, 92 tweets, 17 min read
My Authors
Read all threads
A Thread Horror

---Sakti Alam Kerinci--

@bacahorror #bacahorror
Thread ini mungkin tidak akan begitu seram dengan thread-thread horror yang lain

Karena pada Thread Sakti Alam Kerinci ini, aku hanya akan memberikan gambaran beberapa tempat seram yang berada tepat dikaki gunung Kerinci
Mulai yang sudah melegenda hingga yang kurang didengar -
Melegenda? Maaf!
Maksudku adalah melegenda bagi rakyat sekitar khususnya yang berada di kecamatan Kayu Aro dan Kayu Aro Barat

Sebutlah saja seluruh Thread yang nanti akan saya bagikan akan berlatar belakang di Kecamatan Kayu Aro
(Memang pada dasarnya namanya hanya Kayu Aro)
...
Kayu Aro
Adalah sebuah daerah dataran tinggi yang terletak di gunung tertinggi sumatera yaitu Kerinci
Kayu Aro selain dikenal denga tempat wisata alam
Kayu Aro adalah daerah penghasil teh terbaik di dunia (menurut artikel yang aku baca)
Daerahnya asri dan indah jika dipandang...
Ya, begitulah dari segi mata telanjang kita semua melihat hamparan teh yang luas dan indahnya pemandangan Kayu Aro
Jika dilihat di siang hari dan terik matahari menyinarinya

Nama Kayu Aro sendiri konon diambil dari sebuah pohon besar yang hingga detik ini masih berdiri gagah ...
Diatas pijakan tanah
(Ingat terus nama ini-akan ada thread khusus untuk Pohon Kayu Aro)

Sedikit gambaran mengenai pohon Kayu Aro
Beberapa masyarakat percaya pohon Kayu Aro dapat menggambarkan perekonomian daerah dengan tanda rimbun atau gugurnya daun disana
Mungkin cukup untuk penjelasan tentang Kayu Aro,

Jika ada pertanyaan, akan aku jelaskan melalui Thread pula nantinya

Saat ini aku akan membagikan beberapa tempat angker, seram, atau hal yang sama sesuai versi masyarakat sekitar yang sudah pernah aku wawancarai scr langsung ...
1. Rumah Sakit Gunduk Rumah Sakit (bukan nama asli rumah sakit)

Aku sengaja menyamarkan nama ini karena memang rumah sakit ini masih beroperasi dan masih ada hubungannya dengan perusahaan tempat orang tuaku bekerja

Jika kalian para pembaca adalah masyarakat sekitar ...
Mohon untuk tidak menyebutkan namanya secara gamblang, karena tentu saja akan ada pihak yang nanti akan merasa dirugikan

Kejadian horror yang terjadi dirumah sakit ini banyak dialami oleh masyarakat setempat atau masyarakat Gunduk Rumah Sakit
Dan untuk kali ini akan aku bagikan sedikit cerita dari temanku bernama Putra, kejadian ini terjadi saat Putra masih duduk dibangku kelas 2 SMA

Malam itu...

(Merindung Nggerrrrr!!!)

Ya, malam itu, malam minggu, Putra baru saja pulang dari tempat tongkrongannya, ...-
Jam menunjukan pukul 00.30

Di Kayu Aro, pukul 00.30 akan menjadi hal yang susah untuk menemui pengendara yang melintasi jalan raya, ada tapi tak seberapa

Jadilah Putra dan temannya bernama Dwi (cowok) akan berniat pulang kerumah yang juga bertepatan di desa Gunduk Rumah Sakit..
Sesampainya Putra dihalaman rumahnya, Putra merasa tidak enak harus membangunkan orang tuanya selarut ini

