, 17 tweets, 4 min read Read on Twitter
“The world suffers a lot. Not because the violence of bad people. But because of the silence of the good people.” - Napoleon.

Sebuah thread opini pribadi saya tentang #Golput
Hey y’all young people, pasti pernah kan dihadapi sama situasi ini:

Sekumpulan temen (say 7 orang) mau makan bareng. Ada yang nanya “Mau di mana nih?” Dan jawaban di grup Telegram (anjer anti-mainstream): “terserah” “ngikut aja” “dimana aja kuy” dsb.

Nyebelin kan?
Eh ada si Jaenudin ngomong “di resto X yuk”

BEUH SOLUTIF NIH GUE SUKA! GAS!

Berangkat, sampe, makan dan ngobrol.

Ngobrolnya sih asik. Tapi makanannya lamaaa bet sampenya. Pas udah sampe makanannya, jir ga enak banget.

Gapapa lah ya, at least masih sama temen2.
Keluar bill. WTF SERVICE CHARGE-NYA 10% PAJAK 10% BELOM INCLUDED DI MENU?!

Rosmiati nyeletuk sambil m-banking (karena numpang bayar ke Hendraning) “MILIH TEMPAT GA BECUS BET LAH LO JAENUDIIIN”

Ditangkis oleh Jaenudin “LAH MENDING GUE NGASIH TEMPAT, LO KUY KUY DOANG ROSMIATIIII”
Ternyata Rosmiati nangkis lagi “LAH GUE GAK KUY YA, LIAT GROUP CHAT GUE GA NGOMONG APA2 GUE LANGSUNG DATENG DOANG.”

Dia tambah lagi “NI MAKANAN MAHAL BET, MENTANG2 LO TANGGAL MUDA JADWAL GAJIAN LO ANEH, GAK THOUGHTFUL BET”

Whose side are you on? #TeamJaenudin #TeamRosmiati
(End of script)

Hubungan sama golput apaan Ul?

Oke, case di atas obviously gak bisa terlalu cocoklogi sama pemilu.

Pilihan restoran kan jauh lebih banyak ya daripada pilihan capres. Andaikan capres sebanyak tempat ayam geprek di Jakarta, kertas suara kayanya bakal berukuran A0
Tapi ada satu prinsip yang sangat kentara dalam sistem demokrasi, apakah itu tentang pilih tempat makan atau pilih pemimpin:

Kalian HANYA AKAN DIDENGAR kalo kalian bersuara.

Dari situ, ada satu lagi prinsip turunannya:

Kesunyian kalian TIDAK AKAN DIDENGAR oleh demokrasi.
“Golput itu pilihan, sama kaya milih 01 atau 02”

Ya, golput itu pilihan. Tapi ada perbedaan mendasar:

Kalo 01 banyak yang milih, dia bakal menang.
Kalo 02 banyak yang milih, dia bakal menang.
Kalo yang golput banyak, dia gak bakal menang. Tetep di antara 01 sama 02 yang menang.
Yang golput tuh gak bakal menang. Gak bakal pernah. Karena pemilu Indonesia gak seperti pemilu kahim di ITB yang bisa dimenangin kotak kosong (maaf roaming).
“Ini salah sistemnya ngasih saya dua calon yang BURUQUE”

Kamu punya hak untuk bilang mereka buruque. Itu standar masing2. But, tebak siapa yang bertanggung jawab atas sistem yang kamu salahkan?

Orang-orang yang dipilih. Di Pemilu. YANG KAMU BOIKOT.
Don’t get me wrong ya. It’s not that I don’t respect your high standards.

It’s just a really ineffective way to get what you originally wanted (better candidates).

Golput itu actively letting other people decide your fate for you, which is like THE OPPOSITE OF ACTIVISM.
Dan satu hal yang saya paling gak suka dari golput:

Ini mengutamakan kepentingan pribadi (peace of mind kalian u/ gak memilih orang yang kalian gak suka) daripada kepentingan bersama (getting the best leader/representative available).

Menurut saya golput = selfish.
Buat yang kepikiran pengen golput karena gak suka sistem sekarang, mending kita bareng2 liat2 platform para caleg dan mengawal kinerja parlemen kita (yang bikin sistemnya) sekarang.

Udah ada beberapa sumber yang oke untuk itu (bisa @WikiDPR atau Googling aja “Profil Caleg 2019”)
Gak puas dengan output dari sistem politik kita sekarang itu fair banget. Kalian ingin merubah sistem? Itu tujuan yang mulia.

Tapi dengan golput? Gak efektif sama sekali. Malah ngebikin situasi lebih buruk untuk orang lain.

Yuk lebih aktif. Jangan pasif-agresif.
Btw. Seneng banget banyak yang engage dengan tweet ini!

Ada yang setuju bahwa memilih secara pragmatis penting. Ada yang gak setuju dan fokus ke poin golput itu sah-sah aja. Semua sudut pandang kalian gue hargain dan makasih udah join di diskusi ini!
Maaf banget tapi saya ga bakal terlalu banyak reply balik ke reply atau quote tweet kalian, karena menurut saya twitter tuh enak banget buat microblogging tapi gaenak banget buat debat (ujungnya malah twitwor yang gak bakal produktif hanya memeable)
Kalo emang pengen diskusi lebih lanjut, bisa di DM aja (nanti gue buka DMnya—kalo gak salah masih bisa kek gitu kan?) atau mungkin kita buka lingkar kajian?

Anjr kangen kajian :(
cc @timyongg kak bikininn doonggg
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Maulanna Enoch
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!