My Authors
Read all threads
1. Di tengah wabah virus corona ini, ada oknum-oknum orang beragama yang jatuh pada "fideisme". Apakah itu?
2.Fideisme merupakan paham yang menganggap iman terpisah dari nalar/akal budi, dan karena itu segala sesuatu dapat diselesaikan hanya dengan iman, dasar pembenaran “keinginan” kaum fideisme adalah iman.
3.Kaum fideisme tidak memperhitungkan terang akal budi dan tidak mendengarkan aspek-aspek lain, atau tidak mengikuti ilmu-ilmu dan tanda-tanda zaman.
4.Kaum fideisme hanya menerima dan percaya pada pembenaran atas dasar iman versi mereka, dan tidak menerima pembenaran akal budi.
5.Kaum fideisme sesungguhnya bukan beriman kepada Allah sang Kebenaran sejati, tetapi justru “mengimani” keinginan dan tafsiran versi mereka sendiri.
6.Oknum-oknum dari orang-orang Farisi atau oknum ahli-ahli Taurat yang menolak Yesus (ingat! Yesus mampu mengharmoniskan antara iman dan terang akal budi) menjadi salah satu golongan yang sangat kuat "fideisme":
7.mereka menarik segala sesuatu dalam paham iman versi mereka, dalam aturan Hukum Taurat yang mereka tafsirkan berdasarkan versi mereka, bukan berdasarkan kehendak Allah. Mereka bukan menjalankan iman akan Tuhan Yesus tetapi kepada keinginan mereka sendiri.
8.Akhirnya oknum orang Farisi dan ahli Taurat justru memberi beban kepada umat dan bukan kemerdekaan; bukan pula keselamatan jiwa dan raga!
9.Tuhan Allah sudah memberi kita akal budi atau nalar, yang membuat manusia berbeda dari makhluk lain.
10.Pekerjaan akal budi salah satunya dalam konteks sekarang adalah usaha-usaha dan cara-cara mencegah Virus Corona (Covid-19): orang diminta menjaga jarak (social distancing), menjaga kebersihan,
11.memakai hand sanitizer, ditiadakan semua kegiatan yang membuat orang berkerumun, termasuk meniadakan ibadat yang berkerumun di gereja dan dilakukan online dari rumah masing-masing (live streamin/daring).
12.Tapi apa tanggapan orang-orang fideisme: kita jangan takut pada Corona, mari kita takut pada Allah, dengarkan firman Allah, berpegang hanya pada Yesus Kristus; mari tetap ke Gereja, rumah ibadah dan jangan ikuti ajakan Misa atau beribadah di Rumah.
13.Hallo Bro and Sis, ini bukan soal takut, dan bukan soal iman saja, tapi soal keselamatan manusia, soal kesehatan manusia, soal menolong manusia lain agar tidak tertular Covid-19 itu.
14.Jika kita tetap keras kepala untuk berkerumun mengadakan seminar-seminar gerejawi dan beribadat di Gereja, sama saja kita memberi beban kepada orang lain: kalau ada satu yang kena di antara yang berkerumun maka akan menularkan kepada yang lain.
15.Semakin menyebar Virus ini, maka semakin lama berhenti Virus ini dan semakin sulit mengatasinya.
16.Sekarang saja, orang-orang miskin, tukang ojek, buruh, pemilik rumah makan, sudah banyak yang merasakan berkurangnya penghasilan. Mereka menanggung beban dan kesulitan hidup hdiup.
17.Jika kita makin membiarkan diri berkerumun, maka makin kita membiarkan diri menyebarkan Covid-19 itu, akibatnya kita menambah derita orang-orang yang kehilangan penghasilan.
18.Kita sudah membaca banyak berita bahwa ada gereja tertentu yang beberapa umatnya kena Covid-19 dan termasuk dalam ODP (orang dalam pemantauan virus Corona) karena tetap datang berkerumun di Gereja.
19.Orang beriman sejati adalah mereka yang menjadikan iman tidak bertentangan dengan akal budi. Sebab akal budi dan iman ibarat dua sayap yang membantu manusia "terbang" ke Tahta Allah Maha tinggi mendengarkan kehendakNya.
20.Dalam bahasa Paus Yohanes Paulus II dalam Fides et Ratio/Iman dan Akal Budi:
21."Iman dan akal budi bagaikan dua sayap yang mengangkat jiwa manusia masuk dalam kontemplasi permenungan kebenaran karena Tuhan telah menempatkan dalam hati manusia kehendak untuk mengetahui kebenaran".
22.Mari tetap tenang menghadapi wabah Virus Corona, jangan panik, janganlah kita kehilangan iman, kita manusia yang berpengharapan akan kuasa Allah,
23.sambil kita menyadari bahwa akal budi manusia ikut serta mencegah Virus Corona itu untuk tidak tersebar ke mana-mana.
24.Mari kita mengiktui arahan pemerintah, arahan KWI, PGI, Keuskupan-Keuskupan dan Paroki-Paroki di mana kita berada. Tuhan memberkati.

Dari Pastor Postinus Gulö, OSC (Bandung).
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with Postinus Gulö

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!