, 197 tweets, 74 min read
-KEKASIH YANG TAK DIINGINKAN PART 3-

THREAD DENGAN GENRE ROMANCE, HORROR, DAN GREGET.

Warning: di part 3 ini terdapat adegan kurang baik bagi pembaca di bawah usia 17 tahun. Adegan tersebut akan saya peringatkan nanti.

#bacahorror
#horrorthread
#horrorstory
#ceritahoror
Saya ucapkan terima kasih kepada yang sudah setia mengikuti seri ini hingga akhir 😀😀 spesial tag @Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Malam sebelum bertemu S, gue kesulitan tidur karena gugup. Rasa bersalah + takut terus muncul pada diri gue. Tetapi gue sudah gak bisa mundur lagi, S harus tau perasaan asli gue dan mungkin S akan memberitahu siapa & apa alasan gue diganggu.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Gue lihat waktu di HP.
Sekarang udah jam 2 dini hari.
Biasanya kalo ngerjain tugas kuliah sampai jam segini gue bakal merasa ngantuk berat, tapi sekarang gak ada tugas kuliah, gue malah gak bisa tidur. Gue berharap Q dan A malam ini bisa tidur nyenyak.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Setelah gue mencoba memikirkan hal2 random yang gak berhubungan dengan S, mata gue tertutup.

Selama beberapa hari setelah kejadian bertemu tamu tanpa wajah gue tidak bisa bermimpi. Namun, malam ini gue melihat mimpi aneh lagi, lanjutan dari malam sebelumnya.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Gue lihat pintu kamar gue udah terbuka lebar. Sosok perempuan sekarang ikut duduk di kasur bareng gue, di luar kamar kami berdua melihat perkebunan luas.

Ada seekor kucing hendak masuk ke kamar. Kucing ini berwarna putih-oren. Sosok perempuan memandang kucing itu tak senang.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Gue mengingat kata2 Pak Ahmad bahwa perempuan ini adalah sosok pertahanan alam bawah sadar gue. Sekarang si perempuan menggunakan wujud anak-anak memakai baju masa kecil gue.

Kucing di depan kami sangat mirip dengan peliharaan kakak sepupu dari keluarga ibu yang mati tua.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Dulu gue sangat suka main bersama kucing ini. Sampai sekarang foto si kucing masih ada di album masa kecil. Kami memanggilnya Milo

"Meoonggg"

Milo memandang gue manja, si perempuan menggeliat makin tak senang. Gue ingin mengetes apakah kucing ini berbahaya atau tidak, jadi gue
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Jadi gue melontarkan tangan pada Milo. Di saat Milo meloncat duduk di kasur bareng kami, si perempuan yang diam terus seakan berbicara ke gue tanpa suara, melainkan dengan batin "Ini bukan kucing".

Gue membalas "iya gue tau" sambil mengelus Milo yang manja.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 "Lepaskan dia sebelum mencakar" kata si perempuan.

"Dia gak akan nyakar siapa pun" kata gue menggendong Milo ke pelukan "Sebab gue tau, Milo tidak bermaksud jahat. Iya kan?"

Baru gue ngomong begitu, kepala Milo berputar 180 derajat ke arah gue "Lama tak berjumpa" kata 'Milo'
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 "Hai 'Milo'." balas gue 'Kucing kami sudah mati, kenapa kamu meniru wujud Milo?"

"Anda tahu siapa saya?" tanya 'Milo' melompat dari pelukan gue, ikut duduk di kasur memakai posisi duduk manusia.

Gue menatap ke arah si perempuan "Lu adalah si macan yang diceritakan oleh Q"
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Si perempuan mengangguk, sementara 'Milo' tertawa menjilat tangan depannya.

"Anda sudah tau saya ini makhluk halus tetapi berani mengatakan saya tidak mencakar."

"Majikan lu bertujuan buat mencelakakan gue, dia mengirim lu dan dia yang mengunggangi lu ke mimpi gue."
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 "Kalian pasti masuk ke mimpi gue bersama. Tapi malam itu si penunggang menyamar sebagai tamu tanpa wajah, yang artinya lu sebenarnya juga ada di mimpi kemarin tetapi bersembunyi"

Si perempuan berdesis menghina di samping gue.

"Berkat perempuan di samping gue, si penunggang.."
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 "Tamu tanpa muka terusir paksa paksa. Angin yang perempuan ini gunakan buat menarik gue, di saat yang sama gue melihat angin itu mendorong tamu tanpa muka keluar dari rumah."

"lalu?" tanya 'Milo'

"Tanpa tamu tanpa muka, kekuatan lu gak komplit. Lu gak bisa melukai gue."
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 "Q mengatakan si penunggang membawa cambuk, yang artinya hanya si penunggang yang boleh mencelakakan gue. Lu cuma bisa mencakar atau menggigit gue apabila si penunggang mengizinkan loe. Sayangnya si penunggang sudah tak bisa lagi masuk ke mimpi gue berkat perempuan ini."
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 "Hanya lu, si macan, yang bisa masuk. Sayangnya lu gak bisa melukai gue, berkat feeling gue yang saat ini lagi gak stabil, lu berkesempatan menampakan diri sebagai sosok kucing yang sangat gue sayang."

'Milo' mengangguk "Luar biasa. Tak bisa saya sangka kamu paham tentang ini"
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 "Kami pikir kamu cuma anak muda tak tahu apa2 tentang gangguan bangsa kami dari mimpi."

Ada hal yang belum gue ceritakan di sini, selama beberapa hari mempersiapkan diri untuk mengungkapkan perasaan ke S, gue mendapat konseling gratis dari Pak Ahmad. Beliau menjelaskan arti...
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Beliau menjelaskan arti dari simbol2 hewan mistis di Jawa. Menurut Pak Ahmad, selama si harimau tidak membawa senjata di tubuhnya, dia tidak bisa melakukan hal berbahaya tanpa penunggang. Terdapat kemungkinan si harimau muncul dalam wujud hewan lain. Si penunggang adalah jenis...
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Adalah jenis makhluk halus yang sekali diusir tidak dapat masuk kembali ke dalam 'rumah' mangsa.

Kesalahan dari orang yang ingin mencelakakan gue, adalah meremehkan mentalitas keberanian gue. Seharusnya orang yang ingin mencelakakan gue juga memberikan senjata ke harimau.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Harimau ini adalah jenis makhluk halus kelas tinggi yang bisa masuk keluar ke rumah mangsa berkali-kali. Kelemahan mereka adalah membutuhkan pemberi arah untuk memusatkan kekuatan, jika tidak ada pemberi arah, maka kekuatan para harimau ini akan mencelakakan diri mereka sendiri.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 "Nah, 'Milo'. Apakah lu dengan senang hati mau memberitahu gue siapa yang mengirim lu?"

'Milo' meloncat dari kasur, berjalan keluar ke pintu.

"Saya akan disiksa jika memberitahu anda tentang 'dia'. Namun jika anda benar2 penasaran, ikutilah saya keluar dari sini."
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 "Nggak, terima kasih." Gue sering mendengar cerita nyata dari beberapa saksi yang penasaran pada hal2 supernatural, mengikuti arahan makhluk halus untuk menemukan jawaban. Kebanyakan dari orang2 ini mengalami nasib buruk. Si perempuan menatap gue senang, pilihan gue cukup bijak.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 'Milo' terkekeh sebelum sosoknya menghilang masuk perkebunan di luar kamar.

Gue menatap si perempuan serius.

"Lu adalah alam bawah sadar gue. Gue merasa lu sebenernya tau siapa yang mengirim mereka ke sini."

Si perempuan mengangguk.

"S kan?"

Si perempuan diam.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 "Kalau bukan S, lalu siapa? gue akan menemui dia besok. Jika memang benar dia pelakunya, berarti masalah ini gak akan selesai dengan mengatakan perasaan gue sejujurnya."

