, 73 tweets, 11 min read
MENARA HANTU SAIDAH
PART 2 (RETURN TO SAIDAH) #menarasaidah

-PARANORMAL EXPERIENCE THREAD-
Selamat sore menjelang malam persatuan syirik, klenik, jampe-jampe Indonesia. Terimakasih telah membaca pengalaman paranormal saya saat di menara Saidah, izinkan saya untuk menceritakan pengalaman saya untuk kedua kali nya kembali ke menara angker ini.
Seperti biasa thread ini saya buat dengan maksud menceritakan pengalaman saya kedua kalinya dan tidak ada maksud apapun selain berbagi cerita, keputusan untuk percaya atau tidak tetap ada di tangan para pembaca dan saya sangat terbuka dengan kritik terhadap penyampaian cerita.
Rentang waktu saya mengunjungi menara Saidah untuk kedua kalinya ini memang sangat dekat dan kali ini saya bersama teman-teman saya sebanyak 5 orang (A, I, F, J, C) kembali ke Saidah karena ingin mengajak teman saya si I untuk merasakan horror disana.
Karena hebohnya cerita saya dengan A, F, J, C saat di tongkrongan, teman saya si i termotivasi untuk ikut berpartisipasi dalam wisata horror kami dan langsung membujuk kita (saya, C, J, F, A) untuk kembali kesana dan berjanji untuk membayarkan tarif masuk kesana.
Jalan lah kami dari tongkrongan sekitar pukul 10.30 malam hari pada hari Kamis (malam Jumat) untuk kembali ke menara tersebut, kembalinya kami ke menara Saidah ini rentang 1-2 bulan saya kurang ingat, dan sampai di Saidah sekitar pukul 11.30 malam.
Sesampainya kami semua disana kami pun kaget menara Saidah ini sudah ramai dikunjungi oleh remaja remaja bahkan ada aparat negara dan petinggi (mungkin) dan satu orang pintar/dukun (dari penampilannya) ingin memasuki menara tersebut.
Karena situasi yg lumayan ramai kamipun mulai merasa bahwa menara ini sudah terkenal dan banyak juga orang yg penasaran sama dengan teman kami si i, langsung lah kami menghampiri satpam yang berjaga malam itu.
Satpam yg berjaga merupakan satpam yg berbeda saat pertama kali kami memasuki menara tersebut. Sontak teman saya si C (sang negosiator) bertanya kepada satpam apakah bisa kita masuk menara Saidah ini. "Pak rame banget deh ini ada aparat juga, bisa ga pak masuk?"
"Mas tunggu aja dulu, mereka (aparat dan pejabat, dukun) mau masuk duluan ada keperluan" balas si satpam, "hah ngapain pak mau wisata horror juga dia pada?" Balas teman saya si C. "Saya kurang tau mas, tunggu aja dulu" balas si satpam.
Akhirnya kita pun menunggu sampai mereka semua selesai di pinggir jalan, saat itu kondisi jalan memang sudah lumayan sepi dan para remaja yg juga datang ke menara ini mulai tidak sabar menunggu dan meninggalkan lokasi dan tersisa dua grup, kami dan satu grup remaja saat itu.
Kami pun menunggu sekitar dua jam lebih dan jam menunjukan pukul 1.30, mulai terlihat aparat ini meninggalkan lokasi. Langsung lah saya menanyakan ke satpam "udah bisa masuk kan pak? Saya ber-6". "Mas bareng ini juga?" Satpam menunjuk ke grup remaja lain.
"enggak pak beda" balas saya, "oh yaudah mas sama saya aja, udah pernah kesini belum?" Balas satpam. "Oh udah pak sekitar 1 bulan yang lalu" balas saya, "yaudah parkir motornya aja ya di pos" dan kami pun parkir di pos satpam dan memasuki pos satpam tersebut.
Kami di pos bareng dengan grup remaja sebanyak 3 orang yg menjadikan kami 9 orang untuk memasuki saidah. Seperti biasa kamipun memberikan upah dan diberikan arahan dari satpam. Kami dibagi menjadi dua grup dengan dua satpam yg menjadi pendamping setiap grup-nya.
