, 52 tweets, 7 min read
My Authors
Read all threads
Tidak perlu mengalami sendiri apa yg dinamakan “depresi”

Pengetahuan tentang apa itu depresi dan sedikit empati, mungkin akan membuatmu jadi penyelamat

atau setidaknya bisa membuatmu menahan diri untuk tidak membuat keadaan penderita jadi makin buruk

Ya, sedikit saja empati...
Sekarang ini, di berbagai tempat di dunia bunuh diri merupakan penyebab kematian dg skala lebih dari 1:100 kematian

Statistik WHO: bunuh diri merupakan penyebab kematian yg lebih besar dibanding kanker colon, liver sirosis, kanker leher rahim, kanker payudara, dan Alzheimer
Karena mereka2 yg bunuh diri kebanyakan menderita depresi, maka depresi adalah salah satu penyakit paling mematikan di bumi

Memakan lebih banyak korban ketimbang bentuk kekerasan spt perang, terorisme KDRT, kejahatan dg senjata, bahkan jika semua digabung jadi satu
Sik... isi kalori disik
Yg lebih mengejutkan, depresi adalah kondisi yg demikian parahnya shg tdk seperti penderita2 penyakit lain, justru penderita depresi lah yg jadi penyebab kematian bagi dirinya sendiri

Mungkin ini terdengar aneh

Tapi memang bagi banyak bedes sapiens depresi ini sulit dipahami
Dan meskipun nggak tau, banyak yg ngotot beranggapan bhw depresi “tidak separah itu”

Seandainya mereka sedikit tau dan sedikit menganggap serius depresi, mereka tidak akan mengatakan hal2 yg biasa mereka katakan

Seandainya juga bisa sedikit berempati, itu akan banyak membantu
Hingga 33 tahun yg lalu, sbg mahasiswa kedokteran dg asperger syndrome saya fikir saya tidak bisa atau paling tidak kecil kemungkinan mengalami depresi

Tapi mendadak saja jatuh dalam kondisi yg sama sekali asing dan sangat membingungkan, tanpa tau sebabnya
Depresi bukanlah kebohongan atau hal yg mengada-ada

Depresi adalah hal paling nyata yg pernah saya alami.

Bagi bedes lain, seringkali depresi tidak ada apa2nya. Kamu bisa jalan muter2 pasar dg kepala terbakar, tanpa ada yg melihat apinya
Saat kamu depresi, kamu akan meras sendirian, tak ada satupun yg bisa paham yg kamu alami

Kamu akan takut terlihat gila, shg kamu menyembunyikan semuanya rapat2 di dalam.

Kamu akan tertutup, lebih tertutup dari biasanya, mengasinhkan diri tanpa kamu sadari
Justru ini yg membuat depresi hampir selalu berkepanjangan, sangat disayangkan memang

Karena membicarakan depresi yg sedang kamu alami dg bedes yg peduli justru akan membantumu

Paradox dlm depresi ini seperti lingkaran setan, makin depresi makin tertutup
Antri sembako koyok e
Sebentar saya jadi guide dulu yes... nantik dilanjutin
Kata2 baik itu verbal maupun tulisan, menghubungkan kita dengan dunia

Jadi, berbicara ttg depresi kpd bedes lain, atau menulis ttg hal itu akan membuat kita terhung satu sama lain

Sebagai asperger yg punya handicap berat berkomunikasi, saya nulis untuk memahami diri sendiri :)
Iya memang benar, kita ini Homo sapiens, spesies yg tertutup

Tidak seperti binatang lain, kalau memakai baju atau bercinta kita melakukannya di balik pintu yg tertutup

Kita malu saat ada yg salah dengan diri kita. Ini jadi kendala besar saat menghadapi depresi.
Salah satu gejala utama depresi adalah kita tidak melihat adanya harapan.

Sejak saya sadar bhw depresi membohongi kita tentang masa depan, (meskipun dengan susah payah) saya pelahan lepas dari lubang yg dalam

Inipun krn saat itu saya belum tau tentang obat2an anti depresi :)
Depresi tampil ddlm bentuk yg berbeda bagi setiap penderita. Kepedihan yg dialami berbeda, dg taraf yg berbeda, menghasilkan reaksi2 yg berbeda pula

Jadi utk menggambarkan scr tepat pengalaman kita supaya bermanfaat, satu2nya buku yg patut dibaca ya buku yg kita tulis sendiri :)
Hingga akhir tahun 80an, bisa dibilang neurosains belum dikenal, praktis kita belum tau bagaimana cara kerja otak sehingga menghasilkan depresi

Di masa2 kegelapan ilmu saraf itu ada jargon: “hanya bedes goblok pembohong yg menjelaskan kepadamu cara kerja otakmu” :)
Tentu saja depresi ini adalah akibat kekacauan kimiawi di otak kita, gagasan ini tentulah ditentang banyak bedes pada awalnya