"Cok! Pie iki? Rak wani aku nggedor pintu" kata Putra lirih kepada Dwi
"Weh, pie yo, oh awak e dewe tuku ngombe wae, ngko turune nang rumah sakit kono," sahut Dwi membri ide
Mata Putra terbelalak heran, meskipun Putra dikenal teman-temannya sebagai bocah yang 'Kendel' tapi untuk mendekati rumah sakit tersebut, dia harus berpikir dua kali

"Gendeng kon, po rak ono nggon liane, warung sego opo rental warnet ngono, malah lebih waras koyokane," jwb Putra
(Gila kamu! Apa gak ada tempat lain, warung nasi atau warnet gitu, kan lebih waras spertinya,)

"Bakule sopo yamene isih buka, Gendruwo tenan rak gelem buka warung nang gon sepi ngene, wes talah, timbang awak e dewe kademen nang kene, ayo golek ngombe, tros daden nang kono,"
(Warung yang sekarang masih buka itu siapa? Gendruwo pun males buka warung ditempat sepi begini, sudahlah, dari pada kita kedinginan disini, kita cari minum, terus bebakaran disana) kata dwi sekonyongkonyongnya

Mendengar penjelasan dwi yang memang masuk akal, Putra pun dengan..-
Terpaksa meng-iya-kan ajakan Dwi untuk pergi kerumah sakit Gundik Rumah Sakit

Bermodalkan 3liter tuak untuk menghangatkan tubuh, dan beberpa bungkus rokok

Mereka siap untuk menginap di Rumah Sakit Gundik Rumah Sakit

...
Oh iya, aku lupa memberi tahu,
Rumah Sakit Ini sempat tidak beroperasi selama beberapa tahun karena alasan yang tidak begitu jelas, kenapa dan mengapa

Dan pada Tahun 2011 Rumah Sakit Gundik Rumah Sakit sedang dalam keadaan kosong tak berpenghuni
Walau masih dikunjungi u/ m3$um
Oke lanjut!

Singkat cerita, tepat jam 1 dini hari
Mereka sampai di rumah sakit tersebut

Waktu berjalan tanpa ada sedikit gangguan apapun
Api dari bakaran sampah dan kayu kayu yang berserakan cukup membuat tubuh mereka tidak kedinginan
"Cok! Kok sui sui ngeri yo?" (Cok! Kok lama-lama ngeri ya) kata Dwi secara tiba2 sembari merangkul tubuhnya sendiri dan melihat disekitar

"Kemlelet kue, mau wae wanian saiki kewden, hah tipis,"
(Sombong kamu, tadi aja berani sekarang ktakutan, ah tipis) jwb Putra menyesap rkokny
"Opo mergo tuak iki yo," (apa karna tuak ini ya?) tanya Dwi mulai cemas, separuh perasaannya mulai ragu untuk tetap bermalam di rumah sakit ini

"Opo hubungane, kan yo nang kene awak ora ngganggu," (apa hubungnnya kan disini kita nggak ganggu) jawab putra menenangkan Dwi
"Ora ngganggu upelmu, lah po rak nyawang awak nggowo tuak 3liter, panggonan gor nggo kawen mbek bocah2" (nggak ngganggu upilmu, apa gak liat kita bawa tuak 3L, tempat cuma buat mesum gini) timpal Dwi

"Westalah, ora ono opo2"

Dwi masih dalam posisi yang sama, mereangkul tubuhnya
Sekarang Dwi semacam termakan oleh ucapannya, hawa dingin tidak enak mulai menggerogoti pikirannya
Cemas dan takut
Ketakutannya seakan sedang mnjadi tontonan banyak orang, meskipun tidak ada siapa2, Dwi memastikan itu, hnya ada dia dan Putra yang saat ini masih santai didepan api
Rasanya sudah sangat lama mereka berada di rumah sakit tua itu, lama sekali,
Tapi mereka salah, mereka berada disana baru 45menit saja, bahkan tuak yang dibelinya masih tersisa banyak sekali