Si perempuan berdiri dari kasur. Dia menunjuk ke arah luar perkebunan, 'Milo' kembali muncul dari sana.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Bedanya, kali ini di leher 'Milo' ada kalung berwarna kecoklatan. Seingat gue dulu sodara kami selalu membelikan Milo kalung cerah, sehingga gue yakin belum pernah melihat kalung tersebut.

"Siapa pun pelakunya, dia bukan dari keluarga gue."

Perempuan mengangguk.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 "Bagaimana nona? apakah anda masih tidak mau mengikuti saya?" tanya 'Milo' dari kejauhan. "Tidak usah, Katakan kepada siapa pun yang mengirim loe, kalo gue siap dengan apa pun yang akan majikan lu lakukan." Cuma ada satu jalan terakhir, yaitu bertingkah seperti orang2 bodoh.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Meminta tolong dukun tidak akan menolong, pasti gue bakal diperas. meminta tolong orang awam dengan kemampuan spiritual hanya akan menyeret mereka ke permasalahan gue.

Jalan terbaik di pikiran gue adalah menjadi orang2 bodoh di cerita horor yang terlalu penasaran.
@Mulkiyatushali3 @RizalPratama069 @shigatsuyys67 @taeedung @NovieSkye @HalsyaAP @bukanNettizen @Winaher1 Si perempuan menatap gue sedih.

"Gue percaya sama lu. Apa yang akan terjadi selanjutnya, gue yakin lu akan melindungu gue."

Setelah berbicara dengan si perempuan, gue mendengar suara alarm di HP.

Gue terbangun pada jam 5 subuh, kondisi di luar kamar masih gelap.
Gue tak menyia-nyiakan waktu untuk mandi & sholat.

Selanjutnya gue kembali mempersiapkan mental untuk mengungkapkan perasaan pada S, di depan kaca gue susun kata2 yang tepat.
(( ditag yaa @DianaPangestut4 ))

Waktu yang ditentukan telah tiba. Gue naik ojol menuju ke kafe punya sodara si S. Gue sengaja dateng sejam lebih dulu buat siap2 ngomong. Q dan A masih otw ke kafe ini, mereka kena macet di tol.

Gue lihat suasana kafe cukup sepi.
Di kafe cuma terlihat 2 hingga 5 orang anak muda. Padahal saat weekend apalagi malam minggu ini kafe selalu ramai dari siang hingga malam.

Baru aja gue nginjek pintu masuk kafe, gue mendengar ada suara memanggil.

"sayang kamu datang duluan juga ya"

Eh mampus rupanya si S.
"Iya sayang aku takut kena macet" jawab gue seadanya.

S mengajak gue duduk di meja paling ujung, paling jauh dari tempat duduk yang lagi dipakai beberapa anak muda.

Kami saling menanyakan keadaan, membicarakan hal2 random. Gue melihat ke arah HP, ada pesan dari Q.
Q bilang dia dan A mengambil jalan tikus saking parahnya macet di jalan tol. Kemungkinan mereka sampai di kafe ini 45 menit lagi.

S memperhatikan gue, sebelun dia lihat siapa yang gue chat, langsung gue ganti laman chatnya jadi chat kelompok kerja di matkul gue.
"sori sayang. Aku tadi kayaknya dapet chat dari kelompok kerja kalau mingdep harus pergi ke kantor IPP buat ambil data." kata gue ke S.

"Gapapa namanya juga kuliah"

Tak lama kemudian pelayan wanita yang kerja buat sodara S datang membawakan kami minuman.
Kafe ini punya kelebihan selain wifi gratis & tempat charger. Segala sesuatu yang ada di kafe sodara S terbuat dari kayu jati, termasuk kursi yang kami duduki sekarang.

Dibandingkan kafe, tempat ini lebih mirip seperti rumah adat. Di atas dinding banyak lukisan2 kuno.
Waktu pertama kali gue dan S kencan di sini, si S bilang hampir semua lukisan di kafe ini dibuat langsung oleh seorang kenalan pelukis Jawa di tahun 50-an supaya tidak merusak konteks kafe yang didesain agar para tamu terutama anak2 muda bisa menikmati budaya Jawa.
Gelas berisi es teh manis yang dihidangkan di depan kami terbuat dari kayu yang tidak menyerap air. Cemilan2 di atas meja ditutupi tudung saji murni kayu asli.

"kayanya ada yang pengen kamu omongin" kata S ke gue. Dia meminum es teh manis sambil mencomot snack.
Gue merasa agak kurang enak, A dan Q belum sampai di sini.

"kita omongin nanti aja. Aku sekarang penasaran kira2 ibumu suka tidak sama hadiah yang akan kukasih"

Gue menunjukkan sebuah jepitan rambut berwarna emas, dulu para wanita Jawa sangat suka memakai ini di sanggul konde.
"Wah ibuku bakal seneng banget" Pembicaraan kami beralih ke ibu si S. Setahu gue, beliau adalah sosok baik nan lembut (daripada emak gue sendiri). Gue serta teman2 S sering dimasakan makanan olehnya. Entah kenapa setiap kali gue melihat ibunya S, muncul semacam rasa kasihan.
Gue gak bisa menjelaskan darimana rasa kasihan itu muncul, seakan di mata gue ibu S ini selalu 'meminta tolong' tapi tak dapat menyuarakan. Saat gue bertanya pada Q, dia tidak merasakan hal sama terhadap ibunya S.
Ibunya S suka sekali pada konde. Beliau mengoleksi banyak jenis hiasan2 pada rambut konde. Menurur cerita si S, ibunya dulu adalah perias di salon sebelum menikah. Bapaknya S bekerja sebagai ABRI di unit AD. Setelah menikahi ibunya S, pangkatnya naik menjadi Bintara.
Ibumya S berhenti bekerja untuk.mengurus anak2 di rumah. Bapak S pernah ditawarkan untuk mendaftar tinggal di rumah dinas, namun beliau mengikuti perkataan kakek buyut agar tetap tinggal di rumah lama keluarga S sejak jaman kolonial. Rumah S ada di sebelah kafe, dipisah kebun.
Dilihat baik2 kebun yang memisahkan kafe dari rumah S agak mirip seperti di mimpi. Gue punya dugaan orang yang berniat mencelakakan gue ada di rumah itu. Keluarga S tinggal bersama keluarga paman, rumahnya bisa dikatakan cukup besar hingga mampu menampung 3 keluarga.
Sepupu S yang memiliki kafe ini juga tinggal di rumah itu. Hari ini adalah ultah mama S. Beda seperti ultah orang lain, keluarga S yang sudah menikah merayakan ultah di dalam rumah, tidak mengundang orang luar kecuali jika memiliki hubungan darah atau pasangan dari saudara.
S mengatakan pihak ayahnya masih memegang ilmu kejawen cukup kuat. Budaya dari aliran ilmu kejawen ini adalah hari kelahiran merupakan satu langkah menuju kematian, lebih baik dirayakan hanya bersama keluarga saja.

Gue gak bisa memberikan kado ultah langsung kepada ibunya S.
"Pukul berapa ultah ibumu dimulai?"

"Setelah magrib kami mulai makan2 nasi kuning. Kamu ikut yuk."

"Loh bukankah sebagai orang luar aku gak boleh ikut?"

"Jangan khawatir sayang. Aku dah ngomong sama bokap, dan dia bilang kamu boleh ikut selama nggak membongkar cara ultah kami"
Gue kebingungan dengar kata2 S. Apa jangan2 keluarga S ada yang mengganggu gue gara2 si S mau ngajak gue masuk ke pesta ultah ibunya. Tapi secara logika gak mungkin mereka nyantet karena alasan seperti ini.
"Bokapmu gak mungkin ngasih orang masuk ke rumah segampang itu. Sayang, kamu ngomong apa sama bokapmu supaya aku boleh ikut?"

"Eng.... Akunngomong kalau kamu satu2nya perempuan yang bakal aku nikahi di masa depan" jawab S lugu.
Gue melihat kembali ke arah HP. Masih butuh waktu lama buat kedua temen gue buat sampai.

