, 135 tweets, 21 min read
Sebuah thread horror.
.
.
Sebuah keisengan yang berujung penyesalan.
@bacahorror #bacahorror
Cerita kali ini adalah cerita dari pengalaman pribadi saya bersama teman teman, untuk nama pelaku dan kejadian disamarkan, mengingat satu dan lain hal.

Baiklah mari kita mulai
Cerita ini berlatar belakang pengalaman pribadi yang terjadi beberapa tahun lalu, saat saya masih kuliah di salah satu universitas di sumatera utara.
Kejadian ini sudah cukup lama, namun cukup membekas di ingatan, baik saya dan teman teman.
Saat itu saya adalah mahasiswa, terbilang biasa saja, tidak terlalu berprestasi namun tidak juga memprihatinkan. Sebut saja nama saya aldi.
Selayaknya anak muda, aldi punya teman teman segeng yg tiap hari bersamanya.
Kumpulan beberapa remaja tanggung yg masih berapi api.
Malam itu aldi bersama teman teman nya sebut saja boby, rio dan edo sedang duduk di sebuah cafe. Hari itu hari jumat malam sabtu.
Mengingat bsk sabtu dan mereka libur, mereka santai sambil menyeruput secangkir kopi di gelas masing2 walaupun malam semakin larut.
4 pemuda ini asyik bertukar canda tawa, weekend memang surga bagi para mahasiswa. Sampai satu celetukan dari boby memecah gelak tawa mereka.
"Kalian gak bosen ? duduk2 seperti ini terus ? Ngapain yuk gitu" ujar boby sembari menggaruk kepalanya.
"Hmm iya juga ya daritadi kita duduk ambeien lama2 hahaha" canda rio menyahut.
"Hmm ngapain ya, main billiard yuk" sambung aldi memberi ide.
" ah kau billiard terus kerjaanmu, yg lain kek" jawab boby memprotes.
Mereka terdiam, sibuk mencari ide baru digagaskan.
Tiba tiba edo yg sedari diam bersuara
"Nonton midnight aja gmn ? ada film horror baru keluar tuh katanya bagus".
"Ah kau ngapain hantu ditonton buang2 waktu saja" protes rio.
"Tunggu, hantu ? Menarik juga tuh" boby menyambung percakapan.
Mereka bertiga bengong memandangi rio.
"Daripada kita nontonin hantu, gmn kalau kita datangin saja ? Ujar boby antusias.
Mereka kembali diam dan bingung.
"Datangin gmn bob ? Tanya aldi masih berusaha mencerna pernyataan boby.
"Iya, semacam uji nyali gitu, belum pernah kan ? Hitung2 tes mental lah" boby menambahkan.
"Ah kau gila bob, kayak ga ada kerjaan aja". Ujar rio yg sejatinya mmg penakut.
"Loh emg kita ga ada kerjaan kan, drpd bosen, gimana ?". Boby tetap kekeuh pada idenya.
"Emang mau uji nyali dmn ? aku sih gak masalah bsk libur juga ini" edo menanggapi.
Boby diam, dia berpikir keras.
"Hmm gmn kalau di kampus saja ?" Kata boby setelah beberapa saat.
"Ah kalian ini apa sih, udah cari ide lain saja, ya kan di ? Ujar rio sambil menatap aldi.
"Aku sih terserah ngikut aja" jwb aldi singkat.
Setelah berusaha membujuk rio utk ikut maka kesepakatan pun mereka dapat.
Mereka pun membayar kopi mereka dan bergegas meninggalkan cafe tsb.
Rencana nya mereka akan kerumah boby dulu utk nitip kendaraan, setelah itu mereka akan naik mobil boby utk pergi menjalankan rencana mereka.
Rio aldi dan edo pun memakirkan mobil mereka di pekarangan rumah boby yg mmg cukup luas.
"Dah yuk cepat, udah jam 1 nih" kata boby menyuruh mereka masuk mobilnya.
Namun rio nampak gelisah, seperti ada yg disembunyikan nya.
"Woi rio kau kok diem aja sih, takut ya ?" Kata aldi dlm perjalanan.
"Bob, td dirumahmu kok aku nyium bunga kantil sih ?" Tanya rio pada boby.
Bunga kantil adalah bunga yg biasa terdapat di kuburan, yg mmg mengeluarkan wangi yg khas.
" ah hidungmu aja yg gak bener, mungkin dari kebun tetangga sebelah" jawab boby cuek.
"Tau nih, jgn nakutin lah cuy" ujar edo pada rio.
"Mati ajalah kalian, emg bener aku nyium kok tadi" jwb rio kesal.
Tanpa terasa mereka pun sudah memasuki area kampus.
Kampus mereka sendiri cukup luas, dgn pepohonan rindang di sepanjang jalan. Cukup seram apabila didatangi malam hari.
"Kemana dulu nih" tanya boby.
"Dari paling belakang ajalah dulu" jawab aldi.
"Woke meluncur bos".
Boby pun memacu mobilnya dgn antusias.
Sampai lah mereka di fakultas pertanian. Fakultas ini mmg berada di area paling belakang di universitas ini.
Ternyata mereka mendapati masih ada satpam yg berjaga di pos depan fakultas itu.
"Nah kan, udah yuk balik aja, tiap fakultas pasti ada satpam nya" ujar rio berusaha meyakinkan teman2 nya.
Mereka pun mengurungkan niatnya masuk ke fakultas itu krn takut dikira maling.
"Ke kantin abah aja yuk, seram juga tuh pasti malem gini, ga ada yg jaga juga". Ujar edo tiba2 memberi ide.
"Ide bagus do mantap" sambung boby semangat.
"Ngotot banget sih kalian ini ah" ujar rio masih protes".
"Udalah yo, udah nanggung ini masa ga jadi" kata aldi.
Rio terdiam.
Boby pun menjalankan mobilnya menuju kantin abah.
Kantin abah sendiri terletak di tengah2 universitas tsb. Letaknya disamping hutan kecil dan lapangan basket disebelahnya.
Mereka sering makan siang disini di sela sela jam istirahat kuliah.
Boby menarik handbreak mobilnya menandakan mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Tak ada siapapun disana, hanya mereka berempat saja.
Tempat tersebut gelap gulita, hanya sebuah lampu remang2 menerangi area luar kantin.
"Yuk turun" ujar boby sambil membuka pintu mobilnya.
Mereka berempat pun turun, sepi sekali sampai2 suara jangkring terdengar jelas bersahutan disana sini.
Mereka kemudian duduk di tumpukan bata yg ada disamping pintu kantin.
"Do bagi rokok dong" pinta boby memecah keheningan.
Mereka berempat pun serempak menyalakan rokok masing2, kepulan asap rokok mereka terlihat kontras dgn kegelapan disekeliling.
"Terus ngapain nih ?" Kata aldi.
"Dah duduk aja diem nunggu hantunya datang" jwb aldo sedikit bercanda.
"Hush nanti datang beneran kapok kau bob" ujar rio sambil menghisap rokoknya.
"Bagus lah memang itu tujuan nya, sekali2 aku pengen liat hantu" ujar boby.
Boby mmg cukup pemberani, bahkan bisa dibilang dia agak tdk percaya hal2 berbau ghaib dan takhayul.
Mereka berempat pun diam dalam keheningan, sesekali memainkan hp utk mengusir kantuk yg mulai datang.
Setelah beberapa lama boby mulai bosan.
"Mana nih hantunya" ujar boby kesal.
"Disini ga ada mungkin" jwb edo singkat.
Boby diam sesaat, kemudian memperhatikan sekitar.
"Bentar ya aku ke mobil dulu" ujar boby setelahnya.
Mereka diam melihat boby melenggang menuju mobil.
Sekembali nya boby, sebuah kamera sudah berada di genggaman nya.
"Ngapain kau bob, mau photoshoot ya ?" Ujar aldi meledek.
"Kesitu yuk manatau dpt foto penampakan" ujar boby sambil menunjuk hutan kecil disamping lapangan basket.
"Wah gawat kau nih bob, enggak ah kalian saja !" Ujar rio tak setuju.
"Yaudah kau mau tinggal sendiri disini ?" Ujar boby yakin aldi dan edo akan ikut bersamanya.
Rio terdiam tak bisa membalas.

