My Authors
Read all threads
Based on True Story

** Kisahku pada Masa SMU **

| - Chapter 3 - |

`Dimulainya Pertempuran Gaib`

#bacahorror
@bacahorror
@bacahorror Ketika Kakek meninggal dunia Aku merasa sangat kehilangan dan sedih yang begitu dalam. Salah satunya yaitu tidak akan lagi ada orang seperti beliau yang tiba-tiba datang ketika keadaan sedang genting, entah berkaitan dengan hal-hal medis maupun non medis.
@bacahorror Masih ingat cerita mengenai pelepasan sukma? Secara teori lama perjalanan dari rumah beliau ke rumahku paling cepat butuh waktu sekitar 2 jam, itupun jk memakai kendaraan pribadi. Namun pd saat itu 30 menit setelah Aku pingsan beliau sudah datang padahal tidak ada yg memberitahu.
@bacahorror Bukan hanya saat itu saja, pernah Aku sakit medis dan setelah diperiksa di UGD RSUD ternyata harus dirawat. Aku tidak mau dan menolaknya, Aku katakan pada Ayahku mau diobati oleh Kakek saja. Sepulangnya dari RS, Kakek sudah ada di rumah dengan bekal ramuan yg sudah dibuat beliau.
@bacahorror "Bagaimana beliau bisa tahu keadaanku padahal belum ada yg memberitahukannya kepada beliau?"

"Bagaimana caranya beliau bisa dengan cepat tiba di rumahku?"

Itulah beberapa pertanyaan yg terbersit pada saat itu.
@bacahorror Kakek pernah bilang bahwa bagi beliau urusan perkara mengobati hal berbau non medis lebih mudah dari pada medis. Bahkan untuk mengobati hal yg berbau non medis beliau mengibaratkannya semudah membalikkan telapak tangan.
@bacahorror Pada saat itu Aku bertanya

"Ko bisa lebih mudah non medis dari medis?"

Beliau menjawab

"Kalau non medis bisa mengatasinya secara langsung ke inti, kalau medis terkadang ada faktor x yg diakibatkan oleh tingkah laku si penderita penyakit itu"
@bacahorror Seminggu setelah beliau tiada, secara beruntun Ibu, Nenek, dan Bi Yanti sakit. Tidak dapat dipungkiri bahwa mereka pun merasakan hal yang sama denganku. Namun psikis mereka terjerembab terlalu dalam sehingga menyebabkan mereka sakit.
@bacahorror Aku bermimpi bertemu dengan beliau dan diajak ke suatu tempat memakai mobil melewati hutan yang sebelah kanan jalan ditumbuhi pohon karet. Mobil pun berhenti dan kami melanjutkan perjalanan berjalan kaki. Setibanya di pematang sawah, kami duduk di "saung" dan bercengkrama.
@bacahorror Kakek: "Aydin, di sini lah tempat Abah sekarang."

Aku: "Indah dan sejuk ya Kek tempat nya, Aydin betah di sini."

Bagaimana tidak indah, ketika pandangan lurus ke depan terlihat sebuah gunung, sebelah kanan & kiri pematang sawah terdapat pohon-pohon tinggi menjulang dan rindang.
@bacahorror Kakek tersenyum sebagai respon dari perkataanku. Beliau kembali berkata

"Katakan pd keluarga jgn lagi bersedih atas kepergian Abah. Bahan-bahan ini (sambil menunjukkan beberapa tumbuhan & rempah) adalah obat untuk Ibu dan Nenekmu. Cukuplah perhatian sebagai obat untuk tantemu."
@bacahorror Aku: "Iya Kek, Insya Allah Aydin sampaikan pesan Kakek."

Kakek: "Ayo ikuti Kakek!"

