Malem sob!
Kisah yg akan ane tuliskan di bawah ini merupakan sebuah cerita yg sempat terjadi di komplek tempat ane tinggal dulunya.
Sebelum mulai yuk ramein dg like rt dan komen nya sekalian ya sob!

Kalo udah so let the haunt begin!
Sebut saja namaku Yasmin. Seorang ibu rumah tangga biasa.
Dahulu, pernah ada kejadian aneh yg menimpa keluarga kami. Tepatnya menimpa anakku yg tertua, Abdul namanya.
Waktu kami baru pindah ke komplek ini, usia Abdul kala itu baru sekitar enam tahun. Sekarang sih, dia sudah dewasa, hampir 19 usianya.
Anakku si Abdul ini, sewaktu di umurnya yg baru segitu, merupakan anak yg luar biasa aktif nya.
Saat mengasuhnya aku lumayan di buat repot dgn segala macam tingkah lakunya.
Ia sukanya bermain lari-larian dgn anak-anak sekitar rumah. Kalau sudah asyik main, tak di pedulikan nya hari yg panas ataupun hujan.
Sebenarnya aku senang juga sih kalau Abdul begitu aktif nya saat itu, ku pikir mungkin itu tanda bahwa ia anak yg sehat.
Terkadang kubiarkan bermain di luar sampai ia capek sendiri dan pulang.
Tapi, sayang,sikapku yg membiarkan nya terlalu larut saat bermain ternyata menjadikan sebuah petaka buatku.
Karena kelalaian ini, Abdul anakku terkena penyakit yg melibatkan eksistensi dari seorang makhluk gaib.
Sore itu turun hujan panas. Kata orang-orang dulu, jangan keluyuran ketika hujan panas sedang turun, bisa celaka, menurut mereka.
Memang dasarnya si Abdul ini tak bisa diam.Melihat hujan yg tak sebegitu derasnya, ia pun menghamburkan diri ke luar rumah, dgn niat mandi air hujan.
Saat itu juga aku lagi sibuk mengurus jemuran, jadi kubiarkan ia lari-larian di luar sana. Lagipula, ada beberapa anak-anak lain ikut bermain bersama dia.
Setelah puas bermandi hujan, ia pun masuk sendiri ke dalam rumah. Ku bersihkan badannya dgn cara memandikannya sekali lagi. Ia pun beristirahat setelah ku beri makan malam.
Malam itu, Abdul terserang demam. Pasti di akibatkan mandi hujan tadi sore, pikirku. Tubuhnya panas sekali, ia sampai menggigil. Kuberikan ia obat penurun panas sambil ku kompres kepalanya. Panasnya tetap tak menurun.
Ia sempat mengigau, tpi ucapan nya tak jelas. Mungkin karena demam nya tinggi, jadinya ia meracau.
Terlalu malam utk ku bawa ia ke klinik, lgipula tak ada yg mengantarkan ku karena suamiku berangkat keluar kota waktu itu.

Sayup-sayup ku dengar suara bayi di luar sana.
Eh, apa aku salah dengar, batinku. Suara bayi yg menangis itu terdengar sekali lagi. Malah makin jelas.
Dan, kedengaran nya datang arah teras rumah .
Siapa sih yg ngegendong bayi tengah malam buta gini, batinku.
Kucoba menerka tetangga mana yg nekat di jam segini membawa bayinya ke depan rumah ini.
Suara tangisan bayi itu masih kedengaran di telingaku. Bahkan, suara tsb seperti sudah pindah di depan pintu kamar.

Aku mulai merinding.
Aku tak berani beranjak utk memeriksanya. Pikiranku sudah mengatakan kalau yg ada diluar sana seperti nya sudah bukan bayi biasa lagi.
Kubaca doa-doa keselamatan, serta ayat ayat suci demi menjaga aku dan anakku.
Untunglah, tak begitu lama gangguan berupa suara tangis tsb menghilang.
Untungnya, panas di tubuh Abdul menurun ketika menjelang subuh. Aku merasa sedikit lega. Kuputuskan beristirahat sejenak, walau hatiku masih sedikit bingung dgn kejadian yg ku alami barusan.

*****
Abdul terlihat sehat sepanjang hari itu. Tak ada tanda kalau ia terserang demam tadi malam. Ku batalkan niatku utk memeriksakan kondisinya ke klinik, kupikir ia sudah baik-baik saja.
Tapi lagi-lagi aku lalai.
Tengah malam itu, demam tingginya kumat lagi. Aku benar-benar bingung dibuatnya. Menyesal sekali aku kenapa terlalu cepat senang dgn kondisinya yg tampak sehat sebelumnya.
Dengan mata berat, kujaga Abdul yg tertidur dgn selimut tebal. Sesekali ia mengigau, entah apa yg di sebut nya.