Akhirnya mereka pun berjalan kearah hutan, nampak beberapa pohon pohon besar nan rindang berdiri tegak disekeliling mereka.
Boby pun dengan sigap mengarahkan kamera ke sekeliling. Dari mulai pohon yg kecil sampai yg paling besar tak luput dari jepretan nya.
Setelah puas memotret, ia bersandar di salah satu pohon dan mulai mengejek foto2 yg ia ambil tadi.
Rio, aldi dan edo sontak ikut penasaran.
Begitu byj hasil jepretan boby mereka amati satu2, tapi tdk ada satupun yg aneh.
"Ah payah ga ada apa2 nih" ujar boby kesal.
"Yaudah gini aja, kita bagi 2 aku sama rio disini dan aldi edo diujung sana" perintah boby tiba tiba.
"Ha ngapain bob ?" Tanya aldi tak mengerti.
"Ya mungkin krn kita rame hantunya gak mau muncul" ujar boby sok tau.
Aldi dan edo pun setuju mereka beranjak menuju pohon diujung kanan mereka.
Boby pun hanya tinggal berdua bersama rio.
Setelah membakar rokok mereka duduk bersila dibawah pohon dibelakang mereka.
"Bob udah jam 3 nih pulang yuk" ujar rio.
"Bentar lg ah, udah diem nanti hantunya gak datang" jwb boby.
Mereka pun diam, hening sekali.
Setengah jam berlalu, tak terjadi apapun. Aldi dan edo yg mulai bosan mendatangi kedua teman nya tsb.
"Dah pulang yuk aku uda ngantuk nih" jawab aldi.
"Ah payah nih, kami ga ngeliat apa2. Kalian gmn ?" Tanya boby kesal.
"Ga ada tuh, biasa aja" jwb edo.
Boby yg kesal menginjak rokoknya dan tiba2 ia berteriak lantang.
"WOI KUNTILANAK, GENDERUWO, POCONG MANA KALIAN SINI NAMPAKKAN WUJUD KALIAN !!!"
teriakan boby keras sekali.
Sontak ketiga teman nya terperanjat kaget dgn teriakan boby.
"Woi bob gila kau ya ngapain pake teriak segala" ujar rio marah.
"Habis aku kesal, sia sia kita kemari" jawab boby ketus.
Aldi dan edo hanya geleng2 kepala melihat tingkah teman nya itu.
"BRAKKKK"
tiba tiba dahan pohon yg cukup besar jatuh tepat dibelakang mereka.
Rio yg kaget spontan berlari ketakutan, aldi dan edo yg tak kalah terkejut kemudian ikut berlari tunggang langgang meninggalkan boby sendirian.
Mereka kaget setengah mati, nafas mereka terengah engah begitu nya sampai didepan mobil boby.