Tapi beberapa tahun belakangan, gagasan ini didukung berbagai penelitian ilmiah
Ketidakseimbangan level serotonin, krn rendahnya produksi serotonin di otak, hasilnya adalah depresi

Jadi ya tidak mengherankan kalau obat2an antidepresan yg paling umum ditemui adalah jenis SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor), salah satunya adalah Prozac
Tapi rupanya rendahnya level serotonin ini bukan satu2nya penyebab depresi, faktor2 lain satu persatu ditemukan belakangan

Ini menjelaskan mengapa ada penderita depresi yg tidak ngefek dengan SSRI, justru responsif dg Selective Serotonin Reuptake Enhancer
Makin kesini kita makin punya gambaran yg lebih lengkap mengenai mekanisme depresi ini yg ternyata tidak jarang juga melibatkan Nucleus Accumben dan Frontal Cortex

Meskipun konsekwensinya kita mesti lebih berhati2 dalam pemilihan obat2 antidepresan
Tapi kita tidak perlu terlalu mencemaskan soal update ilmu pengetahuan dan teknologi pengobatan depresi

Yg lebih penting mungkin kita harus sedikit berusaha memahi cara kita meng-update cara kita untul menghadapi semua perubahan dan kemajuan tersebut
Yang pasti, perkembangan pengetahuan ilmiah sama sekali belum berakhir, terutama ilmu yg masih baru seperti neurosains ini

Hampir semua pengetahuan kita saat ini akan dibantah atau dikaji ulang di masa depan
Cara kerja sains memang demikian, bukan melalui keyakinan buta

Tapi justru dengan lewat yang terus menerus timbul

Tugas saintis memang melakukan koreksi hal2 yg nampaknya sudah benar
Cerita tentang depresi masih panjang ini... supaya nggak bosen berhenti dulu... nantik dilanjutkan lagi
Mengapa depresi ini sulit dipahami? Karena depresi tidak kelihatan

Depresi bukan sekedar “merasa agak sedih”. Ini kalimat yg salah. Pada titik terburuk kamu bisa mendapati dirimu dg putus asa mengharap kesakitan fisik yg lain

Kamu bisa mengalami depresi sekaligus merasa senang.
Depresi bisa mendera siapa saja (jutawan, mrk yg dg kehidupan pernikahan yg bahagia, mrk yg baru naik jabatan, saintis, penari, mrk yg gencar upload2 status atau twit kebahagiaan),

mereka2 yg dari luar kelihatannya tidak punya alasan utk bersedih
Sebagai penyandang asperger dan savant, sekarang dengan sekalu lirik saya bisa tau individu2 yg megalami depresi

Sebagai pengkaji neurosains bisa paham mekanismenya scr detil

Tapi 33 tahun lalu saat mengalami sendiri, yang ada dalam pikiran hanyalah bingung dan tanpa harapan
Semuanya berawal pada saat saya dalam keadaan biasa2 saja, nggak sedih juga nggak dlm keadaan euforia, nggak capek juga

Sepulang dari rumah sakit co-schaap (ko-as), di kamar mau nyetel tape, mendadak ada sensasi aneh di dlm kepala saya, di cerebellum

Ya, di otak kecil
Ada semacam getaran intens di cerebellum, spt ada burung emprit terperangkap di kepala saya

Berbarengan sensasi bergelenyar, spt habis menelan ikan fugu

Saat itu saya belum tahu ada efek2 fisik yg ditimbulkan depresi. Saya hanya berfikir saya akan mati, dan saya tidak takut.
Iya saya fikir saya akan mati, kemudian jantung saya berdetak lebih keras dan kencang, saya masih sempat hitung 112x/ menit

Setelah itu saya terperosok jatuh dlm kenyataan baru yg sempit dan menyesakkan

Butuh 7 bulan lebih sampai saya bisa kembali merasa setengah normal!
Tidak ada cara yg benar atau cara yg salah dalam menjalani depresi, mengalami serangan panik, atau merasa ingin mati

Semuanya itu memang begitu adanya, duka yg mendalam, seperti jogging bukanlah olah raga yg menuntut kita bersaing dg bedes lain
Tapi seiring tahun demi tahun, saya mendapati diri saya merasa terhibur dg membaca patofisiologi, dg membaca apa yg saya tulis sendiru apa2 yg saya alami selama masa2 depresi

Juga dg membaca pengalaman2 penderita depresi lain, yg berhasil bertahan dan mengatasi kesedihan mrk.
Manifestasi depresi bisa berbeda2 pada setiap penderita, berikut adalah beberapa hal yg saya alami 33 tahun lalu:

1. Sensasi bergelenyar disertai rasa nyeri yg hebat di lengan, dada, leher, dan kepala belakang

2. Ketakutan menjadi gila, membayangkan ditempatkan di ruang isolasi
3. Ketidakmampuan utk sekedar membayangkan masa depan. Masa depan tdk ada lagi, setidaknya bagi saya