Di depan gue adalah kekasih yang gak pernah gue inginkan, cuma seseorang yang gue gunakan untuk merasakan pacaran.

Dia udah mencelakakan temen gue, dan gue telah menusuknya dari belakang.
Q, gue bgerti lu takut jika S melakukan sesuatu pada gue

A, gue ngerti lu gak mau gue bernasib sama seperti Q.

Gue sudah memantapkan hati buat mengakui perasaan asli gue hari ini. Biarpun gue cukuo kejam menetapkan hari ultah ibunya S, tapi S perlu tau sebelum dia lebih sakit.
"sayang.... Ada yang perlu gue kasih tau ke kamu" gue mulai berbicara.

"Apa itu?" tanya S, wajah cerianya nampak bingung, bibirnya menutup rapat. Sepertinya dia menyadari terdapat pesan tidak baik dari perkataan gue.

"Sebenarnya gue menerima lamaran lu karena gue....."
Gue menjelaskan isi hati selama ini. Termasuk tujuan gue menemuinya hari ini, yaitu minta putus.

"sebelum kita mengakhiri hubungan ini, aku mau nanya."

S terdiam seribu bahasa, air mata mulai nampak di kedua bola matanya, gue asumsikan dia gak bisa menjawab.
"Kenapa keluargamu mengganggu gue lewat mimpi?" Air mata mulai mengalir dari mata S. Gue berhenti sejenak "Kamu dulu pernah bilang banyak pria di keluargamu punya khodam harimau. Apa salahku hingga keluargamu menganggapku berbahaya, hingga mengiim khodam kalian ke mimpiku?"
Gue bertanya sambil mengelar air mata S menggunakan tisu. "Jika gue punya salah, akan gue segera perbaiki. Cuma gue merasa selama ini tidak punya niaat mengganggu kalian."

S menangkap tangan gue yang mengelap air matanya, dia berkata "kamu bohong kan? Selama ini kamu gak cinta"
"Kamu memacariku karena kasihan padaku. Menurutmu aku menjadikan dirimu sebagai pengganti Q"

Saat dia mulai berbicara terisak, gue melihat semua tamu berdiri lalu keluar dari kafe, meninggalkan kami berdua saja.

"Alyssa aku benar2 cinta padamu! Apakah segala yang aku lakukan.."
"Apakah segala yang aku lakukan nggak cukup buatmu?!" kata S mulai berteriak. Air mata masih mengalir.

"S, tenang dulu" gue mencoba menenangkan dia.

"Lalu apa artinya semua kebaikanmu saat aku merasa hampa? Kamu mau bilang rasamu padamu cuma cinta monyet?!"
"S, tenang" gue melihat ke sekeliling. Benar2 tidak ada siapa pun di sekitar kami. Bahkan si pelayan yang memberikan kami minuman tak terlihat.

Apakah sejak awal S merencanakan agar kami cuma berbicara berdua saja?

"S, sakit" keluh gue merasakan cengkraman di tangan gue.
S tak berhenti membeberkan kekecewaannya terhadap gue. Cengkraman tangan S sekarang menahan kedua tangan gue. Sakit banget sampai gue inget sekali saat menulis cerita ini.

Gue bahkan bisa inget ekspresi muka S, campuran marah, kecewa, dan sedih. Air mata S hari itu deras.
Entah berapa lama waktu S meluapkan emosi, dia mulai tenang menundukkan kepala. Terus dia kembali menatap ke gue agak seram.

"Kamu tadi bilang tentang keluargaku menganggumu di mimpi kan?"

Gue mengangguk, bingung harus ngomong apa.
Rasa bersalah menghancurkan hati S membuat gue kesulitan membalas perkataan S.

"Kamu betul, sayang. Aku tidak tahu bagaimana kamu menyadari hal ini. Yang mengirim gangguan di mimpimu adalah kakekku".

"ap-??"

Sebelum gue berhasil menyelesaikan perkataan, ada sesuatu yang jatuh
Sesuatu itu kasat mata, jatuh tepat di kepala gue, membuat kesadaran gue menghilang.

Gue menyesali tidak menunggu A dan Q tiba di kafe. Kejadian setelah ini membekas hingga sekarang.
((gue mau tutup mata sebentar. Kalo gue gak diganggu sama apa2 insyaallah thread ini selesai sebelum subuh))
Gue gak tau berapa lama kehilangan kesadaran, gue cuma melihat segala hal hitam dan mendengar suara2 agar segera bangun dari tidur. Gue udah berusaha untuk bangun, namun ada sesuatu seperti dorongan kuat yang menghalangi.
Selain suara2 yang memaksa gue bangun, gue juga mendengar suara2 untuk terus tertidur. Seperti orang yang mengalami schizophrenia terus mendengar halusinasi suara yang suka bertabrakan.
"Halo nona"

Di tengah kebingungan mendengar suara2 kontradiktif, gue melihat sosok 'Milo' kembali. Bedanya, 'Milo' di sini memiliki mata merah, gigi tajam, & tubuh sebesar 1 meter. Mirip siluman kucing raksasa.

"Sayang sekali saya tidak dapat merubah diri ke wujud asli"
"Apa lu ke sini intuk menyakiti gue?" pertanyaan ini muncul otomatis di mulut. Gue sering denger di cerita2 horor kekejaman pemilik ilmu kejawen terhadap mangsa mereka.

"Tidak, nona. Aku ke sini untuk memastikan anda tidak bangun sebelum ritual selesai"

"Apa gue tumbal?"
'Milo' mendekati gue "Sepertinya anda menganggap saya harimau yang sama"

"Loe bukan 'Milo' yang kemarin?"

"Bukan. Saya adalah harimau lain. Berbeda dengan saudara saya, diri ini tak bisa merubah wujud sempurna" kata dia sebelum duduk di depan gue.
"Anda bertanya menjadi tumbal atau tidak. Setengah benar, setengah salah. Jika anda benar2 tumbal, sejak awal majikan kami tinggal mengirim 3 harimau untuk menggigit anda lalu membawa jiwa anda kemari"

"Kenapa loe memberitahu gue ini?"

"Karena sebentar lagi anda akan menjadi
"akan menjadi bagian dari keluarga majikan kami."

Wait a minute, wtf??

"Loe mau bilang gue sedang menjalankan ritual pernikahan?"

"Lebih tepatnya anda sedang menjalani ritual persiapan pernikahan"

"Tapi gue belum setuju menikah!!"

"Anda akan menikahi Tuan S"
Panik. Gue mencoba memaksakan diri untuk bangun. 'Milo' berdiri dan menahan gue menggunakan berat tubuhnya.

"Lepasin! Gue harus bangun!"

"Saya tidak akan membiarkan anda sadar sebelum ritual selesai"

Gue berusaha melawan berat tubuh 'Milo', dia lebih berat dibandingkan kulkas
Melawan 'Milo' yang menahan gue membuat tubuh terasa makin lemas. Biarpun begitu gue merasa secercah kesadaran mulai muncul. Gue harus terus melawan!

Dunia hitam ini bukan mimpi. Ini adalah batas kesadaran dan ketidaksadaran manusia. Si perempuan tidak dapat muncul di sini.
Si perempuan adalah wujud dari mentalitas keberanian, yang artinya kemampuan untuk melawan pengaruh keluarga S selalu ada di diri gue.

Gue tidak dapat merapalkan ayat kursi sebab di dunia ini seakan gue dibuat lupa. Akhirnya gue dalam hati membaca surat2 kecil.
Satu hal yang sering gue temukan dari orang2 yang mengalami kejadian horor, adalah mereka melupakan Tuhan, kami menyebutnya Allah SWT, di tengah ketakutan, berbeda apabila gue membaca cerita horor dari sedikit orang yang berhasil selamat secara utuh.
Surat2 kecil yang tidak sampai 10 ayat memperlemah kekuatan 'Milo'. Memang benar di mana pun kita berada, kekuatan Sang Pencipta membuat rintangan menjadi tidak mustahil.