"Woi kalian kok lari sih, cuma dahan pohon jatuh gitu" ujar boby sembari berjalan santai kearah ketiga teman nya itu.
"Gila kau ya bob, kau sih nantangin dibalas kan sama setan" ujar edo masih ngos ngosan.
"Setan darimana cuma dahan pohon gitu, kalo pocong td yg jatuh baru aku takut" jawab boby sembari tertawa kecil.
"Sinting kau bob" ujar rio sembari menggelengkan kepala.
"Udah yuk pulang ah, untung gak kena kita tadi itu dahan pohon nya". Jawab aldi melerai mereka.
Mereka pun masuk ke mobil dan bergerak pulang.

Sesampai nya dirumah boby, mereka duduk di teras sembari menegak minuman ringan yg diambil boby dari lemari pendingin.
"Yaudah aku pulang ya uda hampir subuh" kata aldi setelah meminum habis sekaleng f***a.
"Aku juga deh" sambung rio dan edo berbarengan.
Boby pun beranjak membukakan pagar dan mereka pun bubar bergegas pulang kerumah masing2.
Sblm pulang rio membuka kaca mobil dan berkata pada boby
"Awas kau diikuti setan bob, ikut tidur pula nanti dia dikamarmu" ujar rio mengingatkan.
"Kalo setan nya cewek cantik gapapa deh" jwb boby bercanda.
"Mmg sinting kau ya, yaudah aku pulang dulu, sampai ketemu bsk" ujar rio
"Oke hati hati bro" jwb boby sambil mengangkat tangan.
Rio pun pulang diikuti aldi dan edo.
Boby yg sudah mengantuk lantas pergi kekamar dan bersiap tidur.
Tak ada yg aneh setelah itu, ia tidur seperti biasa.

Tanpa boby ketahui inilah malam terakhir dia bisa tidur nyenyak.
Esoknya boby bangun, lapar melanda perut nya yg keroncongan.
Ia pun turun kebawah dari kamarnya utk mencari sesuatu yg bisa dimakan.
"Baru bangun tuan muda ?" Kata bu ratna. ia ibunda boby.
"Loh mama mau kmn ?" Tanya boby melihat ibunya sudah berpakaian rapi serba hitam.
"Iya mama mau melayat ke rumah mbok tini. Beliau meninggal tadi malam bob". Kata bu ratna lirih.
"Innalillahi, yg bener ma ?" Tanya boby dgn raut muka sedih.

Mbok tini adalah pembantu mereka yg sdh bekerja bertahun2 dirumah itu. Sudah beberapa bln ini beliau sakit keras.
"Iya, kamu doain si mbok ya, beliau byk sekali jasa nya sama kita" ujar bu ratna sembari membuka pintu.
"Iya ma" jawab boby lesu

"Kamu kalo mau keluar jgn lupa kunci pintu ya, mama kyknya plg malem krn ada urusan sama papa" kata bu ratna dari kaca mobil.

Boby mengangguk pelan.
Lantas boby pun kembali menghabiskan waktunya dikamar hingga malam tiba.

Boby sudah berdiri di depan kaca sambil merapikan rambutnya.

Ia ada janji dgn teman teman nya utk berkumpul di cafe langganan mereka malam ini.
Setelah mengantongi kunci mobil ia bergegas menuruni anak tangga.
"Mau pergi mas ?" Kata seseorang dari arah dapur.
"Iya mbok titip rumah ya" jawab boby cepat sambil membuka pintu bergegas keluar.

Sesampai nya di mobil, boby terdiam.
Dia terdiam lama sekali.
Tangan nya yg memegang kemudi setir mobil berkeringat.
"Itu tadi mbok tini ?" Batin nya dalam hati.
"Mbok tini kan sudah meninggal, tadi kan mama pergi melayat beliau" ia semakin tak habis pikir.

Sontak ia berlari kembali ke rumah dan menuju dapur.
Tidak ada siapapun. Kosong.
Boby kembali ke mobil dgn sejuta pertanyaan di kepalanya.
"Ah mungkin perasaanku saja krn buru2 tadi" ia berkata dalam hati.

Ia pun memacu mobilnya meninggalkan kediaman nya itu.
Boby sudah berkumpul dgn teman2 nya di cafe langganan mereka.
Terduduk di samping edo, ia melamun.
Ia msh heran bagaimana ia tanpa sadar berbicara dgn mbok tini td dirumah.
"Woi bob dia, ngelamun jorok kau ya ?" Kata rio
"Sembarangan" boby tersentak.
"Eh bob mana kamera mu, sini aku mau mindahin foto kita di mall kmrn ke laptop, aku mau udpate di p*th" Kata aldi tiba tiba.
"dasar narsis" kata boby seraya mengeluarkan kamera dari tas nya.