4. Melihat bayangan di cermin, menampilkan bedes lain

5. Mendadak merasa lelah, sebelumnya saya tdk mengenal istilah capek

6. Secara kontinyu merasa ada hal buruk bakal terjadi
7. Merasa diri tidak berguna

8. Sesak nafas dan nyeri dada

9. Merasa jatuh padahal saya sdg berdiri

10. Berkeringat dingin berlebih

11. Tremor tingkat moderate sampai hebat

12. Kesedihan yg tak berujung

13. Dorongan utk menjadi bedes lain, embuh siapapun saja pokoknya ganti
14. Seperti bernapas dan menghirup udara yg terlalu tipis, seperti di ketinggian gunung

15. Merasa berada di gerbang serangan panik

16. Terus menerus mencari tanda2 peringatan bahwa saya akan mati atau gila

17. Mencari tanda2 itu dan mempercayainya
18. Keinginan utk berjalan cepat bahkan selalu ingin berlari

19. Dejavu terus menerus

20. Keinginan utk keluar dari diri sendiri barang sejam, atau semenit, atau sedetik

21. Lapangan pandang saya jadi menyempit, gelap dibagian samping, jadi curiga ada sesuatu di hypofise saya
Gejala dan perasaan yg saya alami dan rasakan biaa jadi spesifik utk saya, tapi setidaknya ini tak jauh2 dari gejala umum depresi
Sekali lagi,

Tidak ada cara yg benar atau cara yg salah dalam menjalani depresi

Ya kebetulan saja saya tetap bisa menjalani tugas2 saya sebagai co-schaap (ko-as), meskipun kalo diingat2 semua rasanya seperti menjalaninya dalam mimpi
Saat itu saya mengira saya adalah satu2nya bedes dlm sejarah yg mengalami semua itu, jaman segitu belum ada wikipedia :)

Saya menyadari bhw sedang mengalami depresi ketika memasuki bulan ke-3, saya sadar ada jutaan bedes bernasib seperti saya
Saya sadar saya perlu teman, lha tapi sebagai penyandang asperger dan savant saya ini pada dasarnya soliter :)

Saya mulai mengkonsumsi obat2an anti depresan

Dan “bergaul” dengan lebih banyak buku :)
Penderita depresi sangat memerlukan teman, meskipun secara paradox penderita depresi cenderung menjahui siapapun

Kalo kamu punya kesempatan berdekatan dengan penderita depresi, ADA HAL2 YANG HARUS KAMU PERHATIKAN DAN CAMKAN
HAL2 YANG HARUS KAMU PERHATIKAN DAN CAMKAN saat kamu menemani penderita depresi

1. Sadari bahwa kamu DIBUTUHKAN dan DIHARGAI, meskipun kelihatannya tidak demikian

2. Dengarkan! Ya hanya dengarkan, nasihatmu hanya akan memperparah keadaan
3. Sadarilah bhw depresi itu penyakit. Ada hal2 menyakitkan yg dikatakan penderita tanpa dia bermaksud memyakitimu

4. Jangan pernah berkata: “ayo bangkit” atau “semangat”. Kecuali kamu memberikan instruksi detil yg nggak mungkin salah misalnya: “kerjakan PRmu” atau “makanlah”
5. Carilah informasi yg cukup. Pahamilah bhw apa yg terlihat mudah bagimu seperti beli nasi di waung misalnya, adalah tantangan luar biasa bagi penderita depresi

6. Jangan baper! Sama seperti kalo kamu merawat bedes yg sedang sakit tipes atau demam berdarah, nggak usah baper
7. Sabar, pahami bhw ini memang tidak mudah. Depresi itu seperti gelombang yg naik-turun. Momen senang bukan berartu sembuh, momen buruk bukan berarti kambuh

Anggaplah ini perjuangan panjang seperti lari marathon dan bukan lari sprint 100 meter
8. Pahamilah kondisi penderita. Tanyakan apa bisa kamu lakukan. Hal yg paling bisa kamu lakukan adalah HADIR dan MENEMANI

Cinta yg tegas tidak akan membantu, dan ternyata “cinta” yg penuh kehangatan sudah cukup, unconditionally...
9. Bantulah mengangkat tekanan pekerjaan atau beban hidup mereka, sekiranya itu bisa kamu lakukan

10. Jangan buat penderita merasa lebih aneh dari sebelumnya misalnya dia menangis karena bingung memilih kaoskaki warna apa, biarkan saja, temani saja
11. Kalau kamu tidak bisa melakukan 10 hal diatas, lebih baik kamu diam dan menjauh dari penderita depresi, mereka tak butuh nasehatmu
Dan kalo kamu punya sedikit saja empati, itu sudah cukup membantu

Paling tidak kamu tidak membuat keadaan penderita jadi makin parah

Sedikit saja empati sudah cukup
Ya sudah seh... gitu aja
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with Ryu Hasan

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!