Mataku hampir saja tertutup, ketika kudengar suara bayi menangis itu lagi.
Aku terkesiap karena takut. Suara itu kedengaran persis di telinga ku. Kemungkinan bayi tak kasat mata itu sudah berada di dalam kamar ini.
Kupeluk Abdul erat-erat sambil kurapal kan doa dan ayat suci yg lumayan banyak ku hapal. Syukurlah tangisan bayi itu menghilang bersamaan dgn rasa kantukku yg datang menyerang.

*****
Paginya seperti biasa, Abdul sehat sediakala. Tapi aku tak mau kecele lagi. Ku bawa ia ke klinik terdekat utk memeriksa kan dirinya.
Hasilnya?
Ia baik-baik saja. Tak ada satupun penyakit yg perlu di kuatir kan, kata dokter itu.
Aku melongok kebingungan.
Pulangnya aku memang di beri obat-obatan utk pencegahan demam si Abdul kambuh. Tapi itu tak menjawab rasa bingung ku akan kejadian dua malam lalu.

Dan , terjadi lagi sesuatu pada diri Abdul.
Menjelang tidur, ia menangis merengek menahan sakit pada wajahnya. Demamnya pun meninggi. Kuberi ia obat utk mengurangi rasa sakit nya.
Mendadak, kulihat perubahan pada wajah nya.
Mukanya jadi mencong, dgn mulut sebelah kanannya seperti tertarik ke atas. Persis seseorang yg terkena stroke. Ia menangis meraung-raung.
Aku panik seketika.
*****

Dokter itu juga ikut heran dgn kondisi Abdul saat ia memeriksanya. Ia tak bisa memastikan jenis penyakit yg diderita Abdul hingga mengakibatkan mencong pada mukanya.
Ia hanya memberikan obat utk dikonsumsi dan menyarankanku utk mengurut bagian wajah Abdul yg miring tsb.
Ketika malam itu tiba, demam nya meninggi lagi. Dalam tidurnya, ia menangis terisak, seperti sedang menahan rasa sakitnya.
Aku ikut bersedih menyaksikannya. Rasa sedihku buyar, ketika suara bayi itu lagi-lagi muncul.
Kupasang telinga dgn seksama, dan kaget kalau sekarang bukan lagi suara tangis yg kudengar. Tapi suara bayi yg tertawa. Iya ,bayi itu kini tertawa.
Dan juga tawanya mengelilingi isi kamar ini.
Ya Tuhan, jaga dan lindungi lah kami, doaku di malam itu.

*****
Beberapa tetangga datang melihat keadaan Abdul pagi itu. Mereka memang sudah tahu kondisi kami, karena aku sempat curhat pada mereka tempo hari.
Dari salah satu dari mereka, aku di sarankan utk menemui seseorang yg katanya semacam orang pintar. Menurut dia ini, sepertinya ada yg janggal terkait penyakit yg diderita Abdul, dan juga teror yg kami alami beberapa malam lalu.
Tak salah juga utk mencoba, kataku. Yang penting Abdul bisa sembuh dan kami bebas dari gangguan gak jelas tsb. Dan aku juga penasaran ada apa sebenarnya di balik semua kejadian ini.
Akhirnya ku datangi alamat orang pintar yg di katakan tetanggaku kemarin.
Ia memperhatikan keadaan Abdul yg masih miring mukanya. Ia manggut-manggut dan mulai mengucapkan pelan semacam ayat-ayat sambil memejamkan mata.
Selesai ia merapal bacaannya, ia mulai berbicara padaku.
"Jadi begini bu....", katanya.
" Anak ibu ini kemarin lari-larian di jalan, ia nginjak anak jin! "

Hah?
"Gimana pak? " tanyaku, masih belum paham.
"Anak ibu, dia pernah nginjakin anak jin . Nah, emak si anak jin ini marah lalu ngebalas nginjakin mukanya anak ibu! " terang si orang pintar.
Aku terhenyak.
Lalu teringat hari di mana Abdul bermain di luar saat hujan panas yg lalu.

"Tuh anak jin lagi belajar jalan, bu! Lagi di jagain ketat sama emaknya. Kalo bisa nti bilangin sama anak-anak di rumah ibu biar jgn main di sekitar rumahnya. "
"Rumahnya yg mana pak? " tanyaku lagi yg mulai paham.