Aldi mengutak ngatik kamera tsb hendak mencari foto yg dimaksud.

Sedetik kemudian..
Aldi terdiam, matanya terbelalak tak percaya apa yg dilihatnya.
Di menekan tombol zoom bolak balik utk meyakinkan apa yg dilihatnya tidak salah.
"Guys, coba kalian liat ini" kata aldi gemetar.

Teman2 nya yg bingung mengarahkan pandangan mereka ke kamera yg di pegang aldi.
Betapa terkejutnya mereka melihat foto foto di hutan dkt kantin abah sewaktu mereka uji nyali kemarin malam.
Sesosok makhluk tinggi besar hampir 2 meter tertangkap kamera, di semua foto yg diambil.

Sosok hitam dari ujung kepala sampai kaki dgn mata merah menyala.
Anehnya, tidak ada penampakan lain yg tertangkap di foto2 tsb, hanya 1 sosok makhluk itu yg ada di setiap foto.
Padahal jelas boby dan teman teman nya sudah mengecek tidak ada yg ganjil dari foto itu semalam.

"Astaghfirullah" kata rio menelan ludah.
"Kok bisa sih, pdhl kita liat kemarin ga ada kan ?" Tanya boby bingung.
"Perasaanku gak enak bob" kata aldi.
" udah udah hapus aja mungkin emg kita ga perhatiin td malam" kata edo sembari menegak segelas air.
Aldi pun menghapus foto foto tsb.
Mereka semua terdiam, masih tdk percaya.
"Bob kau aman aman aja kan dirumah ?" Tanya aldi yg sudah mulai takut.
"Aman kok, udahlah cuma foto aja gitu" kata bobi berusaha positive thinking.
"Dddrrrtt"
Tiba2 hp boby bergetar, diangkat nya hp tsb yg ternyata ibunya menelfon.
"Guys aku pulang duluan ya, mama aku nitip martabak nih disuruh beliin"
Kata boby sesaat setelah menutup tlp.
"Oke bob hati2 ya, klo ada apa2 kabarin kita" kata rio.
"Ah kalian ini parno an, bye"
Boby meninggalkan mereka dgn sejuta pertanyaan.
Sepanjang jalan dia berpikir keras, dari mulai sosok mbok tini, ditambah sosok mengerikan di kamera nya.
Ada apa ini sebenarnya ? Batin nya dalam hati.
"Perasaanku gak enak deh" kata rio yg msh bersama aldi dan edo di cafe.
"Ah udahlah semoga ga kenapa2, si boby jg ga takut" sambung aldi menenangkan.
"Semoga aja deh ya" kata rio singkat.

Esoknya hari minggu berlalu seperti biasa, hari senin yg super sibuk sudah menanti mereka.
Tibalah hari senin yg tak dinanti. Jadwal kuliah yg padat sudah di depan mata.
"Mana nih si boby, kok blm keliatan setengah jam lg kita ada kelas kan" kata edo sambil menyeruput segelas kopi hitam.
Pagi itu mereka duduk dikantin sembarinya menunggu kelas dimulai.
"Nah itu dia" kata aldi seraya menunjuk boby yg terlihat datang dari arah parkiran.
"Kenapa kau bob, lesu amat" kata rio sesaat setelah boby ikut duduk.
Raut muka boby yg lelah dan kantung matanya yg hitam tergambar jelas.
"Kurang tidur aku semalam". Jwb boby.
"Itulah kau main game terus kan, uda tau kuliah malah begadang" timpal edo.
Boby hanya diam tak bereaksi.

Teman teman nya tdk tau, apa yg sebenarnya membuat boby tdk bisa tidur semalaman.

Seharian boby tidur di dlm kelas, rasa kantung tak kuasa ia bendung.
Setelah beres kuliah mereka nongkrong seperti biasa di cafe.
"Bob pulang sajalah sana, keliatan nya kau msh ngantuk sekali" kata aldi melihat boby yg menguap.
"Ah malas aku tidur dirumah, nanti mimpi buruk lg" ujar boby.

Teman teman nya terdiam mendengarnya.
"Mimpi buruk gmn bob ?" Tanya rio penasaran.
Sebenarnya boby enggan bercerita pada tmn2 itu krn takut mereka khawatir.
Namun setelah dipaksa ia pun akhirnya buka mulut.
"Aku sudah 2 hari mimpi buruk, dalam mimpiku aku didatangi oleh makhluk dikamera ku waktu itu" kata boby lirih
Teman teman nya itu tercekat mendengar pengakuan boby.
"Astaga bob, jgn2 ini krn kau nantangin setan waktu kita uji nyali kemarin" kata rio tanpa basa basi.
"Ah ngawur kau, aku kan hanya iseng waktu itu". Jwb boby ketus.
"iseng mu itu malah membuatmu kualat bob" ujar edo kesal
Boby hanya terdiam sambil tertunduk lesu.
"Yaudah gini aja, banyakin shalat bob, doa2 sebelum tidur. Insyaallah akan baik2 saja" kata aldi.
"Iya toh hanya mimpi, thanks di" jwb boby.

Tanpa mereka tau, mimpi buruk itu hanya awal dari apa yg akan menimpa boby selanjutnya.
Malam nya boby santai menonton tv dikamarnya, acara tv kesukaan nya.