"Berhenti nona kau menyiksaku!"

Teriakan kesakitan 'Milo' tidak gue gubris. Setelah 'Milo' melepas diri...
SetelaH 'Milo' melepas diri dari gue, segera gue kembali berusaha memaksa bangun sambil membaca surat2 kecil, disusul al fatiha yang kini kembali gue ingat.

Ya Allah maafkan kami para manusia.yang dengan mudahnya melupakanmu di tengah keputusasaan.

Seperti ada dorongan kuat.
Gue merasa ada kekuatan hangat mendorong gue melihat cahaya.

Saat itu gue merasa kedua mata terasa berat, sekujur tubuh terasa dingin, aroma kembang rupa menyerebak di sekitar gue.

Gue perlahan membuka mata, dan menemukan diri terbangun di salah satu kamar di rumah S.
"Syukurlah kamu sudah bangun"

Di sebelah gue, ibunya S sedang menangis.

"Dimana...." sebelum gue selesai bicara, ibunya S menutup kedua mulut gue.

"Nak, kita bisa bicara nanti. Sekarang yang penting adalah saya akan membantumu kabur dari rumah terkutuk ini"
Ibunya S, namanya Melati, mengeluarkan sebotol aqua dadi kantong belanja "Nak kamu gak boleh makan atau minum apa pun di rumah ini selama 24 jam. Kamu sudah dimandikan kembang 7 rupa dalam ritual persiapan pernikahan. Makanan di rumah ini, termasuk masakan saya, akan menahanmu"
"Air aqua ini saya beli tadi saat kamu belum bangun. Saya percaya sejak awal melihatmu, kamu bisa menyelamatkan diri dari keluarga ini, berbeda dengan saya"

Gue bukan satu2nya yang pernah dibikin menjalani ritual pernikahan secara paksa?

Berbisik kecil gue bertanya "kenapa..."
Sambil membukakan botol aqua menggunakan tissu yang juga dikeluarkan dari tenpat belanja, Melati menjawab pertanyaan gue sambil berbisik.

"Kebanyakan istri yang masuk ke keluarga ini, mereka diculik sebelum dibuat menikah secara paksa. Termasuk saya, ibu mertua, dan adik2 ipar"
"Saya berharap S, anak saya, tidak mengikuti kekejaman meluarga suami yang tega mengikat pasangan mereka ke dalam keluarga, rupanya saya salah"

Selesai menunggu gue meminum air segar botol aqua, Melati meminta gue mengganti baju yang juga ada di kantong belanjaan.
Gye baru sadar sedang memakai kebaya nikah. Melati membantu gue menggangi baju, ada feeling yang mengatakan Melati memang bermaksud baik.

Melati membuka pintu di ruangan ini, tidak ada siapa2 di luar kamar.

"Sekarang anggota keluarga yang lain menjalani ritual di bawah tanah"
"Saya tidak perlu mengikuti ritual karena sedang haid. Jadi saya dapat menolong kamu sebelum anak saya datang dan...."

Melati nampak kesulitan melanjutkan kata2nya.

"Tidak apa2 ibu. Saya sangat berterima kasih." kata gue padanya.

Melati menuntun gue berjalan melewati koridor.
Rumah keluarga S benar2 besar besar. Bergaya Jawa kuno, dipenuhi berbagai hiasan berupa benda2 yang katanya dihuni jin, segala perabotan dari kayu. Ruangan tempat gue pingsan tadi, pernah diceritakan oleh S sebagai tempat untuk para mempelai wanita menunggu pria menjemput.
Sampai di luar rumah, Melati menyuruh gue segera pergi melewati jalur paling jauh.

"Jangan melewati kebun. Itu tempat para khodam bermain, mereka akan segera melaporkan kamu kabur dari rumah" begitu kata Melati. Dia menyerahkan tas gue.

"Terima kasih banyak, Ibu"
"Apakah saya bisa menyelamatkan anda juga?" tanya gue. Dulu gue suka memiliki firasat Melati selalu meminta tolong, firasat untuk membantu Melati melepaskan diri dari ayahnya S.

"Percuma, nak. Berbeda denganmu, saya tidak sekuat dirimu yang dapat melawan pengaruh untuk bangun.."
"tidak dapat melawan pengaruh untuk bangun dan menyelamatkan diri. Saat itu sama seperti kanu, mertua perempuan saya berusaha membangunkan saya, namun gagal. Pada akhirnya saya dipaksa untuk.... Melakukan hubungan intim dengan suami, lalu menjadi bagian sari keluarga"
Gue terdiam. Terdapat firasat bahwa gue bisa menyelamatkan Melati. "Tetapi bagaimana saya tau mana jalan yang tidak harus melewati kebun? Hampir semua daerah ini dikelilingi kebun" pancing gue.

Melati terdiam. Dia kemudian memandu arah menuju ke jalanan kecil terburu2.
Saat kami berdua berjalan itulah terdengar suara mobil.

"Alysaa!" panggil A, temen gue.

"Kalian temannya Nak Alyssa, ya? Syukurlah. Saya minta kalian bawa dia pergi dari tempat ini secepatnya"

"Bu, ikut kami" pinta gue. Dari dalam mobil gue melihat Q dan A khawatir.
"Tidak bisa. Saya gak mau teman2mu celaka karena menolong saya."

"Alyssa, ada apa ini?" tanya Q "kami tadi kena macet sehingga harus melewati jalan tikus. Entah kenapa tiba2 ban bocor, lalu kami harus ke service, dan kamu tidak angkat2 telepon"

"Gue bisa ceritakan nanti"
"Tapi yang penting kita harus menyelamatkan ibu ini juga!" kata gue keoada Q.

"Dia benar. Ibu ini juga harus kita bawa pergi" dukung A yang menjadi supir. Melati terus menolak hingga kami mendengar suara2 mirip bapaknya S dari kejauhan.

"MAU KALIAN BAWA KEMANA DIA???"
Ketakutan, akhirnya Melati mau masuk ke mobil. A segera tancap gas sebelum bapaknya S berhasil mengejar mobil kami.

"Nak, kalian sudah berusaha menolong saya. Kalian bisa celaka"

Suara Ibu Melati nampal ketakutan & menyesal "Kalian akan celaka seperti keluarga saya"
"Keluarga ibu?" tanya kami bertiga bingung. Kemacetan di jalanan nampak sudah mereka sehingga A bisa melaju di jalan.

"Saya disantet untuk tidak pernah meninggalkan keluarga suami. Jika ada orang luar yang berani membantu saya, hidup mereka akan dipersulit."
A, mendengar perkataan Melati, berbicara "Santet sekuat apa pun, tidak akan mengalahkan Sang Mahakuasa. Santet pasti bisa dilepas. Kami akan membantu anda lepas dari suami."

"Tapi..."

"Ibu, saya sering bertemu dengan korban2 kekerasan. Cara ibu berbicara sama seperti mereka"
A merupakan anggota dari Unit Anti Kekerasan di kampus AJS. Dia sering membantu korban KDRT lepas dari trauma. Kekerasan bisa muncul tidak hanya dari pukulan saja, penghinaan, penculikan, pemaksaan, kata2 kasar, juga termasuk kekerasan.
Gue dan Q mencoba menenangkan Melati. Mengatakan segalanya akan baik2 saja.

Segalanya masih membingungkan gue. S menyantet Q, kakek S mengganggu gue, S mau mekasa gue menikahi dia, kehidupan suram Melati, gue merasa ada satu benang yang belum ditemukan di sini.
A berhenti di depan sebuah pondok pesantren. Ini adalah tempat Q diruqyah dua kali.

Q membantu Melati yang lemas karena ketakutan berjalan keluar mobil, kemudian beberapa santri yang melihat ikut membantu Q.