"pak itu tadi pada masuk ngapain deh" tanya teman saya si F "nanti aja saya cerita, ayo masuk." Balas si satpam, kamipun memasuki gedung duluan dan grup lain itu masuk belakangan setelah kami. Lobby masih dalam keadaan gelap dan sama seperti kali pertama saya mengunjungi.
Di lobby satpam bertanya "ke atas atau ke basement dulu?". Karena pengalaman kami waktu itu yg belum menaiki gedung atas, sontak kita langsung bilang "ke atas aja dulu pak, kebawah udah pernah" balas kami semua.
Sontak teman saya si i berbisik "yah kan kata lu pada dibawah yg serem, kebawah dulu dong", "ah ogah atas aja dulu belom pernah". Karena suara mayoritas keatas teman saya si i ini pun mengalah dan langsung lah kita menuju lantai atas melewati tangga darurat tersebut.
Tangga darurat yg pernah kami pijak masih dalam kondisi gelap, sempit dan bau lembab gedung. Perasaan sesak pun mulai memasuki kami sama persis seperti kali pertama saya dan teman saya memasuki saidah.
"pak pertama kali kita kesini bener bener belom ada orang yg kesini lho, kok bisa tiba tiba rame sih pak?" Tanya si A. "Ya gitu deh mas namanya juga tempat angker cepet nyebar kabar nya, ya mau gimana lagi" kamipun menurunkan ekspektasi kami untuk bertemu hal aneh.
"mas semua, kalau ke lantai atas cuma bisa sampai ke lantai 15 aja ya" ucap satpam. "Lah emang kenapa pak?" "Ya kalo kalian pada mau sih saya gabisa temenin, cape mas naik tangga nya" balas si satpam. Memang kalo dipikir jalan ke atas lebih menguras tenaga dibanding ke basement.
Satpam yang menemani kami kali ini sangat berbeda dan terlihat lebih berani dibandingkan satpam yang pertama kali menemani kami. Sepanjang jalan menuju atas kamipun diceritakan hal hal aneh yg pernah dirasakan bapak satpam ini saat berjaga.
Kamipun kaget saat satpam bercerita tentang gerombolan aparat tadi yang memasuki gedung. "Tadi tuh mas rame rame dateng pada ngikutin saran orang pinter, saya juga kurang ngerti ya tapi aneh loh mas serius". "Aneh kenapa pak?" Jawab kami serentak.
"Jadi orang pinter ini mimpi untuk ke menara saidah buat ngambil sesuatu dan langsung ngomong ke petinggi itu, dan ternyata orang pintar itu merupakan guru spiritual para petinggi tersebut". Kamipun sontak tertawa bahwasanya para petinggi ini masih mempercayai hal klenik tsb.
"jadinya nih mas tadi saya juga ikut nemenin mereka, pada akhirnya orang pintar tersebut memulai ritual untuk menarik benda pusaka disini dan tadi ya mas saya gemetar bersama aparat yg ikut. Pas ritual makhluk makhluk di lantai atas ini nunjukin semua parasnya".
"mulai dari pocong, kuntilanak, hitam besar keluar buat ngasih benda pusaka mas, ngeri banget dan si dukun ini ngambil dari badan makhluk itu pada" mendengar statement satpam tersebut kamipun hanya tertawa kecil karena anggapan kami satpam ini halu dan berbohong.
Sesampainya di sekitar lantai 4-5 (tidak ada indikasi yang menunjukan nomor lantai) kamipun memasuki ruangan yang mungkin dulunya digunakan sebagai ruangan kerja dan kami semua sekaligus satpam mengambil napas sebelum benar benar memulai ekspedisi kami.
"mas silahkan saya nunggu di sini aja (tangga darurat) jangan bengong ya ngerokok aja" ucap satpam sambil mengeluarkan bungkus rokok. Kamipun memulai ekspedisi dengan berpencar menjadi 2 grup, saya dengan i,c dan F, j, A.