"Mulih wae yok" (pulang aja yuk) ajak Dwi yang kini sangat ketakutan ntah krn apa
"Opo sih, mau mekso arep nginep nang kene, saiki arep mulih, yo mulih nangdi? ngomahku? weh bandem parang aku mbek bapakku," (apa sih, tadi maksa mau nginap disini, skrg mau pulang kemana? Rumahku? Wah, dilempar golok aku sama bapakku nanti) kata Putra tetap tenang
"Tapi,.."
"Weswes, nak arep mulih, mulih nang omahmu, pie?"(sudahlah, kalau mau pulang, pulang kerumahmu, gimana?) potong Putra bertanya, ia sedikit dongkol melihat tingkah dwi yang mendadak menjadi penakut seperti itu, meskipun Putra sebenarnya juga takut, tapi ia lebih memilih
Untuk tidak menampakan rasa ketakutannya
"Wayoklah, timbang ngompol aku nang kene," (ayoklah, daripada ngompol aku disini,)
"Yawes, pateni genine, tuak e guang ae,"(yaudah matikan apinya, tuaknya dibuang aja) kata Putra sembari berdiri dan berjalan menuju motornya
Api sudah dalam keadaan mati, cepat, karna disiram tuak pula, (tuaknya KW keknya, mkannya gak nyembur, tau ah)
Dwi berlari kecil mengejar Putra yg lebib dulu menuju ke motorny yg trprkir
Tiba2 saja langkah Putra terhenti shingga Dwi pun menabrak Putra dr belakang,
Putra brhenti tntu saja bukan tnpa sbab
"Ngopo cok?"
"Ojo ndelok ngarep," kata Putra lirih
Sama halnya dg org lain, smkin dilrang smkin pnsaran
Dwi nekad melihat ap yg dilrang oleh Putra
Benar saja, Dwi melihat bungkusan putih berdiri tegap membelakangi mereka berdua
"Jangkreeek! Pocc..,"
"Ssstttt menengo cangkemmu," (diam) kata putra
"Weh aku rak kuat cok, aku arep mulih wae lah, tolong ntrke aku mulih yo cok,"(weh, aku gak kuat cok, aku mau plang ajalah, anterin aku plang ya cok) kata dwi merengek, bahkan sudah mlai menangis,

Mustahil se.
Sekali, kalau bungkusan putih itu tidak mengetahui keberadaan mereka berdua

"Awak rak oleh mulih cok,"(kita gak boleh pulang cok) kata Putra masih dalam keadaan tenang,
"Walah temenan lah, aku gak wani mneh neng kene, ayuk mulih wae, tinggal wae setan gendeng iku"(walah, bner-
Bneran deh, aku gk berani, ayuk pulang, tinggal aja setan gila itu,) kata dwi semakin ketakutan dan tak menentu, panik, bahkan jika harus memilh, lebih baik untuk pingsan dr pd berhadapan dengan bantal guling itu

"Jogo cocotmu, iki baru siji, sing liane durong,"( jaga mulutmu
Ini baru satu, yang lainnya belum) bentak Putra

"Aku tek pingsan wae lah cok," (aku mau pingsan ajalah cok)
"Tapi kok yo rak iso iki pie toh Gusti paringono dalan padang"(tapi kok gak bisa ini gimana toh Ya Tuhan, tunjukan jalan terang) ucap Dwi sudah mulai menangis serupa bocah
"Ssstt meneng," kata Putra, dan melangkah maju mendekati bungkusan itu

Dwi tidak berani melihat kedepan, bahkan ia menyesal.
'Nasi sudah menjadi bubur' batin putra berucap, kalau takut jangan stgah2, kalau berani kudu maju
Begitulah batinnya bersuara

"Kulonuwon"
"Nang kene kami nggak ngganggu, jadi tulong mbanget minggiro seko dalanku," (disini kami nggak mengganggu, jd tlong skli menepi dari jalanku) kata Putra halus dan sopan kepada bungkusan itu