"Deket rumah ibu ada pohon nangka gede kan? Nah, itu dia rumah mereka! " jawab si orang pintar.
Aku melongo lagi, memang ada pohon nangka berukuran agak besar tak jauh dari rumah, tpi siapa sangka juga kan ada kehidupan mereka di sana.
Ya udahlah, akan ku usahakan upaya pencegahan buat Abdul agar berkurang mainnya nanti. Tapi, yg penting Abdul segera sembuh saat ini.
Si orang pintar ini memberikan padaku sebotol air yg sudah di bacakan doa. Nantinya, selain di minum, sebagian nya lagi di pakai utk diusap kan ke wajah Abdul utk menghilangkan mencong nya.
Sebelum beranjak, kutanyakan perihal teror yg menimpaku ketika malam tiba. Kenapa aku dibuat takut dgn suara tangis anak bayinya, dan jawaban si orang pintar sangat mengejutkan.
Si ibu anak penghuni pohon nangka tsb, rupanya mau memberiku sedikit pelajaran agar tidak terlalu lalai dalam menjaga anak.

Buset! Sampai aku juga kena getahnya, makiku.

*****
Tak beberapa lama, Abdul pun sembuh dari penyakit nya. Wajahnya pun normal seperti semula dan ia kembali aktif.
Lari-larian lagi seperti sebelumnya, dan hujan-hujanan.
Satu pesan selalu ku ingatkan ia, utk tetap berhati-hati saat bermain.
Terutama di sekitar pohon nangka itu, yg ku tahu ada makhluk lain juga yg hidup di sana.
Sama seperti kita juga, yg akan marah bila terusik.
Dan akan balas menginjak, ketika mereka terinjak.

******
Sekian utk cerita malam ini sob! Terima kasih utk atensi nya.
Sampai jumpa lagi di trit ane yg berikut nya.

Good night and sleep tight!

******

• • •

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh
 

Keep Current with IndraOne

IndraOne Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

PDF

Twitter may remove this content at anytime! Save it as PDF for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video
  1. Follow @ThreadReaderApp to mention us!

  2. From a Twitter thread mention us with a keyword "unroll"
@threadreaderapp unroll

Practice here first or read more on our help page!

More from @adelbert_rusty

14 Nov
Hai sob!
Malem ini ane akan menuliskan kisah dari seorang kenalan ane,tentang pengalaman mistisnya sewaktu ia bekerja di sebuah gedung bioskop dulu.
Seperti biasa, nama tokoh dan lokasi kejadian akan ane samarkan.
Dan seperti biasanya juga, yuk ramein trit nya dgn rt like dan komen sekalian biar makin seru.

Kalo udah, so let the haunt begin!
Read 79 tweets
6 Nov
Hai sob!
Di malem minggu ini, ane akan menuliskan sebuah kisah pendek utk menemani weekend kalian!

Cerita di bawah ini ane dapet kan dri seorang teman yg pernah mengalami suatu kejadian mistis di tempat kerjanya.
Seperti biasanya, sebelum mulai yg pencet rt like dan komen sekalian biar tritnya rame.

Kalo udah, so let the haunt begin!
Read 58 tweets
22 Oct
Hai sob!
Malam ini perkenankanlah ane utk menuliskan sebuah kisah utk menemani akhir pekan kalian.
Tapi sebelum lanjut, seperti biasa yuk ramein dgn rt like dan komen sekalian biar tritnya makin seru!

Kalo udah, so let the haunt begin!
Read 82 tweets
14 Oct
Malem sob!
Cerita yg akan ane tulis di bawah ini berdasarkan pengalaman seseorang yg bernama Teguh ( nama samaran), yg mana masih ada hubungan kerabat dgn ane sendiri.
Seperti biasa, sebelum kita mulai yuk ramein tritnya dgn rt, like dan komennya sekalian biar ane semangat juga nulisnya. 😊

Kalo udah, so let the haunt begin!
Read 62 tweets
8 Oct
Malam sob!
Ijinkan kami sedikit bercerita utk menemani weekend kalian malam ini. Tapi seperti biasa, sebelum kita mulai, yuk ramein tritnya dg rt, like, komen dan follow sekalian ya😊

Kalo udah, so let the haunt begin!
Widya. Yah, Widya. Nama itu selalu terngiang-ngiang di benakku belakangan ini.
Bukan hanya namanya saja, sosok cantiknya pun selalu menari-nari di pikiranku.
Read 91 tweets
3 Oct
Met malam sob!
Kisah yg akan saya tulis di trit ini di ceritakan oleh seseorang yg bernama, sebut saja Alvin, tentang ibu beliau yg pernah mengalami sebuah kejadian mistis saat sang ibu sedang menginap di sebuah rumah sakit.
Seperti biasanya ya sob,sebelum mulai, like dan rt plus komen, biar trit ini makin rame😄

Kalo udah, so let the haunt begin!
Read 36 tweets

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just two indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3/month or $30/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal

Thank you for your support!

Follow Us on Twitter!

:(