Sedang asyik menonton tiba2 perhatian nya teralihkan oleh suara yg samar2 terdengar.
Dikecilkan nya volume tv utk mendengar lebih jelas suara apakah gerangan itu.
Tak salah lagi,
Suara tangis seorang wanita.
Boby bergidik ngeri. Dikeraskan nya kembali volume tv utk mengusir suara asing tsb.
Namun seiring mengerasnya volume tv, suara tangis tersebut jg ikut menguat.
Semakin tersedu sedu.
Boby berpura pura acuh sambil terus menonton tv.
Seketika boby teringat perkataan aldi td di cafe. Ia buru2 mengambil wudhu dan melakukan shalat isya.
Tp sepanjang ia shalat perasaan tak tenang terus ia rasakan.
Seakan byk sekali yg mengawasi nya malam itu.

Setelah itu suara tangis itupun hilang. Tak terdengar lg.
Boby yg mulai tenang kemudia bersiap utk tidur, rasa kantuk tak kuasa lg dibendungnya, ia pun terlelap.

Tapi sekali lagi, utk yg kesekian kalinya, sosok serba hitam dgn mata merah menyala itu datang lg di mimpinya.
Dlm mimpinya ia sedang berada di kamar, dan sosok itu berdiri di samping lemari nya. Sosok itu melihat nya dgn mata melotot seakan menyimpan amarah yg teramat sangat. Mimpi yg sama utk kesekian kali

Boby pun terbangun dari tidurnya, keringat mengalir deras membasahi tubuhnya.
Boby tak tahan lagi, ia lantas mengambil jaket dan sebuah kunci, kali ini bkn kunci mobil. Ia bermaksud mencari angin menaiki motor utk menenangkan diri.

Sekejap kemudian dia sudah berada diatas motor kawas**i nya menyusuri jalanan kota.
Setelah puas mengitari kota kevin bermaksud pulang krn waktu subuh sebentar lg tiba.
Di perempatan jalan ia berhenti sebentar utk membeli rokok di warung pinggir jalan yg msh buka.

Setelah itu ia berjalan lurus dan mengambil beberapa belokan jalan.
Sesampai nya di suatu perempatan jalan, betapa terkejut nya boby. Ia mendapati sebuah warung di pinggir jalan, ia tak asing dgn warung tersebut.

Itu warung yg sama tempat ia membeli rokok tadi.
Boby yg bingung langsung menarik dalam2 gas motornya, secepat kilat ia melewati beberapa belokan yg harusnya berujung di depan komplek rumahnya.

Tapi apa yg ia dapati tak bisa diterima oleh akal sehatnya.

Warung pinggir jalan yg sama, lagi.
Motornya terhenti di pinggir kios itu, ia tak habis pikir bagaimana bisa itu terjadi. Tak mungkin ia salah jalan kerumahnya sendiri.

Sejurus kemudian ia melihat penjaga warung itu keluar.

Dan bak disambar petir, boby tercengang.
Begitu si penjaga warung membalikkan badan, yg dilihat boby adalah wajah sosok mengerikan di mimpinya.

Dgn mata merah menyala terang, kali ini boby dpt melihat dari dekat tetesan darah pada kelopak mata sosok itu.

Terlalu mengerikan utk dapat digambarkan.
"Kau tak akan bisa pulang anak kurang ajar" sosok itu tiba2 berujar pada boby sembari tersenyum mengerikan.

Boby yg panik lantas melarikan diri sekencang2 nya dgn motornya.

Ia tak bisa lagi melawan ketakutan nya, dipacu nya motor nya sekencang2 nya.
Begitu kencang nya motor boby melaju, ia ketakutan setengah mati.
Ia membaca segala macam doa yg diingatnya.

Ditelusuri nya kembali jalan yg ia yakin menuju rumahnya, kali ini ia berhasil.

Sejurus kemudian dia sampai di pekarangan rumahnya.
"Darimana kamu pagi2 buta begini ?" Kata bu ratna ibu boby ketika mendapati boby masuk.
"Cari angin gabisa tidur" kata boby dgn muka masih ketakutan.
"Yaudah bentar lg subuh, shalat dulu baru tidur lg" kata ibu boby sembari masuk kekamar.
Boby pun mengambil segelas air dan bergegas menapaki tangga utk naik kekamarnya.

Tapi apa yg menantinya diujung tangga tak pernah diduganya.

Ia mendapati sosok perempuan, dgn wajah dan stelan baju yg sama dgn org yg berbicara padanya dibawah td.

ITU IBUNYA.
Boby terdiam membeku melihat sosok itu.

"Baru pulang nak ?" Kata sosok itu datar dgn raut muka menyeramkan.

Lutut boby lemas seketika, ia yakin itu bkn ibunya. Ada satu hal yg meyakinkan boby itu bkn ibunya.

Mata sosok itu merah berteteskan darah di kelopak nya.
Boby berteriak histeris dan dgn panik berusaha turun dari anak tangga, tp sialnya boby kakinya yg lemas tak mampu menopang berat beban tubuhnya.

Ia pun terjatuh dan terguling kebawah tangga, sejurus kemudian ia pingsan tak berdaya.
Boby mendapati dirinya terbaring dikamar setelah terbangun siang hari, kepalanya pusing tak karuan.
Ibu dan ayahnya terduduk lesu di sampingnya.