Pocong itu tdk bergeming sdkitpun, brgrakpun tidak,
"Sepurane nak kulo karo rencange ngganggu, tp tulungono, rencange kulo arep mulih," (maaf jika kami mngganggu, tp tolong, tmanku ingin plang) ulang Putra berbicara masih dngan sopan

Dwi merasa ganjil mendengar suara Putra sprt itu, ditmbh dngan bahasa yg tidak putra bngt
"Koe ngmg karo sopo cok"(kamu ngmg sm siapa cok?)
"Wes mneng wae, mulih ora?" (Udah diam aja, mau plang gak?) timpal Putra

"Sekali mneh, tolong minggiro seko dalanku," (skli lagi tolong mingir dari jlnku) kata Putra sdikit dngn nada tinggi

Tdk! Pocong itu masih dg posisi yg sma
"Hoooo wedos prucol, minggiro seko dalanku, rak mingger tak bandem ndasmu, Anj*ng!!! Mingger!!!" (Hoooo Wedus Prucol, minggir dari jalanku! Gak minggir ku lempar kepalamu, Anj*ng!!! Minggir!!!) bentak Putra pada pocong tsb.

Tidak lagi! Ia masih berdiri dengan lilitan kain lusuhx
Entah apa yang merasuki Putra, ia semakin ganas mencaci maki pocong itu, serupa sedang brbicara dengan lawannya

Satu, dua, tiga, tiga batu dilemparkan kearah pocong itu, meskipun tidak kena

(Kejadiannya memang demikian, jadi jangan dikira ngayal)
Lagi! Putra memaki, sumpah serapah disebutkan olehnya, seluruh isi kebun binatang keluar hingga tak ada lagi yg trsisa

Entah sdah berapa batubyg dilemparnya scra siasia

Tapi, hal itu membuahkan hasil

Pocong itu menghilang dari pandangan Putra
"Wes aman cok, yok mulih,"(sdh aman cok, yuk plang)
Sembari menyapu kedua tangannya putra membalik badan dan berkata pada Dwi, alhasil, Putra menemkan Dwi tak sdarkan diri

Mungkin sja krna ketakutan, lalu ia pingsan
Tapi, memang hny itu alasannya knapa Dwi bisa pingsan
Lanjut nanti ye, ngantuk nggerrr, selesai dzuhu kita lanjut lagi😘
Dengan tenaga seadanya Putra mncoba membngunkan Dwi yg tak sadarkan diri, katanya, berbicara pada pocong tersebut mmbuat tubuhnya sdikit lemas, dtambah pengaruh tuak tadi

Pipi kanan dan kiri Dwi ditampar olh Putra, tak berselang lama Dwi terbangun dengan wajah bingung

"Ada ap?"
Putra kembali menampar Dwi, kuat, itu ckup sakit,

"Tangi oo cok," (bangun woi) kata Putra geram
"Weh, ayo mulih, pocong e wes rak enek toh,"(weh, ayo plang, pocongnya udh gak ada toh,) jawab Dwi kembali panik, dia ingat apa yg sdah terjadi
Itu tadi hanya segelintir cerita dari kejadian ganjil di Rumah Sakit Gunduk Rumah Sakit

Pada intinya, kita tetap harus menjaga tatakrama jika bertandang dikediaman seseorang, meski bangunan kosong, tetaplah hargai penghuni bangunan tsb, krn pada dasarnya bumi bkan hnya dihuni
Oleh manusia saja
----
Sedikit informasi
Rumah Sakit ini sekarang sudah kembali beroperasi beberapa tahun belakangan, namun tidak semua bangunan yang dipakai