Gue ikut mereka masuk ke sebuah aula tempat para ustad mengaji.
Sebenarnya sejak menginjak tempat ini, tubuh gue serasa ikut lemas. Tetapi gue berusaha menutupinya.

A mengajak vicara seorang ustad di sana. Ustad itu beristighfar, meminta para santri memanggil santri2 senior untuk membantu beliau dan ustad2 lain melakukan dzikir.
"Ibu tak perlu khawatir. Kami melakukan ini ikhlas, tidak perlu membayar. Setelah ruqyah ibu tinggal di sini saja, kami akan memanggil Komnas HAM agar memberikan ibu perlindungan"

"bagaimana dengan anak2 saya di rumah suami?"

"Anak2 anda akan baik2 saja. Sayangnya mereka....
"Sayangnya mereka bertiga terlahir sebagai laki-laki. Kami hanya dapat membujuk anak bungsu anda yang terlahir perempuan untuk pergi dari keluarga itu"

Kami semua kaget. A sama sekali tidak menceritakan tentang anak2 bu Melati, tetapi beliau tahu tentang mereka.
Saat ini waktu masih menunjukkan pukul 3 sore. Kami diajak melaksanakan sholat asar.

Ibu Melati mengatakan dirinya sudah lama tidak sholat sejak menikahi ayah S. Lagipula dia sedang haid, tidak dapat melaksanakan ibadah shalat.

Untungnya ruqyah mengusir santet diperbolehkan.
Ruqyah mengusir santet diperbolehkan saat wanita haid. Sebab gangguan makhlus halus memang harus dikeluarkan secepatnya, walaupun pasien ruqyah sudah lama hidup berdampingan dengan mereka.

Sambil menunggu kami shalat, Ibu Melati diajak makan oleh para ustadjah.
Makanan yang dimasak oleh para ustadjah memang tidak selalu seenak masakan rumah. Di lidah Melati, masakan para ustadjah terasa sangat pahit. Di situ mereka bisa melihat sedalam apa santet yang menyerang Melati.Para ustad dan ustadjah menyebut santet ini 'Nglamar'.
Selesai shalat, kami mengajak Melati mengobrol sambil menunggu persiapan ruqyah selesai.

Saat inilah Melati menceritakan masa lalunya pada kami.

WARNING: MASA LALU IBU MELATI DIHARAPKAN DIBACA SECARA BIJAK. BAGI ANAK2 DI BAWAH 17 TAHUN DIMOHON MEMBACA BERSAMA ORANG DEWASA.
Melati adalah perias rambut wanita di JaTim. Pertama kali bertemu ayahnya S, namanya Prabu, adalah saat Melati mengantarkan kakaknyanya ke markas AD.

Kakak Melati baru menjadi prajurit I. Prabu adalah atasannya. Di situ mata mereka bertemu.
Melati diajak mengobrol sama Prabu, etah kenapa setelah itu Pak Prabu dan Melati jadi sering bertemu, lama2 hubungan mereka semakin dekat. Kakak Melati kurang setuju sebab dia mendengar dari rekan sesama AD mengenai ilmu kejawen keluarga Pak Prabu.
Meskipun hubungan Melati dan Prabu dapat membantu karir sang kakak di AD, bagi si kakak lebih baik dia kesulitan naik pangkat dibandingkan adiknya masuk ke keluarga penganut kejawen.

Bukan cuma sang kakak, keluarga Melati tak setuju pada hubungan mereka berdua.
Keluarga Melati hidup ekonomis. Prabu sering memberikan elektronik seperti kulkas atau televisi, yang ditolak mentah2 sebab mereka percaya uang milik Prabu itu haram.

Melati adalah anak berbakti. Mengetahui keluarganya tidak setuju pada hubungannya, ia pun mulai menjauhi Prabu.
Kesalahan terbesar Melati adalah terlalu berani pulang malam sendirian.

Salon tempatnya bekerja suka ramai. Setelah jam kerja berakhir, Melati sering ditawari oleh kawan2nya tumpangan, namun ditolak karena rumah Melati cukup dekat sehingga berjalan 20 menit saja sudah sampai.
Suatu hati Melati pulang agak malam. Mendekati lebaran idul fitri, salon di kotanya banyak didatangi oleh para wanita yang hendak berpenampilan sempurna sebelum kerabat dari Kota besar mudik ke kota mereka.

Di situlah tragedi terjadi. Melati mengambil rute jalan pulang tercepat.
Di rute tersebut terdapat mebun dengan pohon2 besar. Di sana Prabu sudah menunggu.

Dia langsunh membekap Melati, menariknya ke perkebunan tersebut, membuka seluruh pakaian, dan.....

Masa depan Melati hancur di tangan Prabu. Dengan bangga Prabu membawa Melati pulang ke rumah...
Ke rumah orangtua Melati, mengatakan dia sudah mengambil malam pertama gadis tersebut, sehingga tidak ada alasan bagi keluarga melarang hubungan mereka.

Ayah Melati menghina2 Prabu, mengatakan dia adalah manusia paling bejat di muka bumi.
Bahkan setelah memperkosa Melati, sang ayah tak mengizinkan anak perempuan satu2nya dinikahi Prabu.

Sang ayah berencana menikahkan Melati dengan seorang santri yang kebetulan mencintai Melati juga. Santri itu setuju menjadikan Melati istri walau gadis ini sudah bukan perawan.
((Dasar pria bejat 😡😡))
Kakak Melati menampar wajah Prabu, memukuli Prabu dengan niat membunuh begitu mengetahuj kesucian adiknhmya direbut paksa.

Kakak Melati dikeluarkan secara tak terhormat dari AD. Tragedi pemerkosaan Melati tidak dapat ditemukan buktinya, sehingga Prabu cuma dihukum dipindahkan.
10 hari setelah tragedi pemerkosaan, Melati susah cukup baikan berkat si santri terus menyemangatinya. Kakak Melati bekerja sebagai juru masak warteg dekat rumah, bagi sang kakak tidak apa2 karirnya di AD hilang, yang penting dia sudah menghajar pria bejat itu hingga babak belur.
Melati setuju menikahi santri itu. Tidak ada keluarga Melati yang menolak, santri ini benar2 mencintai Melati, dia bersedia menanggung semua biaya pernikahan serta bersumpah apabila Melati melahirkan anak Prabu, dia akan merawat anak tersebut. Hidup Melati seharusnya membaik.
Sampai Prabu nekat menganggu Melati dalam tidur. Sama seperti gue, Melati mimpi didatangi seorang tamu.

Tamu tersebut mengajak Melati pergi keluar rumah. Si Tamu memiliki wajah mirip muka kakaknya, menandakan bahwa Melati merasa bersalah terhadap sang kakak.
Ciri2 korban kekerasan, mereka lebih cenderung menyalahkan diri sendiri apabila melihat orang2 di sekitar mereka kesulitan. Melati berpikir dirinya salah karena tidak dapat menjaga diri, Melati berpikir seharusnya dia tidak membiarkan keluarganya tau tragedi yang menimpanya.
Melati berpikir ini semua terjadi karena kesalahannya sendiri.

Meskipun keluarga Melati mengatakan dirinya tidak salah, kecenderungan korban untuk self-blaming cukup besar, mempermudah Prabu memasuki mimpi Melati.
Melati mengikuti ajakan tamu. Entah kenapa saat si tamu menggandengnya, membawanya keluar rumah, segala hal yang dia lihat menjadi gelap.
Orangtua Melati mencari gadis itu kemana2. Dia menghilang begitu saja tanpa kabar di malam hari.

Para tetangga berkata mereka melihat Melati berjalan sendirian, tangan kanan gadis itu terarah di depan seakan sedang dituntun orang. Satpam yang mencoba menstop Melati sakit keras.
Selain satpam, ada juga nenek2 yang coba menegur Melati. Hasilnya sekarang nenek tersebut ikut sakit keras.