"Kamu baik2 saja nak ?" Kata ibunya selagi membelai rambutnya.

"Mama" sahut boby sambil berusaha memeluk ibunya itu
Tapi dirasakan nya tangan sangat sakit, bahkan untuk digerakkan.
"Ma tangan boby sakit sekali" kata boby seraya memegangi tangan nya.

"Kamu juga sih, kok bisa jatuh dari tangga bob" kata ibunya kasihan.

Boby terdiam tak mampu untuk menjelaskan kpd ibunya itu.
"Yaudah kamu istirahat dulu, biar ibu panggilkan nek nur ahli pijit langganan mama" kata bu ratna.

Boby mengangguk pelan.

"Bob, kamu baik2 saja nak, kata mama kamu keluar malam td tdk bisa tidur ?" Tanya ayahnya menyambung percakapan.
"Boby baik2 saja yah mungkin krn mengantuk jd terpeleset dr tangga" kata boby, ia tak sanggup menceritakan kejadian sebenarnya.

"Yaudah kamu istirahat ya, tunggu nek nur datang mengobati tangan kamu, kalau misalnya parah kita langsung ke dokter" ujar sang ayah.
Boby akhirnya tertidur, baru dirasakan nya lg betapa nikmatnya terlelap begitu pulas.

Ia terbangun lg oleh suara yg tak asing lg ditelinga nya.
"Bob kau kenapa bob sampai gak masuk kuliah ?" Kata rio yg datang dibarengi aldi dan edo.

Boby terpaku melihat teman teman nya itu.
"Gapapa, cuma terpeleset dari tangga" jwb boby berlagak tenang.

Ia khawatir teman2 nya mengkhawatirkan dirinya.

"Bob, ini nek nur sudah datang" tiba2 bu ratna masuk diikuti nek nur sang ahli pijat.

Kemudian nek nur tanpa berkata sepatah pun duduk disamping boby.
Ia memejamkan mata, lama sekali.
Semua orang di kamar itu keheranan melihat tingkah nenek itu.
"Nek silahkan mulai dipijat". Kata bu ratna tak sabaran.
Nek nur membuka matanya, namun ia msh terdiam.
Setelah menghelas nafas panjang nenek itu berkata.
"Ini bukan terkilir biasa bu, ada campur tangan lain".
"Maksudnya nek ?" Kata bu ratna msh belum mengerti.
Nek ratna kemudian memandangi boby, kemudian rio, aldi, dan edo.
"Kalian bandelnya kelewatan" kata nek nur.
4 sekawan itu terkejut sekaligus tak mengerti.
"E..emang kami kenapa nek ?" Tanya rio berusaha mencerna kata2 nenek itu.
"Boby seperti ini akibat ulah kalian beberapa malam lalu, makhluk ini berasal dari tempat itu" timpal nek nur serius.
Boby terkejut bukan main.
"Makhluk apa nek ? Saya tak mengerti" kata aldi tak kalah terkejut.
"Kalian tahu makhluk mana yg saya maksud" kata nek nur sembari memandangi mereka satu persatu.

Mereka terdiam membisu, tak salah lg yg dimaksud nek nur adalah makhluk di kamera boby.
Makhluk jahat serba hitam dengan mata merah berdarah darah.
"Apa maksudnya nek ? Saya benar benar tak mengerti".
Nek ida menghela nafas dalam dalam.
"Coba kalian ceritakan yg sebenarnya, kalau tidak saya tdk bisa mengobati boby" kata nek ida serius.
4 sekawan itu kemudian saling memandangi satu sama lain.
Akhirnya rio pun menceritakan detail cerita mereka uji nyali dan tindakan boby yg sembrono tdk luput diceritakan nya.

"Astaga, kalian ini apa sih kurang kerjaan sekali, kayak orang gila saja" kata bu ratna ibu boby marah.
"Maaf bu kami hanya iseng karena bosan" kata boby pasrah disahut anggukan teman teman nya yg lain.

"Ulah kalian sendiri membuat kalian celaka" kata nek ida
"Sekarang setan ini ada di dalam tubuh boby" kata nek ida menambahkan.
Tiba tiba boby yg terdiam mulai tertawa sendirian.
Semua yg ada di ruangan itu terkejut.
"Anak ini harus mati, karena sudah berani menantangku" itulah yg keluar dari mulut boby, rupanya iblis itu sudah merasuki boby.
Makhluk yg merasuki boby kemudian tertawa keras sekali, suara tertawa yg berat dan serak.

Semua yg ada di ruangan tersebut tercekat.
"B..bagaimana i..ini nek ?" Kata bu ratna ketakutan.
"Kita keluar dulu dari sini bu tidak aman, makhluk2 lain mulai berdatangan" kata nek nur.
Mereka dgn cekatan meninggalkan boby yg masih tertawa sendiri di ruangan itu.
"Nek apa yg harus kita lakukan ?" Kata bu ratna cemas
"Tlg jemput anak saya dirumah, saya tdk akan bisa menangani ini sendirian" perintah nek nur.
"Biar kami saja nek alamatnya dmn" kata aldi.
Setelah mendapat alamat yg dimaksud, 3 remaja itu dgn cekatan bergerak menjemput anak nek nur.

Dari dalam kamar terdengar suata teriakan boby, berteriak histeris mengerikan.