Kamar Melati, dan Kamar Mawar tidak dihuni karna alasan rusak

Tetapi, ada satu barisan kamar yg memang baru dibngun
Tp tidak dipakai, dg alasan trtntu,
--------
INGAT! Ini hanya segelintir cerita
Nanti dilain kesempatan akan aku bagikan thread tentang Rumah Sakit Gunduk Rumah Sakit ini, Insha Allah🙏
-------
Untuk Thread pertama hanya cerita kecil dari beberapa tempat yang akan aku bagikan
Aku hanya membagikan tempat2 yg sekira angker dan cukup terkenal dikawasan Kayu Aro

-------

Kita lanjut ke tempat selanjutnya

-------
2. Taman Aroma Pecco

Taman Aroma Pecco berupa tempat wisata yang terkenal dikawasan Kerinci
Selain terkenal dengan keindahannya yang mempesona mata, pohon besar yang menutupi taman, tentu saja menambah asri dan kesejukan jika berkunjung kesana

Cocok untuk piknik keluarga
Selain terkenal dengan keindahanannya, tempat ini juga cukup terkenal dengan sebutan Sarangnya lelembut kelas kakap di Kayu Aro (katanya)

Kebenaran atas itu hanya mereka yg diberi anugrah yg bisa mengetahui keasliannya

(Pada #Thread khusus akan ada gambarnya🙏)
Lanjut malam aja, siang bikin beginian gak seru keknya😁
Ini sedikit cupilkan berupa video yang diambil oleh rekanku @kkrun6661

Situasi saat mengambil video ini pada jam 2 siang
Terlihat indah bukan?

Dan legenda yang sering dibicarakan oleh masyarakat sekitar adalah mustika yang terdapat didalam danau ini,
Konon, danau ini dihuni oleh ular besar bermahkota, dan masih eksis hingga saat ini,

Keberadaannya adalah untuk menunggu danau tersebut agar tidak meluap keluar(katanya)

Begitulah kesaksian masyarakat

Ada pula yang mengatakan bahwa ada sebuah kejadian Jalan Putus yg diakibat
Akibatkan oleh ular ini

Benar atau tidak, masyarakat sbgian bsar mempercayai hal itu

Percaya atau tidak, smua itu kembali pada diri pembaca masing2

Baiklah aku akan membagikan sdikit cerita singkat, yang dialami oleh temanku "lagi"
A thread Horror
@bacahorror #BacaHorror

Kejadian dialami oleh temanku yang bernama Joko
Sbnrnya, aku jga berada dsna ketika hal ganjil itu trjadi

Malam itu, malam minggu, aku dan temn2ku termasuk Joko, br saja plang dari tempat tongkrongan kami
Saat itu pula, klo gk salah jam 12.30 dini hari,
Jadilah kami mngendarai motor beramai-ramai, bernyanyi sekonyong konyongnya, beberapa dari kami juga masih dalam keadaan mabuk, trmsuk diriku

Oh iya, kjdian ini pada tahun 2012,

Hal gnjil terjdi ktika kami sudah memasuki jalan
Berkelok, atau kami menyebutnya "pengkolan sungai jambu"

Jln itu memang tidak diberi sinar lampu jalan, shingga pnerangan hny berasal dr lampu motor kami

Si Joko yg memang pd dasarny adalah anak yg cukup pndiam dn bukan pemabuk sprt yg lain, tiba2 saja berteriak, memaki,
Hal itu mmbuat kami terkjut dn berhenti tpat didepan gapura Aroma Pecco