Santri calon suami Melati mendatangi kantor polisi. Kakak Melati menghubungi teman2nya di AD untuk imut membantu. Semua orang sibuk mencari gadis tersebut.
Tanpa mereka ketahui, Melati dalam keadaan setengah sadar dibawa oleh Prabu ke rumah keluarganya di Jakarta.

Di sana Melati dimantrai santet Nglamar, dimandikan kembang tujuh rupa, dipakaikan kebaya, lalu diletakkan di ruang tempat gue pingsan.

Pukul 12 malam Melati yang masih
Pukul 12 malam Melati yang masih setengah sadar diajak membacakan sumpah nikah adat Kejawen aliran keluarga S.

Adat kejawen ini menekankan bahwa pernikahan cukup dilakukan tanpa mempelai wanita ikut mengucapkan sumpah, sehingga di mata aliran kejawen tersebut, Melati resmi...
Melati resmi menikahi Prabu.

Mertua wanita Melati, yaitu ibu dati Prabu, saat ketahuan hendak menolong Melati sebelum pukul 12 malam dipukuli oleh mertua laki2.

Menurut ada pernikahan keluarga S, apabila ada anggota keluarga yang hendak melarikan mempelai wanita, dia akan...
Dia akan dipukuli pakai cambuk dari pohon kelapa, setelah itu khodam ular raksasa peliharaan keluarga S boleh menyiksa orang tersebut selama 3 hari tanpa makan dan minum tanpa membunuh. Apabila yang mengganggu adalah orang luar, ular raksasa boleh menyiksa mereka hingga mati.
Mertua wanita Melati, setelah menjalani siksaan itu menjadi tidak bisa berjalan selamanya. Sebelumnya pernah ada juga anggota keluarga yang mengalami cacat buta atau tuli seumur hidup. Konsekuensi dari berani menganggu upacara pernikahan.

Mertua wanita Melati berkali2 mencoba...
Mencoba bunuh diri. Sayangnya mertua laki2 selalu berhasil menghentikan.

Efek dari santet Nglamar, adalah ketika dia yang memnerikan santet mati, maka korbannya ikut mati. Intinya mereka cuma bisa bebas dari kehidupan panjang apabila si penyantet mati.
Tengah malam, Melati bangun dari tidur panjangnya. Di ruangan tersebut Prabu menariknya masuk ke kamar pengantin, lalu memaksa Melati melakukan hubungan intim lagi.

Melati yang baru bangun tidur tentu saja lemas, tidak dapat melawan pemerkosaan kedua kali.
Efek lain dari santet Nglamar, jika pemberi santet mengajak korbannya berhubungan intim, meskipun korban sedang haid atau hamil, mereka tak bisa melawan. Jika malam itu Melati tidak lemas, tubuhnya hanya akan terbujur pasrah di kasur pengantin, membiarkan Prabu berbuat suka2.
Santet Nglamar semakin kuat jika penyantet dan korban sudah terikat hubungang pernikahan.

Esoknya, keluarga Prabu mengirimkan banyak mas kawin ke rumah keluarga Melati. Ayah Melati marah besar, dia tidak terima anaknya dinikahi menggunakan cara sesat.
Keluarga Melati dan santri calon suami Melati datang ke Jakarta. Mereka menggedor pintu rumah S, memaksa agar Melati dikembalikan ke mereka. Si santri mendoakan macam2 ayat suci agar para khodam tidak menyerang keluarga Melatj di tengah perjalanan.
Prabu setuju mengembalikan Melati, syaratnya adalah si santri tidak boleh menyentuh & berbicara kepada Melati, Prabu tahu Melati telah jatuh cinta pada si santri.

Si santri setuju. Jika tidak memiliki Melati adalah jalan untuk menyelamatkan gadis tersebut, maka dia bersedia.
Melati diperbolehkan pulang bersama keluarga ke kota di JaTim 4 hari setelah pertemuan dengan keluarga S. Ortu Melati menjelaskan persyaratan dari Prabu, sebelum mereka berangkat pulang, santri yang tulus padanya dihina2 oleh Prabu. Mereka kembali ke JaTim naik kereta.
Si santri duduk di kursi paling jauh. Terkadang saat mata Melati dan dia bertemu, Melati bisa melihat terdapat kesedihan di sana. Kakak Melati duduk bersama bapak, Melati duduk bersama ibu. Keluarga Melati selama perjalanan terus menenangkan gadis itu, mengatakan segalanya akan..
Mengatakan segalanya akan baik2 saja. Melati bisa bekerja seperti biasa, sang kakak tidak masalah harus bekerja sebagai juru masak warteg, tetangganya tidak akan mencacinya karena mereka paham kondisi Melati.
Si santri akan mendukung finansial keluarga Melati. Dia sudah berencana menjadikan gadis itu istri, biarpun cita2 tersebut tak tercapai, dia merasa tetap punya kewajiban menafkahi Melati. Si santri akan bujang seumur hidup demi Melati.
Satu hal yang mereka tak ketahui pada saat itu, termasuk Melati sendiri, adalah keluarga S menyantet agar perjalanan Melati tidak selesai.

Sekitar tahun 80-an terjadi kecelakaan berupa kereta jatuh ke jurang. Korban nyawa sekitar ratusan orang, sisanya luka2.
Melati selamat dari kecelakaan tersebut. Badannya utuh tanpa luka. Tim SAR menemukan si santri beserta keluarganya telah meninggal dunia.

Sebelum peristiwa kereta terjadi, si santri menulis sesuatu di kertas, dan menyelipkan melalui kakaknya Melati.

"aku akan selalu cinta kamu"
Bertahun2 surat lecek ini menjadi harta Melati yang paling berharga. Melati diantarkan ke JaTim oleh Tim SAR. Baru sehari pulang, sebelum sempat berduka rumah keluarga Melati terbakar tanpa sebab jelas, kerabat2 Melati mendapat teror santet jika tidak membawa Melati ke Jakarta.
Kerabat Melati awalnya tidak mau sodara mereka terjebak di dalam keluarga sesat milik Prabu.

Sayangnya teror santet semakin ganas. Melati tidak mau ada keluarganya yang mati lagi demi dirinya, secara terpaksa paman2nya mengantarkan Melati ke Jakarta.
WARNING BERAKHIR.

Wahai para pembaca, jika kalian mencintai seseorang, jangan kirim santet padanya. Kalian tidak membahagiakan orang tersebut, melainkan membuatnya menderita.

Melati selama bertahun2 menganggap dirinya membawa sial. Kasihan dia, tidak dapat menikmati hidup.
"Saya harus hidup sebagai istri Pak Prabu, melahirkan 4 anak, dan melihat Prabu mengajarkan ilmu2 sesat kepada anak saya"

Kami bertiga mendengarkan cerita Melati simpati. Dia sudah tidak dapat meneteskan air mata, menurut A itu karena Melati sudah menyerah pada kehidupan ini.
"Saya juga melihat adik2 Prabu melakukan hal sama kepada ipar2 perempuan saya. Meskipun saya ingin menolong, saya takut kepada khodam ular mereka. Ada juga satu ipar perempuan yang menikah karena mencintai adik Prabu, kebanyakan tidak" tutur Melati.
"Suatu hari anak tertua saya S membawa kamu ke rumah kami. S sejak kecil suka sakit2an, semenjak bertemu denganmu dia jadi lebih sehat. Tentu saya saya dan suami suka padamu. Tetapi ketika mendengar kakeknya S ingin agar cucunya mengambil kamu secara paksa, saya takut"
"Saya meminta agar S memperjuangkan kamu menggunakan cara adil. Saat dia cerita kamu mau jadi pacarnya secara sukarela, saya senang. Saya tidak mau anak sebaik kamu terperangkap di lingkaran setan"

Mendengar Melati, gue merasa sedikit bersalah. Gue memacari S bukan karena cinta.
"Tapi dia menggunakan saya untuk mendapatkan Alyssa" sela Q.