Kami pun melangkah menuju suatu tempat yang ternyata terdapat sebuah rumah sederhana di mana di samping kirinya ada tempat penampungan air yang sumbernya entah dari mana.
@bacahorror Aku di bawa ke tempat penampungan air yang cukup luas tersebut. Letaknya sedikit lebih rendah dari permukaan tanah yg sejajar dengan rumah sehingga untuk menuju lokasi tersebut Aku harus turun menapaki beberapa anak tangga.
@bacahorror Di sana terdapat 5 kucuran sehingga tempat penampungan tersebut berfungsi jg sebagai tempat untuk mandi atau pun berwudhu. Kakek langsung mengambil wudhu, oleh karena itu Aku pun mengikutinya. Airnya yg dingin mampu membuatku merasakan kesegaran yg susah diungkap lewat kata2.
@bacahorror Baru saja menikmati kesegaran setelah berwudhu, terasa adanya aura yang sudah sangat ku kenal. Suatu aura yg menandakan kehadiran sang "perempuan" sehingga membuatku terbangun dari mimpi.

"Iya, iya, Aku sudah bangun" ucapku.

Seperti biasa Aku ambil wudhu kemudian shalat malam.
@bacahorror Sekembali shalat shubuh di masjid, Aku bicarakan mimpi yg ku alami kepada Ayah dan meminta beliau untuk menyampaikan pesan kakek kepada seluruh keluarga.

Alhamdulillah semenjak disampaikannya pesan tersebut, kami mampu terlepas dari borgol kesedihan.
@bacahorror Setelah beberapa bulan ku lalui, ada kejadian aneh ketika Aku dibonceng Ayahku. Ditengah perjalanan menuju rumah, ada suara ledakan yang sangat nyaring tepat di belakang motor Ayah yg sedang melaju sedang. Akibat suara tadi ayah langsung meminggirkan motor kemudian berhenti.
@bacahorror Kami melihat situasi di sekitar, namun tidak ada sesuatu apapun yg menjadi sumber ledakan. Beberapa warga mendekati kami dan menanyakan kondisi kami. Mereka berpikir suara ledakan itu berasal dari motor yg kami gunakan karena tidak ada kendaraan lain pada saat itu.
@bacahorror Ketika ayah berbincang dengan beberapa warga mengenai suara ledakan tadi, terdengar suara bisikan di telinga ku.

"Segeralah pulang, sebelum tembakan gaib mengenai Ayahmu"

Setelah mendengar bisikan itu, Aku segera mengajak ayah untuk melanjutkan perjalanan.
@bacahorror Sesampainya di rumah, ayah langsung mengajak ibu ke kamar mereka. Entah apa yg mereka bicarakan, namun Aku yakin ayah pasti sedang mendiskusikan kejadian tadi.

Aku masuk ke kamarku lalu kurebahkan tubuh ini.

"Apa yg sebenarnya terjadi? Suara siapa yg berbisik tadi?" pikirku.
@bacahorror Malam itu aura sang "perempuan" kembali hadir.

"Aku sudah bangun, tolong jangan dulu pergi, ada yg ingin ku tanyakan selepas shalat nanti" gumamku yg ditujukan kepada beliau.

Selepas shalat Aku mencari keberadaan sang perempuan, tapi sayang beliau sudah menghilang.
@bacahorror Ada rasa jengkel atas kepergiannya, namun suara bisikan yg sebelumnya ku dengar, kembali mengatakan sesuatu.

"Yah tidak dihiraukan segitu saja sudah uring-uringan. Mana sabarmu?" Bisiknya dengan logat meremehkan.

Sedikit kata2 yg keluar namun cukup telak menampar arogansiku.
@bacahorror "Astaghfirullahal 'adhiim"

Berulangkali ku ucapkan kalimat itu sambil berusaha untuk menenangkan diri dari kejengkelan yang seharusnya bisa kukendalikan.

