, menatap gw dan berkata:

"Kamu ikut kami aja.." begitu katanya dengan suara datar..

Gw hanya terdiam gak bisa menjawab apa-apa..

Ketakutan..
Beberapa detik kemudian, wangi bunga yang sebelumnya tercium, berubah menjadi bau busuk yang teramat sangat.

Gw mual, pingin muntah..

Tangan menggenggan erat gagang pintu mobil yang terasa sangat dingin..

Gw gemetar ketakutan,
Untunglah, dari kejauhan sudah terlihat jalan masuk ke tempat rumah gw berada.

"Pak, saya turun di sini aja, itu jalan ke rumah saya.." ucap gw sambil menunjuk ke depan.

Bapak itu gak mengucapkan kalimat apapun..,

mereka semuanya tetap diam membisu..
Kemudian gw merasa mobil mulai melambat, dan berhenti tepat di depan jalan masuk ke kampung gw.

"Terima kasih pak.."

Cepat-cepat gw membuka pintu dan turun dari mobil,

Langsung berlari masuk ke lingkungan kampung, tanpa berani melihat sedikitpun ke arah mobil itu lagi.
Salah satu sepuluh menit yang paling mengerikan yang pernah gw alami,

~~~
Ketika sampai di depan pagar, gw melihat rumah dalam keadaan terang, dan terlihat banyak orang di dalamnya.

Kok rumah ramai sekali? Ada apa..?
Masih bingung, gw masuk ke rumah. Di dalam ada Bapak dan Ibu, ada pak Rt juga, ditambah dengan para tetangga lainnya. Dan yg tambah membuat bingung, ternyata ada bapaknya Doni juga. Ada apa sih ini..?

"Brii.., kamu kemana ajaaaa.." suara ibu terdengar hampir menangis..
"Kok pulangnya malam sekali? Kamu dari mana?" Dengan nada suara yang cukup tenang Bapak bertanya.

"Dari rumah Doni, kan tadi Brii udah bilang.." jawab gw yang semakin bingung.
"Tapi ini sudah jam satu malam, brii gak kasih kabar lagi..." ucap bapak..

Jam satu malam? Gw langsung melihat ke jam dinding..

Dan ternyata benar, waktu sudah menunjukkan jam satu tengah malam..
Bingung? Sama, gw juga bingung..

Gw ingat betul, ketika gw naik ke mobil putih itu, masih jam delapan malam, perjalanan mobil sampai ke jalan depan rumah kira-kira hanya 10 menit.

Tapi tiba-tiba gw sampa rumah jam satu malam..

Kok bisa?
Pantas saja bapak dan ibu terlihat panik, dan banyak tetangga yang kumpul di rumah.

Semua kebingungan mencari gw yang dianggap menghilang berjam-jam.
Gak berapa lama, tetangga-tetangga kembali pulang ke rumahnya masing-masing, termasuk bapaknya Doni.

Ketika rumah sudah sepi, gw ceritakan semua yang baru aja gw alami ke bapak dan ibu.

Semuanya..

~~
Menurut cerita yang gw dapat dari pak Wasidi dan juga kisah yang beredar, pada tahun 80an ada mobil carry putih yang mengalami kecelakaan di jalan indurtri yang sering gw lewati itu, bertabrakan dengan truk yang mengangkut barang berat.
Mobil itu berisi satu keluarga, orang tua dan dua anaknya. Mereka semua meninggal di tempat kejadian.

Sebenarnya mereka berniat menghadiri sebuah pesta pernikahan di wilayah Anyer. Tapi sayangnya kecelakaan tragis menimpa mereka dalam perjalanan.

~~
Sejak peristiwa itu, beberapa kali gw masih melihat mobil itu melintas, tapi gak pernah berhenti..

~~
Sekian #memetwit yg cukup panjang malam ini..

Sampai jumpa pada kisah-kisah gw yang lainnya..

Met bobo, semoga mimpi indah..

Salam
~Brii~
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Brii..
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member and get exclusive features!

Premium member ($3.00/month or $30.00/year)

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!