"Ngopo Jok?" (ada apa jok?) tnya Oki yg msih dlm keadaan stgh sadar dr pngaruh alkohol
"Ono kemamang cah" (ada kemamang" jawab Joko dngn nafas tersengal
"Tenane?" (Yakin?) tny oki kembali
"Opo klian gk ktok"
(Apa kalian gak ada yg nampak) kata Joko lagi
"Ora ki, alah kon mabok iku" (nggak kok, alah, kamu mabok itu) kta Doni
"Asu, aku gak ngombe yo"(anjg aku gak minum!) timpal Joko
"Wes parani wae, nak oleh kan iso sugih awak e dewe,"(udah datngin aja, kalau dpt bis kaya kita) kt doni
"Sugih ndokmu kui"(kaya ndokmu itu) bentak Joko
"Iyo jare uwekku, lak ketemu kemamang brrti enek wong arep disantet, nah, mngko awake dewe ngmg karo sing arep disantet iku, mngko kan awak e dewe diwei duit"(iya kt nenekku, kalo kita ktmu kemamang brrti ada org yg mau disantet,
nah, nanti kita bilang ke org yg mau disantet itu, nnti kan kita dksih imbalan) ujar si Doni
"Ncen wong nak mabok pikirane mung duet kok yo, weslah yok melebu," (org klo mbok pikiranya cm uang kok ya, yaudah yok masuk) kata Joko

Kami ber enam memberanikan diri untuk msuk kdlm
Dulu, aku bukanlah tipe org yg bnyk bicra, apalgi dlm keadaan tkut, ya memang dl aku penakut, jdi aku hanya menurut saja,
Pikirku, apapun kejadiannya aku pasrah

Dan benar, kedatangan kami tidak disambut dg baik oleh penghuni disana

Bru saja kami akan mematikan motor, suara it
Keras menggelegar ditengah rimbunnya pepohonan
Dan percya atau tidak, suara itu didngar oleh semua psang telinga

"LUNGO SEKO KENE LE"

Tidak tahu dr mana asl suara itu, suarany seperti berada dimanamana

Kami tidak pergi dan lari kabur, Joko malah berkata
"Metu oo mbah! Aku rak wedi!"(keluarlah mbah! Aku gak takut!)kata Joko sombong

Aku dan tman2ku hanya sling beradu pandangan, bingung, Joko yg trkenal pendiam, kini malah mnjdi gila, tak ada yg berkata lagi, suasana menjadi hening, hanya jangkrik yg trdengar dimanamana
Tidak ada yg berani bersuara slain Joko, Doni pun demikian, tidak bersuara besar sprt diluar td

Tidak ada jawaban dari tntangan Joko, Aku hny diam tk berkutik, jngnkan untuk bicara, menarik nafas saja, susah

Akhirnya salah satu dari kami, yaitu Doni, melihat sosok putih meng-
Gangung diatas pohon, bukan mnggntung tpat berdiri diatas pohon,
Tak aba-aba, sosok itu menyapa kami dengan suara tawanya, semua mendengarnya, tapi yg melihat hanya Doni

Doni tak berkedip sedikit pun, kaku serupa patung

"Weh weh weh" hanya kata itu yg kluar dr mlut kami
Aku pun juga demikian, panik, takut

Joko kembali lagi dengan ulahnya
"Mbak rene kluar, enek lanangan ngganteng nang kene, ayo"(mbak sini kluar, ada cowok ganteng disini) kata Joko sembari tertawa

Kepala Joko kini ditepuk oleh Rama,
"Ojo sumbar nang nggon koyo ngene kon, kualat
awak e dewe mngko,"(jngn sombong ditmpt sprti ini kamu, kualat nanti kita) kata Rama mulai emosi

Joko hanya diam mndengar Rama berkata sprt itu, kini giliran Oki, sosok hitam besar berdiri dibelakang Joko, hany Oki yg melihat,
Gamabarannya jelas, matanya merah mnyala, tubuhnya
Hitam berbulu, taringnya keluar serupa babi, (begitulah deskripsi yg dijelaskan oleh Oki)

Kini, Doni dan Oki yg mematung, dan aku, dan yg lainnya tidak menyadari hal itu,

Keadaan pun semakin mencekam, panik tak menentu yg sdang kami rasakan saat itu,
Hanya berbekal doa dan suratan pendek yg dpt menutupi ketakutan kami, meski nihil, rasa takut tetap saja menyelimuti pikiran kami