"Hey Jalu, puasa sunahlah mulai dari sekarang. Shalatmu adalah tamengmu dan puasamu akan memperkuat tamengmu.
@bacahorror Kejadian tadi hanyalah awal dari pertempuran. Seandainya tidak ada tameng pada dirimu, tidak menutup kemungkinan tembakan itu akan tepat mengenai ayahmu. Bersyukurlah kepada Allah yg telah menyelamatkan kalian tadi dan tetaplah meminta perlindungan kepadaNya." Bisiknya.
@bacahorror Beberapa hari kemudian, tepatnya hari minggu di sore hari. Kami sdg berkumpul di kamar orang tua. Ketika kami bercengkrama, tiba2 terjadi lagi sebuah ledakan yg sangat memekakan telinga. Ayah menyuruh Ibu & kedua adikku keluar rumah, sedangkan Aku & Ayah memeriksa keadaan kamar.
@bacahorror Setelah kami cek tdk ada sesuatu yg menyebabkan ledakan itu terjadi. Kami berdua saling berpandangan seperti memberi isyarat bhw kejadian saat ini sama dengan kejadian sebelumnya. Kami pun keluar rumah, di sana ibu sdg berbincang dg beberapa tetangga yg jg mendengar ledakan itu.
@bacahorror A Jati: "Ada apa pak? Apa yg meledak?"

Ayah: "Oh saklar di kamar meledak, sepertinya ada yg konslet kabel listriknya."

A Jati: "Butuh bantuan Jati untuk memperbaiki saklarnya pak?"

Ayah: "Gak perlu, bisa saya perbaiki sendiri, terima kasih"

Kami pun kembali masuk ke rumah.
@bacahorror Setelah di dalam rumah Ayah menjelaskan alasan mengapa terpaksa berbohong dikarenakan supaya tidak menimbulkan kecemasan bagi para tetangga dan tidak menjadi bahan pembicaraan yg meluas.

Tidak lama Ayah kemudian berangkat menggunakan vespa nya dan sebelum maghrib sudah kembali.
@bacahorror Selepas shalat maghrib Ayah meminta kami untuk berkumpul, termasuk Nenek, Bi Lani & Bi Yanti yg tinggal bersama kami setelah Kakek meninggal dunia.

Beliau mengatakan bahwa kejadian sore ini dan beberapa hari sebelumnya merupakan serangan gaib yg sengaja ditujukan kepada Ayah.
@bacahorror Ternyata setelah kejadian tadi Ayah pergi ke rumah pak Mar atas permintaan Ibu. Sepengetahuan ibu, Pak Mar memiliki pengetahuan lebih mengenai metafisik, selain itu beliau juga masih ada ikatan persaudaraan dengan kakek dan kebetulan menjabat kepala desa pada saat itu.
@bacahorror Pada pertemuan itu pak Mar menyuruh Ayah untuk membacakan satu kalimat dzikir sebanyak 20rb kali setiap malam di mulai selepas shalat Isya. Dikarenakan tidak mungkin dibaca oleh Ayah sendiri, akhirnya beliau meminta kami untuk ikut membacanya di mulai malam itu juga.
@bacahorror Selepas Isya kami memulai membacakan kalimat dzikir tersebut. Awalnya disepakati setiap orang (untuk 6 orang) membacanya sebanyak 3300 kali kecuali Ayah 3500 kali, namun kenyataannya sampai pkl 9 tidak ada yg mencapai target tersebut. Sambil tersenyum Ayah berkata
@bacahorror "Sisanya diselesaikan Aa yah. Bisakan?"

"Iya Pah, Insya Allah bisa." jawabku.

Ketika semua orang sdh tertidur, Aku melanjutkan membaca dzikir yg menjadi tugasku menggenapkan menjadi 20rb kali.

Tugas ini bukan hanya untuk malam itu saja, namun begitu juga dg malam2 berikutnya.
@bacahorror Sudah satu minggu kami membaca dzikir atas arahan Pak Mar. Siang itu Bi Lani mendatangi Ayah

"A, mulai besok Lani kerja shift siang seminggu ini, jadi selama kerja shift siang Lani gak bisa ikut baca dzikir. Gak apa2 ya?"