"Iya. Saya juga baru tau saat adik perempuan S memberitahu. Awalnya saya berharap dia gak sampai berbuat keterlaluan untuk mendapat orang yang disukai, ternyata saya salah" Melati menatap gue dan Q sedih.
"Kalau tidak salah katanya mertua lelaki anda mengirim santet mimpi ke teman kami?" tanya A.

"Iya. Saya selalu melarang anak2 menerapkan ilmu kejawen, selalu mengganggu pembelajaran ilmu sesat tersebut, sehingga ilmu santet mereka tidak sebaik pendahulu mereka"
"Lalu kakeknya S membantu cucunya?" tambah Q

"Mulanya anak saya S tidak suka kakeknya ikut campur. Tapi entah kakeknya ngomong apa, akhirnya S setuju mendapatkan nak Alyssa melalui ilmu santet" jelas Melati.

"Tapi saya tak pernah menunjukkan ketidaksukaan pada S" sela gue.
"Adik ipar saya yang menikah karena cinta, dia suka dimata2i juga oleh santet secara tidak sadar" kata Melati miris "Laki2 di keluarga suami lebih memilih ilmu sesat untuk menyelesaikan permasalahan. Saya beruntung anak perempuan saya, temannya A, berpikir berbeda"
Temannya A adalah adik perempuan S. Dia lebih percaya pada aliran sunni, kadang dia dan keluarganya suka bertengkar. S sangat sayang pada adiknya ini.

Melalui adik perempuan S-lah si A tahu kalau Q disantet.
Masih ada satu benang merah yang belum selesai. Si perempuan yang merupakan wujud mentalitas keberanian gue, bagaimana alam bawah sadar gue bisa bertindak cepat menghindari santet mimpi padahal gue aja gak mengetahui soal ini. Pertanyaan tersebut sampai sekarang belum terjawab.
"Harimau yang menghalangi saya bangun ketika anda berusaha menyadarkan saya di ruang pengantin perempuan, itu milik S ya?" pertanyaan ini meluncur begitu saja.

"Saat saya dan S bertengkar, saya merasa ada benda berat jatuh menimpa kepala saya, tapi tak kasat mata..."
"Harimau itu, saya tau bisa menerkam kapan saja. Ketika saya ditahan untuk tidak sadar, berat harimau itu sama seperti benda yang membuat saya pingsan. Berarti sejak awal S punya potensi punya ilmu lebih kuat daripada kakeknya, karena harimau itu bisa menyerang tanpa senjata"
"Maaf nak, maksudmu apa?" tanya Melati syok kebingungan. Dia tidak tahu bahwa anak kandungnya dapat mengendalikan khodam kuat.

"Harimau yang menahan saya memiliki kekurangan merubah wujud sempurna, tapi punya kelebihan berupa kekuatan besar, dia dapat menyerang tanpa pemandu."
Q dan A tampak tidak mengerti, sedangkan Melati nampak semakin lemas.

"Sejak awal.... Sejak awal sebelum kakek S menyerang saya, harimau milik S sudah ada di sana. Dia yang menghalangi khodam milik kakek S masuk ke mimpi saya, dialah yang membuat cambuk kakeknya S tidak berguna"
"Sosok mentalitas keberanian saya, alam bawah sadar muncul melindungi diri saya meskipun seharusnya saya tak tau apa2, karena diberi tahu oleh harimau milik S" spekulasi gue makin muncul "Angin kuat yang menarik saya dari si tamu bukan kekuatan si perempuan, melainkan kekuatan S"
"S mengusir khodam kakeknya menggunakan khodamnya sendiri. Namun di saat itu si S melihat sosok penunggang menjadi tamu tak bermuka, di situ akhirnya S tau kalo dalam hati saya tidak benar2 cinta pada anak anda. Sayangnya S menolak untuk percaya hingga sekarang"
"Anak anda... Tidak pernah punya niat mendapatkan saya menggunakan santet Nglamar. Namun begitu dia mengkonfirmasi bahwa saya hanya menganggapnya sebagi teman dekat, akhirnya dia menerima usulan kakeknya"

Penjelasan gue membuat semua orang terdiam.
"Ternyata.... Anak saya selama ini mendengarkan nasehat saya" kata Melati. Terdapat senyuman di wajahnya, kebanggan seorang ibu berhasil mendidik anaknya. "Walau pun dia ikut menjalankan lingkaran setan Nglamar, dia tidak mau Nak Alyssa menderita seperti para wanita di keluarga"
"Seandainya S berhati lebih besar, sampai akhir dia tidak akan menerapkan santet" kata Q memegang perut, saat dia disantet rasa mual selalu muncul dari sana. A mengangguk.

Pukul 5 sore seorang ustadjah memanggil kami semua, mengundang kami melakukan ruqyah bersama.
Sesi ruqyah berlangsung sampai jam 11 malam. Berkali2 Melati merasakan perih di sekujur tubuh, santet Nglamar sudah masuk terlalu dalam pada dirinya.

Melati diminta untuk menginap di pesantren hingga Komnas HAM Perempuan datang ke pesantren besok.
Gue juga disuruh menginap. Pihak pesantren menghubungi ortu gue, besok papa akan datang kemari bersama nenek dan kakek. Mama gue ketika mendengar kejadian ini langsung histeris, ditakutkan sikapnya mengganggu sesi ruqyah kedua besok. Q dan A ikut menginap karena sudah larut malam
Malam menginap di pesantren gue membaca ayat kursi sebelum tidur agar keluarga S tidak mengganggu gue lagi di mimpi. Untuk pertama kalinya gue bermimpi biasa setelah berhari2..Sesi ruqyah tadi sore cukup menyiksa dada kiri, gue terus merasakan panas. Sekarang udara terasa sejuk.
Melati sangat merindukan beribadah. Dia benar2 senang dapat membaca ayat2 di Al quran tanpa takut dihukum oleh Prabu. Sisa santet masih ada di tubuhnya, dia harus menjalani ruqyah sekitar 4 kali lagi. Sebelum tidur Melati juga membaca ayat kursi.
Besoknya papa berterima kasih kepada Q, A, dan penduduk pesantren. Kakek dan nenek mengajak gue dan Melati ngobrol. Kakek memiliki usaha kopi di Kalimantan, di sana banyak orang Dayak, jika Melati mau dia boleh tinggal untuk bekerja di sana. Orang2 Dayak sangat ramah.
Dulu pernah ada pegawai kakek di Kalimantan pindahan Jawa, tubuhnya dirasuki arwah penunggu hutan. Orang2 Dayak memohon kepada leluhur agak pegawai ini lepas dari makhluk halus asal tanah Jawa, dan sekarang hidup si pegawai normal kembali. Menurut mereka gangguan di Jawa tidak...
Tidak dapat berkuasa penuh saat menginjak tanah Kalimantan. Sehingga sangat disarankan agar si pegawai tidak kembali ke tanah Jawa. Peraturan ini juga berlaku di seluruh tanah nusantara.

Melati berkata dia mau bekerja untuk kakek gue setelah gugat cerai selesai.
KomNas HAM Perempuan menemukan bukti2 bahwa Melati di-KDRT secara seksual. Mereka akan mengirim gugat ke pengadilan lusa. Satu2nya penyemangat Melati di tengah kehidupannya yang suram di rumah itu adalah surat dari si santri, surat ini selalu ia simpan di kantong celana.
Surat itu kami lihat sudah sangat tua, tintanya tidak dapat dibaca lagi. Melati menyembunyikan surat ini mati2an dari Prabu. Cuma ini harta yang Melati dimiliki sebelum kembali ke Jakarta sebagai istri Prabu, segalanya sudah kandas dibakar.
Sesi ruqyah kedua berlangsung di siang hari. Panas di dada kiri gue udah gak separah kemarin, Melati masih mengeluh kesakitan.

