Profile picture
, 24 tweets, 6 min read Read on Twitter
Indonesia makin relijius, namun praktik intoleransi tidak kunjung surut. Sialnya, faktor penyebab intoleransi (di antaranya) adalah perbedaan agama.

Saya mendukung visi yang bagus dari @psi_id. Ketulusan "partai muda" ini perlu diuji. Dengan memberikan mereka kesempatan.

😊😊
Saat @psi_id hadir, saya sempat ketar-ketir membayangkan nasibnya; lolos kesertaan dalam pemilu atau kagak--untuk masuk ke dalam ring pemilu itu bukan persoalan mudah, kan?

Anggapan saya masih belum berubah sama PSI; punya daya tarik sendiri dalam membangun citra partai politik.
PSI memang layak dipuji. Saya dengar tinggal sedikit lagi @psi_id lolos PT. Belum bisa memprediksi bakal seperti apa parlemen nanti.

Harus seru, tentu.

beritasatu.com/nasional/54060…
Seperti tebakan saya, ternyata @psi_id yang lebih dulu memberikan apresiasi pada hasil Bahtsul Masa'il dalam Munas NU beberapa waktu silam.

Di tengah partai² lain sibuk mengurusi dapil & caleg, hingga sampai mereka tidak sempat memikirkan hal lain.

Hhe~
Dalam semua karir agama sebagai institusi wahyu di dunia, hampir pasti mereka memiliki penyebutan² spesifik kepada "liyan", yaitu kelompok luar masyarakat beriman.

Dan hampir dipastikan pula, pengategorian² itu memakai peristilahan² yang sangat non-positif.
Islam, yang dari kata dasarnya adalah pasrah ataupun damai (jika membaca ulasan Gus Yahya Staquf), sejak lama memiliki ketegangan teologis dengan institusi agama lain.

Lewat NU, dan Munas kemarin, Islam hendak dihadirkan sebagai agama yang sesuai dengan kata dasarnya tadi.
Spesifikasi "warga di luar masyarakat beriman" versi Islam, menurut beliau, adalah lahir dari norma permusuhan dan dorongan kewaspadaan terhadap institusi agama lain.

Kenapa?

Konflik antar agama itu sudah banyak sejarahnya, kendati agama hanya jadi kambing hitamnya saja.
Spesifikasi Kafir Harby (motivasi perang) hingga Kafir Dzimmy (non-muslim taat pajak) muncul karena norma permusuhan dan nilai kewaspadaan terhadap institusi lain.

Dulu, peperangan terjadi karena perebutan perbatasan, terjadi antar prajurit perang, dan mengancam warga kerajaan.
Sekarang makin banyak keragaman, dan peperangan konvensional mulai ditinggalkan. Namun norma permusuhan terhadap institusi wahyu lain bukannya punah, hingga akhirnya kita dikagetkan dengan tragedi Bali (I & II) dan aksi teror² yang lain.
Tidakkah Anda saksikan bagaimana pengakuan para kombatan itu?

Mereka terdorong melancarkan aksi teror karena terlegitimasi norma permusuhan yang menyeru "bunuhlah orang kafir di setiap kamu menemuinya" itu.
Hingga NU pada 1984 merumuskan tiga macam ukhuwah: islamiyah (antar sesama Islam), wathoniyah (antar warga negara), dan basyariyah (antar manusia).

Karena kategori muslim dan kafir sudah tidak lagi relevan dalam status kewarganegaraan.
Munas NU memang baru sampai kepada kategori kafir yang seharusnya diganti dengan WN (Warga Negara). Belum sampai pada artikulasi lain.

Tapi memang harus dimulai, karena pandangan² keislaman yang problematis sudah banyak.

Cakep, PSI.

m.detik.com/news/berita/d-…
Dan, @psi_id memang harus masuk parlemen; biar lingkungan dewan jadi ramai.

Orang lama & kaya jadi kata kunci pencarian, itu wajar. Tapi partai baru dengan Sistum-nya masup 4 besar Google Trends, selain menarik juga menyakinkan orang bahwa mereka tidak patut untuk diremehkan.
Bagi orang yang menjelajahi dunia online, dengan begitu cepatnya sebuah kabar berganti di dunia maya, untuk menjadi trend perlu usaha yang kerap terseok².

Kita tahu Sandiaga Uno harus tampil konyol demi menjadi trend di pemberitaan, kan?

😁🤣😅
Sial sekali Pak Prabowo jadi trend nomor satu, tapi didominasi kabar non-positif.

Padahal, kita semua tahu panggung Pilpres 2019 ini adalah "momen antara" bagi Sandiaga.

Selamat siang. Selamat menyantap makan ;)
Seberapa becus Jokowi mengurus negara, seharusnya pertanyaan itu diajukan pula ke Prabowo.

Memilih Jokowi untuk kedua kali menjabat, rasanya jauh lebih masuk akal daripada memberikan Prabowo kesempatan.

Kita tidak sedang membandingkan dua orang yang imbang, je 😁
Jadi Jokower tentu mudah. Karena Jokowi sudah pernah bekerja, jadi bisa menilai sejauh mana dia sampai mana.

Jadi kampret tentu susah; naluri oposisi bertindak sebagai pembangun persepsi bahwa petahana tidak becus mengurus negara.
Padahal, pertanyaan "seberapa becus" dan "seberapa mampu memimpin 250 juta jiwa di Indonesia" harus ditanyakan pula ke Prabowo.

Jauh lebih mudah menjawab hal itu ketika jadi Jokower, tapi tidak bagi kampret.

Kampret mau jawab apa?
Betul, jauh lebih mudah mengoreksi kinerja Jokowi, dan lebih mudah lagi menentukan apa saja yang harus dia lakukan untuk memperbaiki.
Ketika nanti Jokowi jadi presiden untuk periode kedua, banyak hal yang perlu dia benahi.
Dan saya tentu berharap partai baru seperti @psi_id benar² lolos ke parlemen untuk mengawal pembenahan itu.

Seperti, di antaranya, mengawal ide Jokowi dalam mengembangkan Daycare.

Ada Mas Kokok, dalam @psi_id, yang tidak bercanda jika menyangkut hal itu

tribunnews.com/pilpres-2019/2…
Mengantar orang baik ke wilayah kekuasaan itu perlu. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian.

😊😊😊
Penting untuk diperhatikeun~
Partainya anaq² muda udah menyalip beberapa partai besar lainnya.

Sebuah kabar gembira karena pernah dituduh macam², namun berakibat pada elektabilitasnya yang naiq.

Dan alhamdulillah sudah di atas PKS~

😊😊😊

Cakep, @psi_id!

m.jpnn.com/amp/news/surve…
Missing some Tweet in this thread?
You can try to force a refresh.

Like this thread? Get email updates or save it to PDF!

Subscribe to Rumail Abbas
Profile picture

Get real-time email alerts when new unrolls are available from this author!

This content may be removed anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!