, 29 tweets, 5 min read
@bacahorror #bacahorror #horror #ceritahorror #Spirituality #pengalamanspiritual
.
A THREAD : Pengalaman pribadi sebagai anak indigo dan pelaku spiritual (Episode 2.1)

Episode 2 :
Thread berikut ini adalah thread cabang dari Episode 2 yang sebelumnya sudah aku ceritakan. Untuk episode 3 tetap akan di update pada tiap malam Jumat :D
Di episode 2.1 ini aku akan menceritakan prediksiku tentang kematian nenekku. Oke, langsung ku mulai!
Sebelumnya, aku pernah memprediksi kapan nenekku (ibu dari papaku) meninggal, dan itu adalah momen yang mengerikan bagi hidupku. Memprediksi kematian adalah sesuatu hal yang paling buruk, karena aku paling tidak tega melihat suatu kematian.
Aku tidak menceritakan ini kepada keluargaku. Sebanyak apapun aku bercerita mereka tidak akan percaya, dan pastinya aku akan dimarahi oleh mereka karena aku dianggap mendahului kehendak Tuhan dengan memprediksikan suatu kematian.
Sedihnya, momen itu terjadi lagi ketika aku di duduk di bangku SMA kelas 3. Momen dimana keluarga besar dari mamaku sedang bersusah hati melihat ibu mereka sedang jatuh sakit.
Kehidupan keluarga mereka begitu kompleks, dan rumit. Harta dan warisan adalah sumber utama dari permasalahan ini. Hingga nenekku jatuh sakit, dan dirawat oleh budheku yang bertempat tinggal di Jakarta.
Kala itu orangtuaku juga sedang menghadapi masalah ; aku yang kelas 3 SMA dan segera masuk universitas selepas aku lulus. Mereka harus pintar-pintar membagi waktu untukku dan menjenguk nenekku yang dirawat di Jakarta.
Aku dan orangtuaku pernah pergi ke Jakarta dan mendatangi budheku dan nenekku ketika beliau masih sehat. Waktu itu, aku menemani nenekku yang sedang beraktivitas di kamar, beliau mengajakku berbincang-bincang seputar kehidupanku.
Sembari menyimak kalimat-kalimat yang diucapkan nenekku, aku menatap matanya. "Persiapkan dirimu untuk kepergian nenek", bisikan itu aku dapatkan ketika aku menatap nenekku. Aku sempat merasakan kesedihan namun bisikan itu tidak aku gubris.
Hingga akhirnya momen itu datang, nenekku sakit dan sedang dirawat di rumah sakit. "Semakin dekat", bisikan itu lagi-lagi datang. Aku melihat mamaku kebingungan mendapat kabar bahwa ibunya jatuh sakit.
"Jangan ambil peran dalam kisah ini, jadilah pengamat saja dan doakan nenekmu.", begitu bisikan itu terucap dalam batinku. Kali ini aku menuruti bisikan itu dengan menjadi pendengar yang baik kepada mamaku ketika beliau curhat masalah nenek.
Momen kelas 3 SMA memang momen yang paling santai sekaligus paling membingungkan bagiku. Seleksi SNMPTN, persiapan berbagai macam ujian tulis harus ku lalui semua, belum lagi aku harus membagi tugasku untuk berusaha menenangkan mamaku ketika nenek sakit.
Beberapa kali aku ditinggal ke Jakarta oleh orangtuaku. Aku terpaksa untuk tidak ikut mereka karena aku sibuk dengan urusanku sebagai siswa kelas 3 SMA.
Sebenarnya aku ingin sekali melihat dan menjenguk nenek, tetapi di sisi lain aku tak ingin juga karena aku merasa nenek akan pergi dalam waktu dekat, dan aku paling tidak tega melihat kejadian itu.
Aku benci kematian, bagiku kematian itu adalah hal yang paling mengerikan dalam hidup. Aku paling tidak tega melihat seseorang atau hewan yang meninggal, aku merasa kasihan bagaimana mereka tersiksa ketika proses sukma mereka diambil oleh Sang Khalik.