"Iya, gak apa2" jawab Ayah sambil memandangku.
@bacahorror Melihat Ayah memandangku, Bi Lani menyadari bhw tugas beliau kemungkinan digantikan olehku.

"Ay, gantikan tugas bibi ya, nanti bibi kasih uang deh kalau sudah gajian ya?" Pinta Bi Lani sambil tersenyum dengan muka memelas.

Ku jawab "Gak mau akh, rugi. Masa pahala ditukar uang."
@bacahorror Bi Lani: "Terus gimana dong?"

Aku: "Bibi gak perlu khawatir, gak perlu juga merasa bersalah, kerja aja yang tenang. Tugas bibi biar Aydin yang gantikan."

Bi Lani: "Ok dech kalau begitu, thank pake banget ya Ay."

Aku: "Iya, sama-sama. Oh ya Bi, kalau nanti bibi gajihan,
@bacahorror trus mau ngasih uang ke Aydin, Aydin gak akan nolak ko." sambil senyum tipis.

Bi Lani: "Sama aja kalau gitu mah Ay"

Aku: "Ya beda lah, kalau bibi ngasih uang gara2 tugas bibi Aydin gantikan, ya gak ada pahala juga buat bibi.
@bacahorror Tapi kalau ngasihnya memang niat pengen ngasih, Insya Allah ada pahalanya buat bibi."

Bi Lani: "Bisa aja kamu Ay. Iya deh bibi ngerti maksudmu."

Aku: "Apa coba kalau emang ngerti maksud dari ucapan Aydin?"

Bi Lani: "Supaya mendapatkan pahala kalau beramal harus ikhlas."
@bacahorror Aku: "Bukan ikhlas namanya kalau masih mengharapkan pahala atuh Bi."

Bi Lani: "Maksudnya?"

Aku: "Ikhlas itu beramal tanpa mengharapkan sesuatu, ikhlas itu beribadah bukan dikarenakan ingin masuk surga atau dikarenakan takut neraka. Ikhlas itu bukan kata2 yg perlu diucapkan.
@bacahorror Ibadah itu cukup dikarenakan Allah yg memerintahkan tanpa adanya embel2 menginginkan sesuatu, termasuk meminta pahala ataupun surga. Pahala & surga merupakan reward sedangkan neraka adalah punishment yg sdh Allah tetapkan."

Bi Lani: "Jd salah kalau ibadah krn ingin masuk surga?"
@bacahorror Aku: "Ya gak salah soalnya itu fitrahnya manusia, hanya belum bisa ikhlas saja dalam beribadah."

Bi Lani: "Oh gitu, sekarang bibi sudah ngerti maksud dari ikhlas itu apa. Terima kasih atas ilmunya ya Ay"

Aku: "Iya Bi, sama-sama."
@bacahorror Keesokan harinya Bi Lani sudah mulai kerja shift siang. Waktu itu hari Senin, jadi sepulang sekolah Aku mempunyai jadwal rutin untuk mengikuti bimbingan belajar yg di mulai pkl 2:00 dan selesai pkl 5:30.

Siang itu Aku berangkat mengendarai motor Ayah menuju tempat bimbel.
@bacahorror Setelah selesai waktu bimbel Aku pulang mengendarai motor dengan kecepatan cukup tinggi dengan tujuan supaya bisa tiba di rumah sebelum adzan maghrib. Namun dikarenakan aspal jalanan baru saja selesai diguyur hujan, Aku benar-benar fokus sepanjang jalan.
@bacahorror Di tengah perjalanan, sebuah truk trailer tanpa peti kemas yg berada 2 meter di depan motorku berhenti secara tiba2. Otomatis secara refleks ku injak rem, namun karena rem vespaku sering disebut rem kocok, Aku harus beberapa kali menginjak rem sebelum rem tersebut berfungsi.
@bacahorror Alhamdulillah rem berfungsi tepat ketika ban depan berada di bawah badan belakang trailer, namun ban belakangku ngepot ingin mendahului ban depan akibat pengereman secara mendadak. Sesaat sebelum leherku nyaris membentur badan trailer, tanpa sadar Aku lepas injakan rem kemudian
@bacahorror memutar gas kemudian menginjak rem dan memutar gas kembali dgn kedua tangan mengendalikan arah laju motor layaknya pengendara yg sudah sangat berpengalaman sehingga posisi motor kini melaju di sebelah kiri trailer. Alhamdulillah pd saat itu Aku keluar dari kemungkinan kecelakaan.
@bacahorror Tidak lama Aku arahkan motor ke pinggir kemudian berhenti. Aku mencoba mengendalikan diri dari denyutan jantung yg berdetak kencang dengan cara melemaskan tubuh dan mengatur napas. Setelah kembali terasa normal Aku melanjutkan perjalanan pulang.
@bacahorror Aku tiba di rumah bertepatan dengan terdengarnya kumandang adzan maghrib. Aku ambil segelas air untuk menghentikan aktivitas puasaku. Lalu Aku menghampiri Ibu