Ruangan ini sangat rusak dimana kaca jendela bolong yang mengeluarkan suara angin aneh dan puing bertebaran sekaligus ruangan ini mempunyai balkon yang dibatasi dengan pintu kaca yang sudah rusak.Terlihat pemandangan kota yang bagus dan iseng lah kami mengabadikan momen di balkon
Sesaat kami foto di balkon grup teman saya yg masih didalam berteriak "ANJIN* BANGSA* HUAA" tiba tiba suasana hening berubah menjadi riuh dan kamipun sontak menghampiri mereka dan bertanya "woi kenapa lu kenapa" tanya saya, "Cong (saya) Cong anjin* itu Cong" balas teman saya si J
"iya Lo kenapa sih pada" balas saya, "ah gila sih gila itu ngintip cewe ngintip itu ah" balas teman saya si A , Di cerita saya sebelumnya si A merupakan teman saya yg berani yg membantu saya keluar dari situasi parah sekalipun bahkan sampai setakut ini.
Perasaan saya mulai tidak enak dan benar saja, tiba tiba terdengar suara seperti soang berkokok yg sangat keras di telinga kami diikuti suara orang tertawa kecil seperti orang memulai tertawa kecil dan akhirnya suara itu membesar membesar dan jelas suara wanita.
Pernahkah anda mendengar suara wanita tertawa terbahak-bahak? Tapi anehnya suara ini terasa seperti menusuk otak dan anehnya lagi suara ini stagnan, tertawa tanpa ada hela nafas. Suara ini terdengar jauh..
Kami semua terdiam memaku mendengarkan suara ini. Teman saya si i yang saya kira penakut justru menyadarkan kita semua dengan berkata "woi ketawa ketawa lo tunjukin Kalo berani!" Dengan suara gemetar saking gemetarnya kamipun kurang mendengar diksi yg diucapkan si i.
Suara ini semakin menunjukan eksistensi nya. Disaat itupun kami merasa sudah cukup ini semua sangat cukup. Kami semua memberanikan diri untuk kembali ke tangga darurat sambil mendengarkan suara tertawa yg tidak ada hentinya. Sampai saat ini suara itu sangat membekas di otak saya.
Sesampainya di tangga darurat kamipun semua pucat pasi dan satpam hanya bertanya "mana temen kalian satu lagi?" Kamipun panik karena si i tertinggal di dalam ruangan sendirian. Tanpa pikir panjang saya dan A menghampiri si i yang ternyata...
Izinkan saya untuk melanjutkan thread ini para klenik syirik jampe mania. Kesibukan duniawi memang mengalahkan horror spiritual, Mari simak bersama-sama.
Teman saya si i terdiam memaku sambil menatap dengan kebingungan di ruangan tersebut. Saya dan A kembali untuk menjemput si i yang ternyata tertinggal saat kami semua berlarian ke arah tangga darurat. Kamipun terpaksa menggoncang badan si i.
Si i pun hanya mengangguk saat saya dan A menuntun i ke tangga darurat. Sesampainya di tangga kamipun mencoba mengambil napas panjang dan menenangkan si i untuk bertanya mengapa ia bisa tertinggal saat yg lain sudah panik berlari.
"tadi kirain gue lu pada masih nemenin gue" ucap si i, "hah lu kaga liat apa kita pada kabur ke tangga?" Balas kita semua. Aneh jadi si i ini terdiam memaku saat ia bilang "tunjukin kalo berani!" Dan iapun tidak melihat kami semua berhamburan ke tangga.
Memang si i berposisi agak depan dari gerombolan. Namun pengakuan beliau pun kami semua tidak berlari, bahkan hanya diam saja dan langsung sontak iapun izin untuk mengikat tali sepatunya yang copot.
Sesaat mengikat tali sepatu yang otomatis pandangan mata kebawah kaki sambil menurunkan badan. Sesaat mengikat tali memang i sudah merasakan ada yang aneh. Betul saja pengakuan si i bahwa setelah mengikat tali sepatu dan berdiri, iapun hanya sendirian di ruangan.
Si i pun hanya terdiam kebingungan kemana temannya semua yg tadi menemani ikat tali sepatu? Namun pemikiran untuk pergi sangatlah susah karena pengakuan si i adalah iapun seperti ditahan kekuatan gravitasi yang menyebabkan iapun tidak dapat menggerakan badannya.