Keringat dingin dipundakku sudah mlai keluar, intinya sudah tdk nyaman skli berada didalam

Pemandangan indah disiang hari, berbanding terbalik saat
Malam hari

Ketakutan memuncak, ketika suara itu kembali lagi
Besar sekali suaranya, miripi seperti suara org dewasa yg sedang marah

"LUNGO SEKO KENE!!!" Kini dengan nada lebih membentak

Tanpa ba-bi-bu, aku lgsg tancap gas, tak ber aba,
Aku tak peduli lg dngn yg lain (bgst emg)
Tapi, trnyata itu tindakan salah, saat aku dan Riyan akan keluar dari Aroma Pecco dan meninggalkan yg lain, tiba tiba saja motor kami mati mendadak

Kami cek bensinnya, trnyata mash bnyak, semua cara sudah dicba untuk mnghidupkan kmbali msin motor, nahas, itu usaha sia sia
Tidak smpai disitu, suara perempuan menangis bercampur tawa terdengar keras, memecah hening dimalam hari,
Saat itulah rasa takut itu sangat tidak trkndali

Tiba2 saja Riyan menarik tanganku, mengajakku berlari, kembali ketmpt teman2
Kami berlari sprt dikejar anjing, berlari dngn sekuat tenaga yg tersisa, suara tangisan dan tawa itu masih saja mengejar kami,

Sesampainya kami di tmpt awal, aku dan Riyan tidak menemukan yg lainnya
Demikian pula dengan motor2nya

"Nandi boca2 Yan" tanyaku masih dg nafas berat
"Mboh ki Ndil, jangkrek ditinggal awak e dewe" (gak tau Ndil, jangkrek kita ditinggal!) jawab Riyan juga dlm nafas tersengal

Suara itu masih terdengar, tp sedikit menjauh, malah disitulah kepanikan lebih terasa,

"Ndil, jarene nak suarane iku adoh, setane malah cedak,"
(Ndil, katanya kalau suaranya itu jauh, artinya setannya dkt) tutur Riyan
"Weslah yan, ojo ngomong setan mneh, mumet ndasku, gara gara Joko iki, wes awak e dewe mbalek nang nggone mau, bismillah wae intine, gek diuripke ondane, gek muleh awak e dewe,"
(udahlah jangan bahas setan lg, pusing kplaku, gra2 joko ini, udah kita balik ketempat td aja, bismillah aja intinya, cpt diidupin motornya, cpt kt pulang,) kataku

Kami berjln cpat, mencoba menutupi ktkutan yg dirasakan ditngah rimbunan pohon beringin, menuju ktmpt motor kami
Syukurlah slma kami berjln tdk ada keganjilan yg trjadi, dan syukurnya lagi, motor msh berada ditmpt smula,

Mesin ttp tdk mau mnyala, sgala mcm doa dan ayat suci sdh disebut, ttp tidk mau menyala,
Riyan yg saat itu sdg mnahan kncing, aku suruh untk mengencingi motor itu, kata-
-nya pun itu manjur, benr, stlah motor dikncingi oleh Riyan motor hidup dngn lncar, aneh tp memang begitulah yg trjdi

Dngn sdikit rasa jijik aku mngendarai motorku yg sdah terhujani oleh air kencing riyan
Kejadian malam itu berakhir smpai disana,

Ingat kenapa aku menulis Joko diawal Thread?
Memang semua pnyebabnya adalah Joko,

Stlh beberapa hari stlh kejadian, tptnya malam Rabu, aku bersama dg Riyan brtmu dg bapak2 yg sdh kami knal, sebutlah dia brnama Pak Yok
Malam itu, slepas adzan isya aku dan Riyan prg brknjung krumah Oki, dan kbtulan disana ad Pak Yok