Suatu pagi aku melihat mamaku mendadak kebingungan mencari foto-foto nenek. "Duh, fotonya ibu mana ya?", tanyanya sembari membongkar album lamanya. Aku terdiam dan melihat apa yang mamaku lakukan, beberapa saat kemudian aku merasa bahwa ini adalah sebuah tanda-tanda alam.
"Sebentar lagi nenek akan dijemput oleh Sang Khalik.", bisikan itu seketika muncul lagi. Aku termenung sedih, sembari menyiapkan mentalku untuk melihat kepergian nenek. Aku tau kalau persiapan itu tak guna, namun aku harus tetap mempersiapkannya.
Waktu ujian sekolah telah tiba. Pikiranku terbagi dua ; mengerjakan soal ujian, dan memikirkan kondisi nenek. "Nenek akan pergi dalam waktu 2 hari", bisikan itu datang ketika aku sedang mengerjakan soal. Memang itu sangat mengganggu ujianku huft...
Malam sebelum kepergian nenek, aku merasa suasana rumah sungguh tidak enak. Seperti duka, dan kesedihan yang sedang menyelimuti seisi rumah ini padahal, secara fisik semuanya baik-baik saja.
Kulihat sembari belajar untuk ujian sekolah esok, mamaku sedang menelfon budheku menanyakan kabar nenek, dan papaku sedang menonton televisi, dan kakakku yang kedua sedang asyik di kamarnya bermain laptop.
"Apa mereka tidak sadar jika aura di rumah ini tak enak?", batinku.
"Nenek akan pergi dalam waktu dekat.", tiba-tiba bisikan itu datang seolah-olah menjawab pertanyaan dalam batinku.
Aku menangis sendirian, merasa diri ini tak siap menerima kepergian nenek.
Pagi hari, setelah aku mandi mamaku datang menghampiriku dengan penuh air mata.
"Nak...." , kata mamaku sembari menangis
"......", aku terdiam.
"Mbah... Mbah meninggal, nak. Subuh tadi", jawabnya
Aku tetap terdiam dan seketika itu juga mataku basah akan air mata. Aku terjatuh, batin ini rasanya sakit menerima kenyataan ini.
Dengan cepat papaku menelfon pihak travel untuk memesan tiket pesawat pada hari itu juga.
"Kamu di Kediri aja ya, nak. Kamu kerjakan saja Ujian Sekolahmu itu. Itu penting buat masa depanmu, nak.", kata mamaku sambil memegang pundakku.
"Tapi, ma--", aku tak sanggup melanjutkan kalimatku dan segera terdiam kemudian mengangguk memberikan isyarat bahwa aku akan menurut perkataan mama.
Di hari yang sama, aku dan orangtuaku keluar rumah bersama dengan berbeda tujuan. Aku pergi ke sekolah untuk mengerjakan soal Ujian Sekolah dan orangtuaku pergi ke bandara untuk melayat. Aku menangis, batin ini sungguh sakit, dan menyesal.
Kejadian itu adalah penyesalan dalam hidupku. Aku tidak dapat melihat nenek yang terakhir kalinya, aku yang egois lebih mementingkan diriku sendiri daripada nenek. Sebuah penyesalan terbesar selama hidupku adalah tak dapat melihat nenek yang terakhir kalinya.
Walaupun aku telah memprediksikan kematian nenek jauh sebelum nenek meninggal namun, aku tetap tidak akan pernah siap melihat nenek pergi meninggalkanku dan sekeluarga besar untuk selamanya. Aku sangat membenci hal ini dan aku membenci diriku sendiri.
Yak berikut akhir dari thread ini :D
Terima kasih telah membaca!
Episode 3 tentang gerbang spiritualku akan diupdate pada malam Jumat minggu depan yaa, jadi stay tuned!
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with Yanto S.

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!