Tarikan gravitasi ini seperti menenggelamkan kesadaran si i. Semakin lama ia terpaku, kesadaran pun semakin pudar dan terasa seperti ditarik kebawah bumi.
Mungkin ini yang dapat dikatakan fase-fase kesurupan yang dimana badan seperti ditiban gravitasi yang hebat. Menyebabkan hilangnya kesadaran dan kemampuan motorik manusia.
Setelah siuman dan kami semua pun dapat mengendalikan ketakutan, satpam pun bertanya "gimana mas? Mau lanjut?" Kami semua pun merasa tertantang kembali untuk menyusuri lantai atas menara. Kembalilah kami menaiki tangga untuk menuju ke lantai (antara 14-15)
Seperti biasa kami memasuki ruangan yang saya tidak tahu peruntukannya apa tapi kali ini ruangan tidak ada benda apapun, hanya ruangan kosong lapang dengan pilar pilar penyangga bangunan di tengah dan sudut ruangan.
Di lantai ini kami sepakat tidak akan berpencar lagi dan terus bersama sama menyusuri ruangan kosong ini. Kamipun memanggil satpam yang ada di tangga darurat untuk izin nongkrong disini selama 30 menitan.
Satpam pun setuju dan menemani kami saat kami istilahnya "nongkrong" diruangan ini sambil berkata "mas biar engga kaya tadi mas jangan pada bengong ya, ngerokok aja kalo takut. Sebisa mungkin ngobrol deh biar ga kosong pikirannya" ucap satpam.
"oh yaudah pak iya" ucap kami semua. Kamipun bersandar sambil duduk di pilar yang berada di tengah ruangan. Terdapat dua pilar bersebrangan di ruang tengah yang membuat posisi duduk kami melingkari pilar sambil senderan dan berbincang-bincang kecil dan menyalakan rokok.
Kebetulan saya satu lingkaran dengan i, j . Dan Di Pilar seberang saya c, f, a, satpam. Kamipun dapat merasakan sesaknya lembab bangunan dan bau usang di ruangan ini.
Singkat cerita sekitar 10-15 menit kamipun tidak merasakan hal apapun dan situasi seperti biasa saja namun sedikit hening karena kami semua hanya berbicara satu sama lain sesekali dan berfokus kepada rokok kami semua. Mungkin disini saya dan teman saya memang sedang "memancing".
Memancing untuk makhluk apa saja menunjukan eksistensinya. Benar saja saat sedang hening heningnya, saya merasakan ada kerikil yang menyentuh dengkul saya bagaikan dilempar dari arah kiri saya. Sayapun hanya diam dan tidak memberi tahu yang lain karena mungkin ini batu dari puing
Namun sayapun merasakan batu kerikil itu menyentuh saya kembali dari arah kiri seakan memang benar ada yg melempar. Sayapun melihat di ekor mata bahwa memang ada batu kerikil yang jatuh didekat kaki saya. Ini lemparan yang kedua.
Lemparan yang ketiga mengenai pilar seberang saya, lebih tepatnya mengenai satpam. Namun kerikil ini dapat saya katakan lebih besar karena mengeluarkan bunyi "tuk!" Yang terdengar oleh kami semua.
Sontak kami semua kaget, dan satpam pun menyadari hal barusan sambil berkata "maap maap numpang sebentar ya, jangan ganggu kami cuma numpang sebentar" ucapan satpam membuat kami merinding kembali dan hanya bisa mengandalkan rokok untuk membuat pikiran kami tidak kosong.
Mau berbicara pun saat kondisi sudah seperti ini terbilang susah dan lebih baik kami mengurusi diri masing masing dulu untuk mengendalikan rasa takut. Namun kami tetap mengingatkan satu sama lain jangan bengong dan menawarkan rokok satu sama lain jika sudah habis rokok di tangan.
Berjalan menit menit ke 20 setelah lemparan kami mendengar suara "srek, srek srek" suara antara sapu atau seperti orang berjalan disudut ruangan sambil menapaki puing puing yang ada.