Aku: "Mah, boleh Aydin minta tolong dibuatkan mie goreng? Badan Aydin terasa lemas."

Ibu: "Ya sudah Aa shalat dulu,
@bacahorror mamah buatkan mie nya sekarang."

Aku: "Masaknya 2 bks ya Mah, Aydin lagi malas makan nasi."

Ibu: "Emang bakalan habis gitu A? Gak berlebihan?"

"Insya Allah gak berlebihan Mah, sudah Aydin takar." Balasku sambil tersenyum.
@bacahorror Selepas shalat Aku memakan mie goreng porsi double + telor yg sudah ibu buatkan. Bukan ingin balas dendam karena puasa, namun malam ini Aku punya "lemburan" dengan kemungkinan baru selesai pkl 1 atau pkl 2 malam.

Waktu Isya sudah tiba, Aku shalat Isya di rumah saat itu.
@bacahorror Setelah shalat Isya, karena masih terasa letih Aku masuk ke kamar orang tua kemudian tidur. Sengaja Aku tidur di kamar mereka, supaya dibangunkan ketika mereka akan tidur.

Pkl 9an ibu membangunkanku

Ibu: "A, tidurnya pindah, Mamah sudah ngantuk.

" Iya Mah" jawabku
@bacahorror Aku ke kamar mandi berwudhu untuk menyegarkan tubuhku lalu menghampiri Ayah yg masih berdzikir.

Aku: "Belum ngantuk Yah?"

Ayah: "Sedikit terasa, tp dzikir Ayah baru sekian (sambil memperlihatkan alat penghitung dzikir). Kasihan Aa kalau tugas Ayah sendiri dibebankan ke Aa."
@bacahorror Aku: "Gak apa-apa Pah, nanti kalau sudah ngantuk tidur aja. Biar Aydin yg selesaikan sisanya."

Ayah: "Iya."

Aku lalu masuk ke kamar membawa beberapa buku pelajaran lalu kembali lagi ke ruang tengah. Sambil dzikir Aku mengerjakan beberapa PR untuk pelajaran besok.
@bacahorror Pkl 10 Ayah sudah terlihat lelah dan mengantuk. Beliau akhirnya masuk kamar untuk tidur dan alat penghitung dzikir berpindah kepadaku.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan Pkl 11, Aku keluar rumah untuk menjemput Bi Lani di depan gang tanpa memberhentikan aktivitas dzikirku.
@bacahorror Terlihat bus angkutan perusahaan berhenti di seberang jalan, ku lihat Bi Lani turun dari bus tersebut kemudian menyebrang. Beliau memberikan kantong kresek yg isinya beberapa makanan ringan

"Nih buat nemenin Aydin begadang."