KomNas HAM Perempuan berencana menyembunyikan Melati di hotel syariah hingga proses pengadilan selesai, Melati setuju.
Gue pulang ke rumah pada hari selanjutnya. Mama gue histeris meluk2 gue, ketakutan gue dikawinin orang seperti S.

Gue meminta maaf pada keluarga karena pacaran di belakang mereka, ortu menasihati (maksudnya memarahi gue) agar selalu mendengar nasehat mereka.
Mama bilang ke gue kalau kemarin S, kakeknya S, dan Pak Prabu datang ke rumah menanyakan mana gue & Melati. Mereka ngancem bakal nyantet keluarga gue, mereka bilang gue dah masuk ke dalam daftar keluarga S.

Mama gue menjawab "Terus kenapa? Kalian cuma orang miskin jangan mimpi"
Rumah keluarga S memang cukup besar. Tapi dari segi ekonomi, gue lebih tajir. Mama gue punya sifat kayak ibu2 jahat di sinetron, suka ngehina pakai aspek finansial.

"Dasar keluarga miskin enak aja ngambil anak orang kaya. Sampai kapan pun kalian gak bakal mewarisi harta kami!!"
Tetangga kami melihat mama gue nyirem Pak Prabu pakai air dari bekas pot tanaman. Menyuruh mereka pergi sebelum dia panggil polisi. Ketiga pria ini tidak terima satu wanita sendirian nantang mereka, si kakeknya S hampir namper mama gue.
Sebelum tamperan itu sampai, abang gue yang kebetulan baru pulang kerja langsung menahan badan kakeknya S.

Satu informasi lagi, abang gue anggota pencak silat merpati putih. Dia udah sabuk hitam. Kalau pembaca juga belajar merpati putih, mungkin kalian pernah ketemu sama dia.
Secara singkat, kemarin keluarga S adu bacot sama mama, terus adu tajos sama abang. Pemenangnya mama dan abang gue, hahaha. Abang gue sudah belajar silat cukup dalam hingga dapat memantul santet yang hampir menyerangnya.

Sebelum keluarga S pergi, abang gue ngancem biar S tidak..
Biar S tidak mendekati gue lagi. Jika dia tau terjadi sesuatu sama gue, S adalah orang pertama yang dia cari.

Di rumah ortu ada oleh2 dari Jepang, semacam jinja (kuil kecil) berwarna putih. Pagi ini jinja itu berubah warna jadi hitam, menandakan bahwa rumah kami memang diserang.
Jinja putih ini menurut kepercayaan Jepang sendiri membawa berkat Dewa Keharmonisan. Apabila jinja berubah warna menjadi kecoklatan, artinya ada arwah jahat masuk ke rumah. Jima jinja berubah jadi hitam, berarti ada niat jahat yang hendak menyerang anggota keluarga.
Tugas dari jinja ini menangkap hal2 buruk yang masuk rumah, sehingga tidak ada anggota keluarga yang celaka.

Mama meminta papa segera membakar jinja supaya santetnya ikut mati. Setelah itu mama menaruh jinja putih kedua di ruang keluarga.
Nenek membuat suran pernyataan palsu ke kampus kalo gue sedang sakit jadi nggak bisa masuk kelas selama 3 hari.

Dalam 3 hari itu nenek mengadakan pengajian di rumah ortu gue. Selama 3 hari juga jinja terus berubah warna jadi hitam, menghabiskan koleksi kesayangan mama.
Di pengajian gue terus diruqyah agar keluarga S tidak dapat mendeteksi gue. Malam2 gue mimpi melihat si perempuan berdiri membelakangi gue seakan melindungi dari apa pun yang akan datang. Di hari setelah pengajian, jinja berhenti berubah warna, si perempuan tidak muncul di mimpi.
Pak Ahmad sebagai dosen yang tahu masalah gue ikut pengajian di rumah. Beliau juga melakukan konseling buat memeriksa alam bawah sadar satu keluarga gue buat memastikan mereka tidak diganggu. Sungguh dosen sejati, mau kerja tanpa dibayar.

Pak Ahmad mengatakan kami sudah aman.
Kakek mengatakan sekarang Melati sedang menjalani pengadilan perceraian. Prediksi ahli hukum adalah Melati berhasil menggugat cerai dan hak asuh jatuh ke tangannya.

Gue denger dari Melati kalau cuma anak perempuannya saja yang mau ikut ibunya pergi ke Kalimantan.
Gue sering dapet telepon dari S. Nomor gue udah nyebar sehingga gak bisa diganti. Kadang2 ada telepon gak dikenal masuk, kata papa jangan diangkat apa pun yang terjadi. Orang Kejawen dapat mengetahui lokasi mangsa melalui suara2 di sekeliling mangsanya saat menelepon.
Q dan A menjelaskan kondisi gue kepada teman2 di kampus. Sebagian belum percaya, sebagian udab. Teman2 kampus sampai menanyakan kebenaran ini ke S. Setelah S mengiyakan, semua temen gue murka. Setiap kali mereka melihat S main ke Univ AJS, mereka bakal ngasih tau gue.
Gue, Q, dan A, pada ngeblock kontak S di medsos takut2 jika kami posting lokasi, nanti S mengejar kami.

Pernah si S mengirim gue barang2 seperti HP baru, sepatu, baju, dll. Semuanya didoakan lalu kembalikan oleh papa kepada keluarga S. Beruntung S gak tau nomor rekening gue.
Pernah si S ngirim pulsa cukup besar, gue kebingungan mau diapakan. Sekarang sudah tidak lagi.

Gue harap dia menyerah mengejar gue, berhenti mengikuti ilmu sesat keluarganya. Sekarang Melati sudah tinggal di Kalimantan bersama adik perempuan S.
Setahun kemudian setelah kejadian2 ini, gue denger kabar dari kenalan S kalo kakeknya meninggal, disusul oleh sang nenek sehari setelahnya. Alasan kakek S meninggal adalah diracuni menggunakan racun tikus oleh si nenek. Nenek S berharap bisa bebas dari hidup yang suram.
Santet Nglamar membuat nenek S tidak dapat mati sebelum suaminya pergi duluan. Cara terbaik untuk bebas dari kakeknya S, adalah membunuhnya.

Nenek S tidak takut diusut polisi sebab dirinya juga ikut mati. Bertahun2 menikah akhirnya sang nenek berani membebaskan diri.
Melati dari telepon mengatakan, sejak dia berhasil menggugat cerai, banyak ipar2 perempuannya yang ingin ikut bercerai. Sayang mereka gagal dan dihukum dipukuli menggunakan rotan. Mungkin membunuh suami adalah pilihan terbaik, seandainya gue, Q, dan A gak mengajak Melati kabur.
Ipar2 wanita Melati tidak memiliki keberanian mengambil nyawa suami sebab mereka masih sayang nyawa sendiri, serta anak2 mereka masih kecil.

Pak Prabu menjadi kepala keluarga. Rumah keluarga S tetap ada sampai sekarang. Kafe milik sepupu S masih berdiri.
Gue denger di kabar terakhir, S berhasil masuk ke AL. Dia sering dikirim ke daerah2 sehingga gue tidak akan menemuinya di Jakarta.

1 semester lagi gue akan lulus dari Univ AJS. Mahasiswa tukang ngelawak, W & N berhasil mendapat IPK tinggi berkat belajar keras.
A mengambil topik skripsi tentang kasoh sayang orangtua tiri, Q mengambil topik skripsi tentang arus ekonomi.

Sekarang gue mengambil skripsi tentang kemampuan kerja orang disabilitas, ide ini muncul ketika mengingat soal neneknya S.

Terima kasih sudah mengikuti cerita ini.
Keluarga gue sampai sekarang sehat. Gue masih tinggal di rumah nenek sampai lulus nanti.Gue terkadang mimpi tentang si perempuan. Tidak ada bahaya terhadap diri gue.

Apakah cerita ini nyata atau tidak, terga tung perspektif pembaca. Jika kalian suka cerita ini, dishare aja. 😀😀
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with Alyssa Jusuf

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!