Basa-basi dimulai, hingga pd keheningan tnp pembicaraan, Pak Yok memecah hening

"Mlm minggu kae, klian seko endi le?"(mlm mnggu kmrin klian dr mana?) tny Pak Yok smbri mnyesp rokok
"Dolanlah pak, nndi mneh?"(mainlah pak, kmana lagi?) jawab Oki santai
"Mksdku, klian seko dolan iki mampir nang endi?"(mksdku, shbis main klian mampir dimana?)
"Ho, nang Aroma Pecco Pak, lah pie?" (Ho, di Aroma Pecco Pak, kenapa memangnya?)
"Haaah, dasar bocah umbelen,"
(Hah dasar anak ingusan) Pak Yok berkata sembari terseyum geli
"Kae, kandani koncomu, nak arep golek Popok Wewe ojo ngapusi kancane," (itu, ksh tau tmnmu kalo mau cr Popok Wewe jgn bohongi tmn sndiri)
"Pie Pak? Sopo sing sampean mksd iki?"(gimna pak? Siapa yg anda mksd?) kta Oki
"Aku yo ora weroh jenenge, cah sing go onda worno biru, ireng, rambut njegrak koyok simpe," (aku ya gk tau namanya, anak yg pkai mtor wrna biru, hitam klitnya, rmbutnya bdiri kayak simpai(gk tau nma indonya😁))

Mata kami saling beradu pandang, ya, tntu saja, ciri2 tsb hanya
Trtuju pd satu nama yaitu Joko

Dr sna kami diberi tahu, trnyata, Joko adlh biang dr sgla maslh, dia berpura2 mlhat kemamang, agar bisa mmbawa yg lain msk kdlm

Ditmbah dgn kebdohan Doni yg bisa mnguatkan niat Joko

Mnurut Pak Yok, Joko jg tdk brhsil mngambil Popok Wewe smdah itu
Dan kcerobohan Joko mmbuat kami ber-lima mnjdi trauma untk kmbli ksana dmlm hr

Sayangnya, stlh kjdian itu, Joko tdk prnh kembali nmpak berkumpul dg kmi, hal itu mnguatkan argumen Pak Yok

Trauma yg dialami, mmbuat salah stu dr kami jatuh sakit, krena ktakutan atau apapun sbabnya
Entah itu mmang dia trlalu bnyk kena angin malam atau memang ketakutan, tetap saja kami berspekulasi, bahwa sakitnya Doni adalah sbab ketakutan yg dia alami krena kelakuan ceroboh si Joko
-------
Cerita singkat yg kami alami tsb, tetaplah mnjdi seupil kejadian menyeramkan yg prnah terjadi di Taman Aroma Pecco yg indah akan pemandangan dan tmptny

Buat para wisatawan juga tdk prlu tkut untuk dtg berkunjung, karna pada intinya Niat baik akan berbuah kebaikan pula
Krna msh bnyak lagi cerita dan tmpt seram yg akan aku bagikan kpd pembaca semua, dan ini perdana bagiku menulis Thread Horror,

Mungkin bisa kalian berikan kritik dan saran yg bisa membangun untuk threadku selanjutnya
#SeriusNanya
Bagaimana bagusnya #threadhorror ini akan dilanjutkan, langsung pada inti cerita yg akan disampaikan? Atau harus aku kenalkan dulu tmpt2nya?

Mksdku, aku harus membuat satu tempat satu thread, atau aku kenalkan dulu tmpat2nya dngn berada pada thread ini?
Jujur aja, aku bingung, krn ini perdana

Aku akan jlnkan thread ini sesuai permintaan pmbaca (jika ada😁)

Tp ttp sj thread ini akan berjalan
Krna, msh bnyk tmpt horror yg hrus klian semua tahu😁

Plis, sarannya?
#SeriusNanya
Lanjutan Thread #saktialamkerinci pindah disini ya 🙏
. Selamat membaca

Lanjutan thread #saktialamkerinci dipindah kesini nggeh🙏 selamat mmbaca

Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with gusBrind

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!