Menurut informasi suara yg saya dapat suara seperti puing digeser atau sapu, anehnya seperti suara puing yang dipijak dan suara "srek" ini panjang gitu. Kaya dipijak dan dan sengaja dibawa seperti dibawa berjalan dengan entah apalah itu yang memijak puing tersebut.
Setiap saya merasakan hal aneh seperti ini memang saya adalah tipe orang yang rasionalkan terlebih dahulu ketimbang memutuskan untuk menyatakan bahwa itu adalah hantu. Jadi di pikiran saya suara itu hanya tikus dan hewan lainnya.
Bersikap rasional memang memudahkan untuk mengontrol rasa takut dengan sugesti logika anda. Namun apabila suara sudah menyerupai dan terdengar seperti suara manusia yg saya temui di lantai bawah tersebut, yakinlah rasional anda tiba tiba bisa hancur begitu saja.
Semua sugesti logika anda akan buyar dan otak anda akan menyimpulkan hal yg diluar nalar contohnya hantu. Oh iya apalagi sudah berbentuk penampakan ya, itu lebih parah dan otak anda akan freeze karena hal itu.
Dikarenakan otak dipaksa memproses informasi baru yang mencengangkan. Hal yang anda tidak lihat dalam kehidupan sehari hari tentu akan membuat anda "mindblow".
Sedikit intermezzo ya pembaca. Ini sih yang saya dapat analisa dari pengalaman horror saya dan reaksi saya apabila merasakan hal aneh yg terjadi diluar logika, kembali ke cerita....
Suara srek srek itupun hilang dan sepakat untuk menyudahi ekspedisi kita karena jam sudah menunjukan jam 2.30 malam dan kami sudah tidak menemui hal hal aneh di ruangan ini.
Singkat cerita kami pun keluar dari ruangan dan kembali ke tangga untuk turun kebawah dan meninggalkan lokasi. Tidak ada hal aneh lagi sesaat kami turun dan menuju pos satpam untuk istirahat sebentar dan mengambil motor kami semua.
Sesampainya di pos, grup remaja yg kami temui sebelum memasuki menara terlihat pucat dan terdiam sambil diberikan air hangat dan kopi oleh satpam. Menurut satpam yang saya tanya, grup ini memulai ekspedisi ke basement Dan melihat hal aneh di basemen tingkat 3.
Saya dan teman saya kecuali si i hanya bisa tersenyum saat melihat mereka ketakutan setelah dari basement. Sebenarnya si i mau ke basement cuma pak satpam sudah tidak mau menemani kami karena sudah larut dan ingin istirahat. Kamipun tersenyum untung kamii ga ke basement lagi.
"emang ye basement udah yg paling the best dah setannya" ucap teman saya si C, "iya parah anjir ogah gua dah ke basement lagi. Tau penyakit gua" balas si J dan F. Memang kami semua sebenarnya takut untuk kembali ke basement seperti thread saya yg pertama.
Mulai dari hawa, suasana dan sensasi horror Di basement sangatlah terasa dibanding lantai atas karena lantai setiap ruangan yg kami kunjungi memiliki balkon dan kami dapat melihat bangunan dan keadaan luar menara yg sedikit mengurangi sensasi horror kami.
Singkat cerita kamipun pulang dan meninggalkan menara Saidah dengan perasaan puas (kecuali si i) kami sudah menyusuri basement dan lantai atas menara. "Mission accomplished, udah ya menara Saidah puas gua harus cari yang lain nih." Ucap saya ke teman saya semua.
"tenang nanti kita ke jeruk purut aja tapi hari biasa biar ga rame, nginep aja dirumah gua nanti jalan sekolahnya bareng" ucap si F. Singkat cerita kami semua pulang kerumah masing masing dan tidak merasakan takut seperti pertama kali kesana, intinya udah lumayan kebal gitu.
Terimakasih sudah membaca pengalaman saya, semoga kalian dapat menikmati tulisan saya. Saya undur diri. Tulisan thread berikutnya akan sudah tidak membahas menara Saidah, melainkan pengalaman saya saat di lokasi lain yaitu....
TPU JERUK PURUT.

Nantikan thread saya selanjutnya!

FIN.
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to that guy.
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!