, 23 tweets, 3 min read
My Authors
Read all threads
RISIKO RESISTENSI (Bagian 2)
Oleh : Bib Muhsin Labib

Sejak menjadi republik Islam, Iran selalu menjadi primadona berita dan buah bibir umat manusia yang mendominasi _headline_ media di dunia karena dibenci juga dipuja, diembargo, ditekan dengan aneka agenda namun juga disegani.
Sejak kejatuhan monarki berusia 1000 tahun lebih pada 1979 peristiwa besar silih berganti melejitkan namanya. Kini pengaruhnya melebar hingga ke seluruh dunia Arab dan dunia Islam,
bahkan menjadi pemimpin blok resistensi terhadap AS di dunia non Muslim seperti di Venezuela, Bolivia dan Amerika Latin.
Setelah gagal melumatnya secara geografis melalui agresi militer rezim Saddam yang menjadi _proxy_, AS dan Barat menerima Iran sebagai realitas determinan namun tetap berusaha melemahkannya.
*Skenario Kedua* adalah memisahkan Iran dari dunia Islam dengan penyebaran dusta agar umat Islam yang bermazhab Sunni mengkafirkannya dan tak terpengaruh. Skenario ini dijalankan secara sistemik, masif dan intensif oleh Arab Saudi dan sekutunya melalui aksi-aksi dalam dua pola;
*1. Pola Formal* melalui kebijakan dan diplomasi serta bantuan negara berkedok investasi, pinjaman lunak dan sumbangan berkedok program bernuansa kerjasama bilateral dan kerjasama kolektif.
*2. Pola Informal* melalui aksi-aksi sebagai berikut:
2.1. Pengiriman agamawan dari Saudi dan penyebaran dan _branding_ ratusan penceramah bayaran ke semua masjid dan musalla terutama di mall, perkantoran, instansi pemerintah, _rest_ area, apartemen, komplek perumahan!;
2.2. Pendirian sejumlah pusat pentakfirian berkedok lembaga pendidikan tahfiz dan bahasa Arab;
2.3. Pendirian lembaga bimbingan belajar, pusat pengobatan alternatif, jasa ruqyah, terapi herbal, gurah, hijamah dan pengonayan dan semacamnya;
2.4. Pendirian SD, SMP dan SMA bertajuk Indolish "Islamic Boarding School" dan sekolah plus, pendirian lembaga bimbingan belajar, pembuatan pusat-pusat _outbond_ dengan kursus "sunnah" memanah dan berkuda untuk generasi muda;
2.5. Pembuatan stasiun radio, aneka _channel tv_, _streaming tv_, ribuan _channel youtube_, pembuatan ribuan situs, pembiakan pemangsa melalui akun-akun di semua sosmed;
2.6. Pendirian sejumlah lembaga penyaluran infaq, sedekah dengan ragam logo dan akronim dan penggalangan dana mengatasnamakan qurban, bencana alam seperti gempa dan banjir juga dengan bantuan untuk korban konflik di Suriah, Rohingya, Uighur dan sebagainya;
2.7. Pengambil alihan masjid dan musalla secara terang-terangan dan gerliya;
2.8. Menciptakan agamawan gadungan yang dilukiskan dari kalangan NU namun berwatak wahabi dan intoleran;
2.9. Pendirian organisasi kebencian kepada Syiah di pelbagai kota dengan tujuan memprovokasi masyarakat setempat melakukan persekusi dan aksi masa bayaran;
2.10. Membentuk organisasi keulamaan abal-abal sebagai tandingan organisasi ulama akibat kegagalan-kegagalan modus rayuan, desakan dan tuntutan mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah;
2.11. Pendirian ratusan penerbit buku yang menyemburkan doktrin kebencian dan ajaran-ajaran yang mensyirikkan dan membid'ahkan tradisi-tradisi mulia maulid, tahlil dan ajakan menolak hormat bendera, demokrasi dan Pancasila juga menguasai pameran-pameran buku;
2.12. Pemberian dukungan kepada ormas-ormas pendukung khilafah dan milisi-milisi berkedok pemberantasan maksiat dan pembelaan agama dalam aksi-aksi ilegal seperti penolakan hasil pemilu dengan tujuan delegitimasi kontestan terpilih dan terus berupaya menciptakan kekacauan;
2.13. Perluasan area mangsa dengan memprioritaskan generasi muda dengan adaptasi dan pola pendekatan yang luwes bahkan menarget kalangan artis dan anak band melalui branding mubaligh muda.
Dalam jangka beberapa tahun masyarakat yang semula tak mengetahui sama sekali tentang Syiah bahkan tak mengetahui mazhabnya tiba-tiba menyesatkan dan mengkafirkan Syiah.
Bila memperhatikan dengan seksama pola konspirasi di atas, dapat disimpulkan bahwa Syiah sebagai mazhab dan sebagai komunitas bukanlah target utama. Penyesatan dan pengkafiran hanyalah modus mempersempit ruang pengaruh Poros Resistensi yang dipimpin Iran di dunia Islam.
Sayangnya, banyak yang tak menyadari hal ini bahkan tak sedikit orang yang menjadi agen intoleransi dengan menyudutkan Syiah dengan bekal persepsi sektarian yang picik dan irrasional tanpa secuilpun kehendak untuk klarifikasi.
Tak hanya individu, sebagian pemegang otoritas formal negara yang mestinya memposisikan diri sebagai pemegang amanah publik yang majemuk juga terkontaminasi oleh propaganda takfirisme yang ditularkan oleh pendakwah intoleran...
... dan menyalahgunakan otoritas formalnya untuk melakukan intimidasi atau paling tidak melakukan pembiaran terhadap aksi-aksi intoleran berupa persekusi, intimidasi dan ujaran kebencian terhadap mazhab besar kedua Islam ini oleh organisasi tertentu...
... dan segelintir anasir agamawan yang mencatut nama umat Islam dan mencomot nama mazhab Ahlussunah.

~•DR.Muhsin Labib MA•~
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with Bakr Smith

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!