Aku: "Alhamdulillah, thanks ya Bi."
@bacahorror Saat melintasi lahan kosong yg luas Aku melihat perempuan sdg asyik duduk di salah satu batang pohon besar sambil mengayun-ayunkan kaki. Wajahnya yg pucat serta tatapannya yg tajam tersorot padaku. Aku balas tatapan itu dgn sebuah senyuman & anggukan kepala sambil terus berjalan.
@bacahorror Sesampainya di halaman rumahku, Aku menunggu Bi Lani masuk terlebih dahulu ke rumahnya. Setelah beliau masuk, Aku berjalan mendekati pintu depan. Pada saat memasukkan kunci dan akan membuka pintu, Aku menangkap aura sesosok makhluk tinggi besar berdiri di belakangku.
@bacahorror Aku memutar badan & melihat makhluk itu menatapku dgn penuh kebencian. Sebuah tatapan bengis seakan ingin menyerangku. Ku balik menatapnya untuk memberitahukan bhw aku tdk takut lalu maju beberapa langkah mendekatinya. Ku gerakkan tangan ke atas kemudian ku buka telapak tangan.
@bacahorror "Seandainya kedatanganmu atas inisiatifmu sendiri, pergilah, Aku tidak mau berurusan denganmu. Namun jika kedatanganmu dikarenakan atas suruhan seseorang, sampaikan kepadanya untuk berhenti menyerang kami sebelum perbuatannya kembali mengarah ke dirinya."
@bacahorror Aku balik kanan dan berjalan menuju pintu sambil tetap mengawasi pergerakan makhluk di belakangku. Ku "lihat" dia tersenyum sinis atas perkataan dan tingkah lakuku kemudian bergerak mendekatiku seakan mau menyerang. Ku pejamkan mata dan menyamakan energiku dengan energinya.
@bacahorror Setelah posisinya semakin dekat, ku hentakkan energiku ke arah tubuhnya yang menyebabkan dia terpental beberapa meter. Masih pada posisi membelakanginya Aku berbicara

"Pergilah sebelum Aku meminta Pelindungku untuk melenyapkanmu."

Aku membuka pintu lalu masuk ke dalam rumah.
@bacahorror Selepas mengunci pintu, Aku bergegas mengambil wudhu kemudian shalat sunat 2 rakaat. Selepas shalat, Aku sdh tdk merasakan aura makhluk tadi di luar. Aku lanjutkan dzikirku sampai selesai lalu shalat witir.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pkl 1, Aku pun ke kamar lalu tidur.
@bacahorror Fyi, "Pelindungku" di sini bukanlah sosok harimau yg pernah saya ceritakan, bukan pula sang perempuan atau sosok yg sering berbisik dan berbincang denganku. Mereka yg disebut tadi merupakan sosok "pendamping". Yang Aku maksud sebagai "Pelindungku" adalah Allah SWT.
@bacahorror Hanya kepada Allah lah Aku bergantung. Hanya kepadaNya pula Aku meminta perlindungan dan pertolongan.
@bacahorror Sudah empat belas hari kami berdzikir dan malam ini malam ke-15 yang merupakan malam pamungkas dan seperti biasa Aku kebagian menggenapkan jumlahnya.

Tepat tengah malam di mana dzikirku hampir selesai, terdengar seperti lemparan kerikil menghantam genteng rumah.
@bacahorror Aku coba memejamkan mata untuk mengetahui situasi di luar. Tidak nampak sesosok makhluk apapun di luar rumah, yg kulihat hanya beberapa sinar menghujam atap rumah namun terpantulkan kembali. Segera Aku menyelesaikan dzikirku dan setelah selesai kemudian Aku shalat sunat.
@bacahorror Selepas shalat, tanpa sadar tiba-tiba sukmaku sdh berada di dalam rumah seseorang. Ku lihat seorang laki-laki yg usianya diperkirakan sekitar 45 s/d 50 tahun sdg komat kamit sambil memainkan sesuatu yg tak mungkin ku beritahukan. Aku hanya menggelengkan kepala nyaris tak percaya.
@bacahorror Orang yg ku lihat saat ini, dia adalah rekan kerja Ayah yg mengajar mata pelajaran dmn seharusnya tahu yg dia lakukan adalah dosa besar.