"Nek tolong selamatkan anak saya, saya akan bayar berapapun" kata bu ratna mulai menangis.
"Minta tolong jgn sama saya bu, sama allah. Saya hanya perantara saja" kata nek nur.

Bu ratna tak henti menangis sampai setengah jam kemudian aldi dan teman2nya kembali membawa anak nek nur.

Sosok seumuran bu ratna dgn jenggot panjang, ia biasa dipanggil pak danu.
"Assalamualaikum mak, saya sudah dengar dari anak2 ini, bagaimana keadaan boby" ujar pak danu pada ibunda nya.
Nek nur hanya melirik pada pintu kamar boby.
"Bantu emak dan, mak sdh tua gak sanggup sendiri" kata nek nur
Kemudian kedua ibu dan anak tersebut masuk ke kamar boby. Sebelum masuk pak danu berpesan.
"Jgn ada yg masuk ya, takutnya iblis itu malah pindah masuk ke kalian".

Bu ratna, aldi rio dan edo pun hanya bisa pasrah menunggu diluar kamar.
1 jam berlalu dgn teriakan histeris boby yg terdengar dari kamar.

Berulang kali bu ratna memaksa masuk krn tidak tahan mendengar teriakan boby yg terdengar seperti orang yg sangat kesakitan.

Namun aldi dan teman teman nya terus mencegah bu ratna.
Bu ratna yg tak kuasa menahan rasa khawatirnya kemudian menelpon suaminya yg masih bekerja di kantor .

Air mata terus mengalir di pipinya. Ia tak tahu harus bagaimana jikalau sesuatu buruk terjadi pada anak semata wayang nya.
Ditengah percakapan dgn suaminya di telfon nek nur tiba2 keluar dari kamar boby, bu ratna kemudian buru2 mematikan telfon nya.

"Bagaimana boby nek" tanha bu ratna panik.

Nek nur yg terlihat lelah menghela nafas dalam2.
"Makhluk itu hampir menguasai boby sepenuhnya bu, saya keluar ingin meminta persetujuan ibu" kata nek nur lirih.
"Persetujuan apa nek ?" Tanya bu ratna masih menangis.

Dengan tatapan tajam nek nur menatap bu ratna.
"Saya akan coba sebisa saya sesuai kemampuan saya, tapi semua tergantung boby, jika tubuh dan jiwanya kuat menahan prosesnya ia akan selamat, jika tidak...." nek nur tak menghabiskan kalimatnya.

"K..kalau tidak apa nek?"tanya bu ratna pilu.
"Saya tdk bisa pastikan nek, kemungkinan terburuk jiwa boby bisa terbawa ke alam lain, boby bisa terganggu kejiwaan nya, dia bisa jadi gila" kata nek nur lelah.

Bu ratna yg mendengarnya tak kuasa menahan pecah tangisnya.

Dia tersungkur terduduk tak kuasa menahan pilu.
"Ibu berdoa sama allah ya bu, saya akan berusaha semampu saya" ujar nek nur yg ida sembari membantu bu ratna berdiri.

"Kalian juga doakan boby ya" ujar nek ida sembari menatap aldi dan teman teman nya.

3 sekawan itu hanya mengangguk pasrah.
Tak pernah mereka sangka keisengan yg mereka lakukan kemarin berakibat fatal seperti ini.

Lalu menit berganti menit, jam berganti jam berlalu tak terasa.

Seiring berjalan nya waktu teriakan histeris boby bak orang kesakitan terus terdengar.
Bahkan sampai mengundang perhatian tetangga utk datang melihat apa yg terjadi.

Aldi rio dan edo serta bu ratna pun teralihkan kesibukan nya menjelaskan kepada tetangga ttg kondisi dan situasi yg terjadi.

Situasi kian mencekam ketika malam tiba.
Ayah boby yg pulang dari kantor tak kuasa menahan paniknya mendengar teriakan anak tunggal nya itu.
"Sudah pak, percayakan saja sama nek nur, kita shalat ya doakan boby" cegah bu ratna ketika suaminya memaksa masuk ke kamar boby.
Ayah boby pun mengiyakan, mereka pun shalat maghrib berjamaah, masih diiringi teriakan dari boby.

Selesai shalat maghrib, suara teriakan boby pun terhenti.

Tapi tetap tak bisa membuat semua orang dirumah itu tenang.
Pak danu terlihat melangkah keluar kamar, dgn isyarat tangan ia meminta semuanya utk masuk ke kamar boby.

Didapati lah boby yg sudah tidak sadarkan diri, terlihat tubuhnya dipenuhi lebam kebiruan layaknya habis dipukuli seseorang.
Bu ratna yg panik pun langsung memeluk boby.
"Boby bangun nak bangun, jgn tinggalin mama" kata bu ratna berurai air mata.

"Tenang bu tenang boby sudah tidak apa apa, makhluk jahat itu sudah berhasil kami usir" ujar pak danu menenangkan.
"Tapi ya begitu, tubuhnya pasti sangat kesakitan, iblis itu susah sekali dilawan bu, krn memang boby sendiri yg menantang" tambah pak danu.
Nek nur mendekati bu ratna sambil mengelus lembut bahunya.
"Setelah boby sadar dan tubuhnya normal kembali, ajak dia melayat ya bu" ujar nek nur.

