My Authors
Read all threads
Ngomongin soal introvert

Mungkin kamu bukan introvert lho. Mungkin kamu takut menghadapi keramaian, takut jadi pusat perhatian. Itu bukan introvert, itu anxious.
Introvert itu recharge energi pada saat menyendiri. Tapi kalau ketemu keramaian itu biasa aja.

Kalau ketemu keramaian kamu cemas, bingung, takut, ga kuat, itu bukan introvert gaes. Nah kecemasan ini bisa dilatihkan bersama untuk merasa "biasa aja" saat di keramaian.
Apakah saya introvert dok?
Apakah saya anxious dok?

Nah ini saya gak mudeng. Buat mendiagnosis, saya sih butuh wawancara panjang, sambil liat ekspresi, sambil merhatiin body gesture, sambil denger nada suara. Gak bisa jadi kalo lewat cerita dan twit aja
Kalau saya introvert gimana dok?

Ga gimana gimana, introvert itu ga ganggu kok. Yang mungkin ganggu itu kalo kita anxious sampai berlebihan. Akhirnya aktivitas terganggu, sosialisasi terganggu, nggak pede.
Kalau saya anxious gimana dok?

Saya juga masih cemas kalo ketemu orang asing. Tapi kecemasannya tidak intens dan mampu dilampaui. Yang masalah kalau kecemasannya kita biarkan atau intensitasnya terlalu besar

(twit jawabannya nanti ya, mau live IG sama @ndreamon, nyiapin dulu)
Kita lanjutin, tapi saya hanya bahas soal gimana menghadapi kecemasan ketika mau ketemu orang. Nggak mau bahas melebar, nggak mau mendiagnosis kamu juga.

Lakuin tipsnya, kalo ga berhasil juga maka bisa temui psikolog/psikiater habis COVID mereda
"Anxious saat banyak orang" itu seperti pembully. Semakin sering kamu dirundung, semakin sering kamu dibawahnya, semakin dia berkuasa dan menang.

Semakin kamu menuruti keinginannya, bukan kamu sedang bebas. Kamu merasa seakan sesaat bebas, padahal lagi dibully terus
Apa yang kita pikirkan mempengaruhi apa yang kita rasakan/lakukan
Apa yang kita lakukan mempengaruhi apa yang kita rasakan/pikirkan
Apa yang kita rasakan mempengaruhi apa yang kita pikirkan/lakukan

Problemnya, perasaan cemas saat ramai itu sulit dikendalikan. Jadi?
1. Karena perasaan sulit dikendalikan, maka fokus perubahan kita adalah perilaku dan pikiran

Jangan menunggu perasaan membaik, tidak cemas, baru berpikir rasional dan melakukan tindakan. Itu terbalik. Bergeraklah, ubahlah pikiran, dengan itu perasaan cemas bisa mereda
2. Latih Berpikir Realistik

Ketika cemas, pikiran kita cenderung tertarik untuk mikirin hal-hal buruk dan negatif.

Latihlah buat memikirkan kemungkinan secara realistik, tidak sampai positif gapapa, realistis

Kemudian, BUKTIKAN bahwa yang kita takutkan itu ga sebegitunya benar
3. Hindari Berpikir Ekstrim

"Duh pasti gagal ini"
"Mampus gua"
"Habis pasti dah ini"
"Rusak ini"

Pikiran ekstrim ini seringkali keliru, tapi karena kita sering banget mikirin ini, akhirnya relate dengan beberapa kejadian dan jadi seakan benar dan malah makin membuat kita cemas
4. Menang tanpa melawan

Ngelawan perasaan cemas, berusaha gak ngerasain cemas, itu malah buat cemas kita jadi makin besar

Cemas bisa mereda kalau kita tidak sibuk ngelawan pikiran. Ngelawan pikiran pakai pikiran, cuma bikin pikiran makin ramai
Kecemasan justru mereda kalau kita berhenti melawan, lalu meredakan ramainya pikiran, atau sekadar mikirin hal lain, atau mikirin hal yang realistis terjadi.

Let it go, biarkan kecemasan berlalu. Berhenti tenggelam dalam pikiran itu, dan arahkan pikiranmu ke sisi lain
5. Fear perlu dilawan dengan FEAR

Rasa takut dan cemas/ fear bisa kita hadapi dengan FEAR

Face
Everything
And
Recover

Mikirin aja ga bikin cemasmu berkurang. Maju dan hadapi, dalam prosesnya, kecemasan akan berkurang.
Ketika kita cemas mau presentasi, kita akan cemas pas mikirin itu. Bahkan kita akan cemas ketika mau naik panggung. Tapi begitu prosesnya berjalan, kecemasan akan mereda.

Persiapkan sebaiknya, lalu majulah. Mikirin ga bikin cemas mereda. Ngelakuin bikin cemas mereda
6. Lakukan berulang

Cemas saat pertama kali kita melakukan akan terus berkurang ketika kita terus melakukannya. Kita terus akan belajar hal baru, disaat yang bersamaan kecemasan kita mereda. Itu yang akhirnya membuat kita menjadi semakin "baik baik saja" dalam menemui keramaian
7. Lakukan tindakan perulangan ini, tapi perhatikan ketika kecemasannya terlalu besar

Jika kecemasannya terlalu besar hingga kita tidak bisa melakukan apa-apa, berhentilah sejenak. Mungkin kita perlu strategi lain, atau itu tanda kita butuh pertolongan.
Demikian utas soal anxious dan introvert ini

Mungkin kamu bukan introvert, ga perlu malu mengakui kalau kamu cemas menghadapi orang. Lampaui rasa takutmu dan bertumuhlah. Tapi jika itu begitu mengganggumu, tidak apa pula mencari pertolongan untuk bertumbuh.

Selamat belajar
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with Jiemi Ardian

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!