Memang kalau rasa iri sdh "membutakan" nurani akan menyebabkan rasa dengki sedemikian sehingga tak peduli lagi berbuat syirik lalu menganiaya.
@bacahorror Kulihat wajahnya dengan rasa kesal, ingin sekali Aku melakukan sesuatu kepadanya, namun Aku berpikir apa bedanya Aku dengan dia jika Aku tak mampu menguasai nafsuku. Aku dekati dia kemudian berbisik di telinganya

"Inna lillaahi wa Inna ilaihi Raji'uun".
@bacahorror Terlihat dia kaget setelah mendengar bisikanku kemudian langsung memberhentikan aktivitasnya pd saat itu.

Aku cukupkan perjalananku, setelah kembali, Aku berusaha untuk mengendalikan emosi yg masih hinggap dgn berjalan ke kamarku kemudian kurebahkan tubuh serta ku atur nafasku.
@bacahorror "Walaupun terlihat sudah membatu hatinya, namun semoga dia segera menyadari kesalahan yg selama ini dia perbuat" gumamku.

Tak lama Aku pun tertidur. Di dalam mimpiku Aku sedang merebahkan tubuh, lalu muncul sesosok ular besar dan panjang bergerak mendekatiku.
@bacahorror Aku menahan napas spy dia tdk menganggapku ada. Ular tsbt melintas tepat di perutku dgn santai menembus dinding kamar. Krn tubuhnya yg panjang membuatku menahan napas dlm waktu yg cukup lama. Akhirnya Aku pun bisa bernapas lega setelah ekor sang ular sdh tak lagi di atas tubuhku.
@bacahorror Aku terbangun dengan napas yg terengah-engah dengan peluh keringat membasahi wajah. Mimpi tadi benar-benar serasa nyata.

"Apakah ada makna tertentu atas mimpiku tadi ataukah hanya sekedar mimpi belaka?" Gumamku
@bacahorror Hari demi hari kami lalui dgn "damai" setelah peristiwa itu. Hingga suatu saat, tepatnya ketika Aku sudah kuliah & sedang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata, Ayah mengalami muntah darah. Darah yg menggumpal seperti potongan daging sapi di supermarket dg tekstur seperti cincau.
@bacahorror Banyaknya darah yg dimuntahkan menyebabkan pertama kalinya Ayah harus dirawat di RS.

~~~

Cerita mengenai hal ini akan saya tulis pada thread berikutnya Kisahku saat Kuliah pada chapter I Peristiwa KKN

~~~

InsyaAllah cerita akan mulai saya tulis malam ini.
@bacahorror || PENUTUP ||

Rasa iri atas perolehan orang lain biasanya akan memicu tindakan-tindakan berikutnya.

Rasa iri layaknya berbohong, dmn satu kebohongan akan ditutupi kebohongan yang lain.

Oleh karena itu, mari kita belajar untuk mensyukuri atas nikmat yg Allah berikan.
Missing some Tweet in this thread? You can try to force a refresh.

Enjoying this thread?

Keep Current with Aydinlatici

Profile picture

Stay in touch and get notified when new unrolls are available from this author!

Read all threads

This Thread may be Removed Anytime!

Twitter may remove this content at anytime, convert it as a PDF, save and print for later use!

Try unrolling a thread yourself!

how to unroll video

1) Follow Thread Reader App on Twitter so you can easily mention us!

2) Go to a Twitter thread (series of Tweets by the same owner) and mention us with a keyword "unroll" @threadreaderapp unroll

You can practice here first or read more on our help page!

Follow Us on Twitter!

Did Thread Reader help you today?

Support us! We are indie developers!


This site is made by just three indie developers on a laptop doing marketing, support and development! Read more about the story.

Become a Premium Member ($3.00/month or $30.00/year) and get exclusive features!

Become Premium

Too expensive? Make a small donation by buying us coffee ($5) or help with server cost ($10)

Donate via Paypal Become our Patreon

Thank you for your support!