"Melayat siapa bu ?" Kata bu ratna yg bingung.

Nek nur tersenyum.
"Kami sudah hampir putus asa bu, sampai sesosok qorin seseorang membantu melawan iblis itu" timpal nek nur.
"Sepertinya ia pernah dekat dgn keluarga ini, ia sangat menyayangi boby" tambah nek nur lagi.

"MBOK TINI" ujar bu ratna tersadar.

Mbok tini memang sangat dekat dgn boby, sedari boby dilahirkan hingga tumbuh besar, beliau lah yg sedari dulu mengurusi boby.
"Beliau sedih bobu tak ikut datang ke pemakaman nya" ujar nek nur lagi.

Bu ratna terdiam, teringat sosok pembantu rumah tangga yg bertahun tahun mengabdi kepadanya itu.

"Yasudah kami izin shalat dulu, waktu maghrib sudah hampir lewat" ujar pak danu kemudian.
Setelah shalat maghrib kedua ibu dan anak itu pamit pulang.

"Sebaiknya boby dibawa kerumah sakit pak, tangan nya sudah diurut td, tp alangkah baiknya ditangani secara medis lebih lanjut" ujar pak danu pada ayah boby yg mengantar mereka ke pintu pagar.
"Baik pak akan saya laksanakan, terima kasih byk pak, nek. Saya dan keluarga berhutang budi pada kalian" ujar ayah boby sembari menyalamkan selemar amplop berisi uang.

" sama sama pak, sudah sepantasnya sesama muslim saling membantu. semoga boby lekas pulih" ujar pak danu.
Sudah 3 hari semenjak kejadian itu berlalu dan boby dirawat dirumah sakit.

Pagi itu aldi, rio, dan edo duduk dikantin seperti biasa.
Sekejap kemudian mereka terperanjat kaget melihat boby yg datang dari arah parkiran.

"Boby !! Udah sembuh kau ?" Ujar edo girang.
Boby hanya tersenyum, ia mengisyaratkan tak bisa berbicara dgn suara kuat. Mungkin efek dari berteriak sepanjang hari sewaktu kejadian dirumahnya.

"Sudah kemarin baru keluar dari RS, pesankan aku minum dong" kata boby dgn suara parau nan halus.
"Wahaha suaramu jadi kayak chipmunk bob" ujar rio sembari tertawa.

Aldi sontak memukul kepala rio.
"Udah sana pesenin, tuan muda haus nih" perintah aldi.

"Sama saja kalian semua brengsek" ujar boby sembari tertawa kecil.
"Bagaimana keadaan mu bob, sudah baikan ?" Tanya edo.
Boby tanpa menjawab kemudian membuka kemejanya. Tampak beberapa luka legam msh terpatri ditubuhnya.

"Ya sudah mendingan lah, kupikir aku bakal mati waktu itu" ujar boby msh dgn suara parau seperti kehabisan suara.
"Untung semua baik baik saja ya bob, kita tobat deh gitu gituan lg ya" ujar aldi.
Boby dan edo serempak mengangguk pelan.

"Ohiya, nanti sepulang kuliah, kalian ikut aku ya" ujar boby kemudian.

"Kemana ?" Tanya rio yg tiba2 datang dgn segelas minuman.
"Melayat mbok tini bareng mamaku. aku memang belum sempat melayat ke makamnya" ujar boby pelan sembari menegak minuman itu.

Seketika boby pun teringat akan sosok pengasuh nya itu, sosok lemah lembut dan penyayang itu.
Sosok yg walaupun sudah tiada, namun kasih serta sayang nya senantiasa mengiringi boby dari sisi lain.

Boby sungguh menyesali dirinya sendiri, bagaimana ia tak pernah menjenguk si mbok sewaktu sakit keras, bahkan ia tak ikut melayat ke pemakaman nya waktu itu.
"Terima kasih mbok tini atas segala kebaikan nya, semoga mbok tenang dialam sana" ujar boby seraya meratapi batu nisan pengasuh nya itu.

Taburan bunga dan iringan doa menutup segala kisah waktu itu.
Memang cerita diatas sudah cukup lama berlalu, tapi jejak kisah nya tak akan bisa kami lupakan sampai sekarang.

Bagaimana itu semua bisa saja membahayakan jiwa dan raga teman kami, dan bagaimana segala yg terjadi membuat kami tak mau lagi kembali ke kantin abah, tkp itu.
Tetapi memang selalu saja ada yg bisa dipetik walaupun seujung rambut.

Terkadang kita sebagai manusia terlalu angkuh pada lingkungan.

Terkadang kita sebagaimana makhluk sosial terlalu acuh pada orang sekitar.

Tak ada asap jika tidak ada api.
Akhir kata saya undur diri. Terima kasih sudah membaca cerita ini, untuk benar tidaknya saya kembalikan pada kalian, saya tak pernah memaksa utk percaya dgn segala apa yg saya utarakan.
Maafkan jika thread kedua saya ini memakan waktu sedikit lama, dikarenakan kesibukan dan lain hal. Terima kasih. Sampai jumpa di thread selanjutnya :)
Ohiya maaf jikalau sepanjang cerita byk typo bertebaran. Yah namanya manusia tak pernah luput dari kesalahan, see you when i see yoy tweeps :)

@bacahorror #bacahorror
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with rojanxro

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!